Home / Travel / Sakura Jingu, Spot Terbaik Melihat Sakura Mekar Lebih Awal di Tokyo

Sakura Jingu, Spot Terbaik Melihat Sakura Mekar Lebih Awal di Tokyo

Sakura Jingu

Banyak wisatawan mancanegara yang mengetahui bahwa musim mekar puncak bunga sakura di Jepang, khususnya di Tokyo, biasanya jatuh pada akhir Maret atau awal April. Namun, periode tersebut umumnya mengacu pada varietas Somei Yoshino. Faktanya, Jepang memiliki berbagai jenis sakura lainnya. Dalam kesempatan ini, kita akan membahas salah satu subspesies tersebut, yaitu Kawazu-zakura, varietas sakura berwarna merah muda cerah yang mekar lebih awal, serta sebuah kuil di Tokyo bernama Sakura Jingu yang terkenal dengan keindahan bunga tersebut.

Berkat media sosial, Sakura Jingu kini semakin menarik perhatian banyak pelancong. Meskipun kuil kecil yang terletak di Setagaya-ku ini belum terlalu terkenal di kancah global, popularitasnya meningkat pesat jika dibandingkan dengan masa lalu. Didirikan pertama kalinya pada tahun 1882 oleh Yoshimura Masamochi, keturunan dari klon Nakatomi yang berpengaruh, kuil ini awalnya dibangun untuk menangkal penyakit. Seiring berjalannya waktu, kuil ini dikenal karena ketahanannya setelah berhasil melewati peristiwa Gempa Besar Kanto dan Perang Dunia II, sehingga kini dihormati sebagai pelindung dari bahaya kebakaran serta bencana alam.

Kini, Sakura Jingu sangat terkenal berkat deretan pohon Kawazu-zakura di halaman kuilnya yang sederhana. Hal ini memungkinkan pengunjung untuk menikmati keindahan sakura yang mekar lebih awal tanpa harus keluar kota. Mengingat lokasi populer lain seperti Kawazu di Semenanjung Izu atau Taman Nishihirabatake di Matsuda cukup jauh untuk dijangkau, keberadaan Sakura Jingu di pusat Tokyo menjadi pilihan yang sangat praktis bagi wisatawan yang memiliki waktu terbatas. Perjalanan menuju ke sini hanya membutuhkan waktu beberapa menit menggunakan kereta.

Bagi Anda yang berkunjung ke Tokyo antara pertengahan Februari hingga awal Maret, menyempatkan diri untuk singgah ke Sakura Jingu saat bunga-bunganya mekar penuh adalah pilihan yang tepat untuk menikmati suasana musim semi lebih awal.

Cara Menuju ke Sana

Akses menuju Sakura Jingu tergolong sangat mudah. Anda hanya perlu naik Tokyu Den-en-toshi Line menuju Stasiun Sakura-Shinmachi. Perjalanan dari Shibuya memakan waktu sekitar sepuluh menit, dan Anda dapat memanfaatkan layanan seperti Jorudan untuk mengecek jadwal keberangkatan secara akurat.

Setibanya di Stasiun Sakura-Shinmachi, Anda tinggal berjalan kaki sebentar untuk sampai di area kuil. Selama musim mekar Kawazu-zakura, kawasan ini biasanya cukup ramai oleh pengunjung lokal, sehingga Anda dapat mengikuti arus pejalan kaki jika tidak ingin tersesat.

Area Kompleks Kuil Sakura Jingu

At Sakura Jingu Shrine (桜 神宮), people tie pink ribbons to a enmusubi tree in place of the standard practice involving ema. This is a unique practice that is only seen at this shrine.

Sebagai sebuah kuil Shinto yang populer, ukuran Sakura Jingu tidak terlalu besar. Anda hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk mengelilingi seluruh area jika tidak sedang dalam musim mekarnya Kawazu-zakura. Kendati demikian, saat bunga-bunga tersebut bermekaran dengan warna merah muda yang cerah, pemandangannya sangat layak untuk dinikmati secara perlahan.

Salah satu tradisi unik di kuil ini adalah cara pengunjung menyampaikan doa. Alih-alih menuliskan permohonan pada papan kayu ema seperti di kuil Shinto pada umumnya, di sini para pengunjung menuliskan harapan mereka pada pita berwarna merah muda yang kemudian diikatkan langsung ke pohon Kawazu-zakura. Pita-pita ini menghiasi pohon-pohon yang berada di sisi aula utama kuil, menciptakan pemandangan yang berpadu indah dengan kelopak sakura.

Jika Anda ingin menghindari keramaian di siang hari, berkunjunglah setelah matahari terbenam. Pada malam hari, pohon Kawazu-zakura akan diterangi lampu hias yang menonjolkan keindahan suasana kuil dengan lebih tenang dan khidmat.

Atraksi Lain di Sekitar

Nearby Sakura Jingu’s shrine grounds, there is also Futako-Tamagawa as well as the Todoroki Ravine. While these aren’t must visits per day, they make for easy addition should someone want to get a bit more out of the area.

Mengingat lokasinya yang sangat dekat dengan pusat kota seperti Shibuya, Anda tidak harus merencanakan kunjungan ke tempat lain secara khusus setelah dari sini, karena seluruh penjuru Tokyo dapat diakses dengan mudah. Namun, bagi yang ingin menjelajahi area sekitar, terdapat beberapa lokasi menarik seperti Taman Olimpiade Komazawa yang dibangun untuk Olimpiade Musim Panas 1964.

Anda juga dapat melanjutkan perjalanan ke arah barat menuju Futako-Tamagawa di sepanjang tepi Sungai Tamagawa, atau mampir ke kawasan alam Todoroki Ravine yang berada tidak jauh dari sana. Meski demikian, bagi wisatawan dengan durasi kunjungan singkat di Tokyo, kembali langsung ke pusat kota mungkin menjadi pilihan yang lebih efisien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *