Home / Travel / Tips Mendapatkan Consento: Cara Menemukan Stopkontak di Jepang

Tips Mendapatkan Consento: Cara Menemukan Stopkontak di Jepang

Consent to Use a Power Outlet in Japan

Kata consento dalam bahasa Jepang merujuk pada stopkontak listrik. Istilah ini berakar dari kata concentric plug, yaitu jenis fitting listrik lama di Jepang, yang kemudian disingkat menjadi consento puragu hingga akhirnya consento menjadi baku untuk wadah dayanya sendiri.

Suatu ketika di sebuah kafe di daerah pedesaan Jepang, seorang wisatawan asing tampak mengeluarkan pengisi daya iPhone dan langsung mencolokkannya ke stopkontak di dekat mejanya. Tak lama kemudian, pegawai kafe tersebut langsung berlari dan membuat gestur tanda silang dengan kedua lengannya, mengisyaratkan bahwa area tersebut tidak boleh digunakan untuk mengisi daya perangkat.

Wisatawan tersebut berhasil menemukan sebuah consento yang berfungsi normal, namun gagal mendapatkan izin atau persetujuan. Di Jepang, aturan mengenai penggunaan stopkontak publik memiliki keunikan tersendiri. Berbeda dengan negara-negara Barat yang menganggap stopkontak di tempat umum sebagai fasilitas bebas pakai, mengambil daya listrik tanpa izin di Jepang bahkan dapat dikategorikan sebagai tindakan pencurian berdasarkan Pasal 245 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Jepang.

Meskipun pihak kafe tidak akan langsung memanggil polisi hanya karena urusan mengisi baterai ponsel, pelanggaran ini biasanya akan berujung pada teguran dari staf. Jika peringatan tersebut diabaikan, bukan tidak mungkin pengunjung akan diminta meninggalkan tempat.

Tempat yang Menyediakan Akses Pengisian Daya

Street view of the Starbucks Coffee in Dazaifu, Fukuoka, featuring its distinctive wooden lattice facade along the pedestrian approach to Dazaifu Tenmangu. The storefront is framed by hundreds of interlocking timber beams that extend outward above the entrance, while visitors walk along the stone-paved shopping street lined with traditional-style buildings. Green hills rise in the background beneath a partly cloudy sky.

Meski demikian, bukan berarti tidak ada tempat umum yang mengizinkan pengunjung memakai fasilitas listrik mereka. Beberapa lokasi secara terbuka menyediakan stopkontak bagi para pelanggannya.

Salah satu contoh paling umum adalah Starbucks di Jepang. Sebagian besar gerai memiliki area tempat duduk tertentu yang dilengkapi fasilitas stopkontak, biasanya terletak di meja konter tinggi yang menghadap ke jendela. Tempat duduk santai di area sofa yang empuk justru cenderung jarang menyediakan fasilitas ini.

Pilihan andalan lainnya dapat ditemukan di dalam kereta Shinkansen. Kereta seri terbaru seperti N700S pada jalur Tokaido dan Sanyo menyediakan stopkontak di setiap kursi. Sementara itu, kereta model lama biasanya hanya membatasi fasilitas tersebut pada kursi dekat jendela serta barisan kursi paling depan dan belakang.

Close-up of the bright red Gusto family restaurant sign mounted against the glass exterior of a location in Japan. Gusto, part of the Skylark restaurant group, is a common family restaurant chain in Japan and has long been a useful stop for inexpensive meals, Wi-Fi, and, at some locations, access to power outlets.

Restoran keluarga seperti Gusto dan Jonathan’s juga kerap menjadi tujuan. Namun, beberapa lokasi dari grup Skylark mulai memperketat aturan penggunaan stopkontak akibat lonjakan pengunjung yang bekerja jarak jauh. Area makan di dalam toko kelontong atau konbini yang menyediakan fasilitas kursi terkadang juga dilengkapi stopkontak untuk pelanggan yang sedang menikmati makanan ringan.

Solusi Saat Kehabisan Daya

Close-up of two portable mobile batteries and a smartphone arranged on a wooden table, with a white charging cable connecting one of the black power banks to the phone. A second compact white battery sits alongside it, illustrating the usefulness of carrying backup power while traveling in Japan. Portable batteries provide an easy way to keep phones, pocket Wi-Fi routers, and other devices charged when a usable power outlet cannot be found.

Ketika tidak ada stopkontak yang tersedia atau semua kursi terisi, mencari-cari sumber listrik di tempat umum menjadi hal yang sia-sia. Langkah terbaik adalah mengaktifkan mode hemat daya pada perangkat sejak awal perjalanan agar baterai dapat bertahan lebih lama.

Selain itu, membawa baterai portabel atau power bank berkapasitas besar sangat dianjurkan saat bepergian di Jepang. Dengan cara ini, perangkat seperti ponsel pintar dan router Wi-Fi tetap dapat menyala tanpa harus bergantung pada stopkontak sembarangan.

Cara Meminta Izin Menggunakan Stopkontak

A Japanese woman charges her smartphone at an airport power outlet that is available for public use while she waits for her flight to a destinatination in Japan's countryside to start boarding.

Jika melihat stopkontak di dekat meja namun ragu apakah boleh digunakan, tindakan paling bijak adalah bertanya kepada staf ketimbang langsung memakainya. Komunikasi yang jelas dapat menghindarkan kesalahpahaman.

Beberapa kalimat sederhana yang bisa digunakan antara lain:

  • Konsento o tsukatte mo ii desu ka? (Bolehkah saya menggunakan stopkontak ini?)
  • Koko de juden shite mo ii desu ka? (Bolehkah saya mengisi daya di sini?)

Sambil mengucapkan kalimat tersebut, menunjuk pengisi daya di tangan akan membuat maksud kunjungan menjadi jauh lebih jelas. Jika staf menjawab hai atau daijobu desu, maka penggunaan diperbolehkan. Sebaliknya, jika mendapat respons penolakan seperti tanda silang atau gelengan kepala, simpan kembali perangkat dan cari lokasi lain.

Memahami etika penggunaan listrik di Jepang akan membuat perjalanan menjadi lebih lancar. Manfaatkan fasilitas yang memang disediakan untuk pelanggan, selalu sediakan daya cadangan, dan pastikan untuk selalu meminta izin apabila situasinya meragukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *