Pendahuluan Mengenai Pulau Miyajima
Pulau Miyajima merupakan salah satu destinasi paling terkenal di Jepang. Terletak di sebelah barat Kota Hiroshima, pulau ini dikunjungi oleh kapal-kapal sarat pelancong setiap harinya. Tempat ini bahkan telah memiliki gerai Starbucks sendiri sejak tahun 2017. Ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1996, gerbang torii yang tampak “mengambang” menjadi salah satu pemandangan paling ikonik di Jepang. Keindahan Miyajima sangat luar biasa hingga sering kali dinobatkan sebagai salah satu dari tiga pemandangan terbaik di seluruh negeri. Bahkan orang yang belum pernah ke Jepang pun terkadang mengenali pulau suci ini.
Walaupun Miyajima sangat populer di kalangan pelancong, hanya sedikit wisatawan asing yang mengetahui sebuah rahasia tersembunyi mengenai pulau ini. Miyajima sebenarnya dipenuhi oleh ryokan tradisional Jepang yang menawarkan pengalaman menginap sempurna. Suasana di kawasan ini menjadi sangat tenang dan magis setelah matahari terbenam dan rombongan turis beranjak pergi. Selain itu, Miyajima memiliki begitu banyak petualangan dan tempat menarik yang tidak mungkin dijelajahi sepenuhnya tanpa memulai hari lebih awal seperti saat Anda menginap di sana.
Sebelum melangkah lebih jauh, perlu diketahui bahwa Miyajima sebenarnya adalah nama panggilan untuk pulau ini. Nama resminya adalah Itsukushima. Sebutan populer tersebut muncul karena pulau ini sangat lekat dengan daya tarik utamanya, yaitu Kuil Itsukushima. Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai menyebutnya Miyajima yang secara harfiah berarti “Pulau Kuil”. Kedua nama ini sering digunakan secara bergantian. Demi kemudahan, istilah lokal tersebut akan digunakan sepanjang tulisan ini.
Cara Menuju ke Sana

Miyajima berjarak kurang dari satu jam perjalanan dari Kota Hiroshima. Bagi sebagian besar pelancong, kunjungan ini perlu disesuaikan ke dalam rencana perjalanan secara keseluruhan. Hiroshima terkenal dengan Peace Memorial Park yang bersejarah, dan tentu sangat disayangkan jika melewatkan tugu peringatan tersebut akibat perencanaan yang buruk. Siapkan rencana dengan matang dan alokasikan waktu yang cukup. Jika Anda tertarik mengikuti seluruh rangkaian rencana perjalanan Miyajima yang disarankan ini, Anda membutuhkan waktu penuh sekitar satu setengah hari.
Meskipun perjalanan udara tersedia, kereta Shinkansen tetap menjadi opsi paling praktis. Dari Tokyo, Anda dapat mencapai Hiroshima dalam waktu kurang dari empat jam. Sementara itu, perjalanan dari Kyoto atau Osaka dapat memangkas waktu tersebut menjadi setengahnya. Selalu gunakan layanan seperti Jorudan untuk mengecek jadwal kereta terbaik. Disarankan untuk memasukkan Hiroshima sebelum atau sesudah berkunjung ke Kyoto dan Osaka guna menghemat waktu perjalanan.
Setibanya di Hiroshima, terdapat beberapa pilihan moda transportasi menuju Miyajima. Walaupun ada kapal feri langsung dari kota, cara termudah adalah menaiki JR Sanyo Line menuju Iwakuni. Setibanya di Stasiun Miyajimaguchi, lanjutkan dengan berjalan kaki selama beberapa menit menuju pelabuhan. Di sana, Anda akan menemukan dua perusahaan feri yang melayani penyeberangan ke Miyajima. Anda bebas memilih operator mana pun yang jadwal keberangkatannya paling dekat. Tiket feri ini seharga 180 yen dan memakan waktu sekitar 10 menit untuk mencapai pulau.
Akomodasi di Miyajima

Harus diakui, ada banyak sekali hal menarik yang dapat dilakukan di Miyajima. Namun sayangnya, pulau ini juga dipadati oleh banyak rombongan turis. Untungnya, melalui berbagai pengalaman, sebuah rute perjalanan telah dirancang untuk membantu Anda menghindari keramaian terburuk. Dengan menginap semalam di Miyajima, Anda memiliki hak istimewa untuk mengunjungi berbagai lokasi terbaik jauh sebelum gelombang wisatawan tiba.
Dalam hal akomodasi, Miyajima menyediakan beragam pilihan yang dapat disesuaikan dengan berbagai anggaran, mulai dari asrama dengan tempat tidur susun hingga ryokan mewah. Situs Wikitravel menyediakan daftar akomodasi yang lengkap di pulau ini jika Anda memerlukan referensi lebih lanjut.
Peringatan Keselamatan Terhadap Satwa Liar

Sebelum membahas detail rencana perjalanan lebih lanjut, ada satu peringatan penting yang perlu disampaikan. Rusa-rusa jinak berkeliaran bebas di Miyajima, mirip seperti pemandangan di Nara. Meskipun rusa-rusa di sini sedikit lebih tenang dibandingkan rekan-rekan mereka di Nara, mereka tetap sangat antusias mencari makanan. Bersiaplah mendapati hewan-hewan ini mengaduk-aduk tas, dompet, atau ransel Anda demi makanan.
Membawa makanan secara terbuka adalah cara pasti untuk menarik perhatian mereka. Rusa-rusa ini sangat gigih dan akan mengikuti Anda terus menerus jika diberi kesempatan. Jangan mengira bahwa menghabiskan makanan Anda akan membuat mereka pergi, karena mereka juga senang mengunyah ujung baju atau brosur yang mencuat dari kantong pakaian Anda.
Rusa-rusa di Miyajima memang sangat menggemaskan, tetapi mereka tetaplah hewan liar. Meskipun sudah terbiasa dengan kehadiran manusia, mereka tidak sepenuhnya jinak seperti hewan peliharaan rumah. Jaga jarak dan hormati ruang gerak mereka. Sebagian besar rusa jantan di area publik Miyajima telah dipotong tanduknya, namun tetap ada beberapa ekor yang masih memiliki tanduk lengkap, terutama di sekitar Gunung Misen.
Hari Pertama: Gunung Misen

Karena Anda akan menginap di Miyajima, jadwal dua hari ini disusun sedemikian rupa agar Anda dapat melewatkan sebagian besar kerumunan turis. Usahakan tiba di Miyajima paling lambat pukul 12.30 atau 13.00 siang agar waktu Anda tidak terlalu terburu-buru. Sebagian besar toko dan objek wisata mulai tutup sekitar pukul 17.30 sore. Jika bepergian dari Tokyo, Anda perlu menaiki kereta Shinkansen pagi hari demi tiba lebih awal.
Setibanya di sana, langsung arahkan tujuan Anda melewati berbagai atraksi utama Miyajima menuju Gunung Misen. Gunung ini adalah situs paling suci di pulau tersebut dan menyimpan koleksi situs Buddha kuno yang luar biasa. Berdasarkan catatan sejarah, Buddhisme pertama kali dipraktikkan di sini oleh biksu sekaligus insinyur legendaris Kukai pada tahun 806.
Anda sebenarnya dapat mendaki puncak Gunung Misen melalui tiga jalur pendakian yang tersedia. Namun, demi menghemat waktu dan tenaga, disarankan untuk menggunakan kereta gantung atau ropeway. Meskipun menggunakan kereta gantung, Anda tetap harus melanjutkan dengan pendakian kaki selama 20 hingga 30 menit untuk mencapai titik tertinggi.

Biaya tiket kereta gantung tergolong cukup tinggi, namun Anda bisa sedikit berhemat dengan membeli tiket pulang-pergi. Stasiun dasar ropeway ini terletak di tengah Taman Lembah Momiji. Kawasan ini dipenuhi ribuan pohon maple Jepang dan menjadi tempat favorit bagi rusa liar. Taman ini sangat memesona pada musim gugur ketika daun-daunnya berubah menjadi warna merah dan kuning yang semarak.
Perjalanan dengan kereta gantung dibagi menjadi dua bagian, dimulai dari Stasiun Momijidani dan berganti di Stasiun Kayatani. Anda dapat menikmati pemandangan menakjubkan dari lanskap Miyajima dan Laut Pedalaman Seto selama perjalanan.

Perjalanan naik ini memakan waktu sekitar 15 menit di luar waktu antrean. Kereta gantung akan membawa Anda sampai di Stasiun Shishi Iwa yang berada 443 meter di atas permukaan laut. Dari sana, Anda harus berjalan kaki sejauh 150 meter terakhir menuju puncak. Pastikan untuk membeli air minum di stasiun karena tidak ada mesin penjual otomatis di bagian atas.
Area atas Gunung Misen juga menyimpan tujuh keajaiban yang menarik untuk disaksikan sepanjang perjalanan menuju puncak:
- Api Abadi: Nyala api spiritual yang terus menyala selama lebih dari 1.200 tahun sejak pertama kali dinyalakan oleh Kukai. Api ini terletak di Aula Reika dan sempat digunakan untuk menyalakan “Api Perdamaian” di Peace Memorial Park, Hiroshima.
- Plum Tongkat Uskup: Konon tongkat yang digunakan Kukai tertancap dan tumbuh menjadi pohon plum. Legenda mengatakan pohon ini tidak akan berbunga saat terjadi hal-hal buruk di dunia.
- Batu Pasang Surut: Batu besar yang memiliki lubang kecil yang terisi air saat air laut pasang, meskipun berada 500 meter di atas gunung.
- Mandara-iwa: Permukaan batuan yang memiliki pahatan tulisan tangan langsung dari Kukai, tokoh pencipta sistem tulisan Jepang modern.
- Kemplungan Kayu: Folklore lokal mempercayai bahwa suara ketukan kayu di malam hari berasal dari makhluk mitologi tengu yang berkeliaran di gunung.
- Pohon Sakura Lembab: Pohon bunga sakura yang tampak basah sepanjang tahun meskipun tidak turun hujan selama berminggu-minggu.

Luangkan waktu untuk menjelajahi berbagai struktur kecil di sekitar kompleks Misen Hondo yang bernaung di bawah Kuil Daisho-in. Perhatikan pula patung-patung Jizo menggemaskan yang tersebar di sepanjang lanskap. Di puncak gunung, sebuah anjungan modern menanti dengan pemandangan 360 derajat ke arah Miyajima dan Laut Pedalaman Seto. Saat cuaca cerah, Anda bahkan dapat melihat Pulau Shikoku di kejauhan.
Perhatikan waktu kepulangan Anda karena kereta gantung terakhir dari Stasiun Shishiiwa berangkat pukul 17.00 sore. Antrean panjang di musim liburan berarti Anda harus memperhitungkan waktu dengan cermat.
Hari Pertama: Suasana Pulau di Malam Hari

Setelah turun dari Gunung Misen, Anda dapat melakukan proses masuk penginapan. Sebagian besar hotel memperbolehkan penitipan bagasi sebelum waktu check-in resmi. Saat para pelancong mulai meninggalkan pulau menjelang sore, Anda bisa menikmati gerbang torii yang ikonik dalam suasana yang lebih tenang.
Periksa jadwal pasang surut air laut, karena jika beruntung, Anda dapat berjalan mendekati gerbang torii saat matahari terbenam. Setelah gelap, serangkaian lampu sorot akan menyala untuk menerangi gerbang torii dan Kuil Itsukushima, menciptakan pemandangan malam yang spektakuler.
Tradisi umum bagi pengunjung yang menginap adalah mengenakan yukata dan berjalan-jalan santai di malam hari. Meskipun Kuil Itsukushima tutup pada malam hari, pemandangan lampu sorotnya saja sudah menjadi daya tarik tersendiri. Tetaplah waspada terhadap rusa yang kerap berkeliaran mencari sisa makanan di malam hari.

Kunjungi juga kawasan jalan Machiya yang sejajar dengan Jalan Perbelanjaan Omotesando untuk melihat berbagai lentera tradisional yang indah. Untuk urusan kuliner malam, beberapa ryokan menyediakan makan malam bagi para tamu, sementara pilihan tempat makan di luar pulau cenderung tutup lebih awal. Hanya ada beberapa izakaya yang buka hingga pukul 22.00 dan sebuah bar yang melayani hingga dini hari.

Miyajima sangat terkenal dengan tiram segar sebagai kuliner khas lokal atau meibutsu. Anda dapat menemukan berbagai restoran yang menyajikan tiram mentah, panggang, maupun goreng di seluruh penjuru pulau. Menikmati pemandian air panas atau onsen di ryokan sebelum beristirahat akan menjadi penutup hari yang sempurna.
Hari Kedua: Kuil Itsukushima

Rombongan turis biasanya memenuhi Kuil Itsukushima sepanjang siang hari. Mengunjungi kuil ini pada pagi hari sejak pukul 06.00 pagi akan memberikan kesempatan langka menikmati suasana yang tenang tanpa keramaian. Usahakan tiba sebelum pukul 08.00 pagi sebelum kelompok wisatawan gelombang pertama tiba.
Struktur bangunan saat ini berasal dari abad ke-16 yang meniru desain abad ke-12. Kuil yang dibangun di atas struktur panggung di atas air ini didedikasikan untuk tiga dewi putri Susanoo-no-Mikoto, dewa lautan dan badai. Berdasarkan sejarah, untuk menjaga kemurnian tempat ini, tidak ada kelahiran maupun kematian yang diizinkan terjadi di dekat kuil sejak tahun 1878.

Salah satu bagian menarik di dalam kompleks kuil adalah panggung teater Noh yang ditambahkan pada tahun 1590 untuk menghibur para dewa. Panggung ini juga dirancang tampak mengapung di atas air saat pasang. Aula harta karun di dekat pintu keluar juga menyimpan berbagai artefak bersejarah menarik bagi yang tertarik mendalaminya.
Hari Kedua: Daigan-ji

Tepat di sebelah kanan pintu keluar Kuil Itsukushima terdapat kuil Buddha bernama Daigan-ji yang didirikan pada tahun 1201. Kuil ini dulunya bertanggung jawab atas pemeliharaan Kuil Itsukushima sebelum pemerintah Meiji mengeluarkan dekrit kekaisaran yang memisahkan agama Buddha dan Shinto. Daigan-ji menyimpan patung Buddha Pengobatan yang konon dipahat sendiri oleh Kukai.
Kompleks kuil ini berada di bawah perlindungan Benzaiten, dewi kefasihan, musik, kebijaksanaan, dan kekayaan, menjadikan Miyajima sebagai salah satu pulau pemujaan utama bagi sang dewi di Jepang.
Hari Kedua: Daisho-in

Destinasi berikutnya adalah Daisho-in, kompleks kuil paling terkemuka di Miyajima yang didirikan pada abad ke-12 oleh Kaisar Toba. Meskipun tidak sepopuler Kuil Itsukushima, Daisho-in menawarkan pengalaman eksplorasi yang jauh lebih beragam dengan suasana yang lebih tenang di tengah pepohonan Gunung Misen.

Setelah melewati gerbang Niomon, Anda akan disambut oleh jalur samping yang dipenuhi 500 patung Rakan. Setiap patung merepresentasikan murid Buddha dengan ekspresi wajah yang unik dan berbeda satu sama lain. Di dekat area menara lonceng, pengunjung dapat mencoba melempar bola ke dalam wadah target dengan sedikit biaya sebagai simbol permohonan harapan. Kompleks ini juga menampilkan berbagai bangunan aula peribadatan serta mandala pasir buatan para biksu Tibet.








