Home / Travel / Kuil Takino-o Nikko: Menelusuri Jejak Shodo Shonin

Kuil Takino-o Nikko: Menelusuri Jejak Shodo Shonin

The Pathway to Takino o Shrine

Banyak wisatawan yang berkunjung ke Nikko biasanya langsung menuju Toshogu Shrine yang megah dan populer. Padahal, sejarah wilayah ini sudah bermula hampir 1.000 tahun sebelum era keshogunan, berkat seorang biksu Buddha bernama Shodo Shonin. Hingga saat ini, jejak sejarah kuno tersebut masih dapat dijelajahi oleh pelancong yang ingin keluar dari jalur wisata umum.

Shodo Shonin adalah seorang biksu yang hidup pada periode Nara (710–794) dan dikenal sebagai pelopor kompleks kuil serta tempat suci di Nikko. Berkat penemuannya, Nikko diakui sebagai kawasan suci tempat berpadunya ajaran Shinto dan Buddha, dengan Rinno-ji Temple dan Futarasan Shrine sebagai wujud nyata dari warisan sang biksu.

Warisan sejarah ini paling ideal disusuri lewat Takino-o Path, sebuah jalur berlapis batu yang dikelilingi hutan pohon cedar raksasa. Jalur setapak ini diyakini mengikuti rute asli yang dulu dilewati oleh Shodo Shonin. Hingga periode Meiji (1868–1912), jalur ini juga sangat diminati oleh para biksu pertapa untuk melakukan ziarah.

Cara Menuju ke Sana

Nikko’s iconic Shinkyo Bridge in Tochigi Prefecture

Takino-o Path terletak di sisi timur laut Toshogu Shrine, agak jauh dari pusat Tokyo. Perjalanan ke sini sangat disarankan bagi wisatawan yang memang sudah berencana menghabiskan waktu di Nikko. Sebaiknya, kunjungi objek wisata utama Nikko pada hari pertama, lalu simpan rute tersembunyi ini untuk hari kedua.

Jalur sepanjang 5 kilometer ini dimulai dari Shinkyo Bridge yang legendaris. Jembatan melengkung berwarna merah terang ini melintasi Sungai Daiya dan dianggap sebagai salah satu jembatan terindah di Jepang. Menurut legenda, Shodo Shonin dulunya dibantu oleh dua ekor ular yang saling melilit untuk menyeberangi derasnya Sungai Daiya sebelum jembatan ini akhirnya dibangun.

Kaisan-do sebagai Pemberhentian Pertama

The Kaisan-do along Nikko’s Takino-o Path in Tochigi Prefecture

Dari Shinkyo Bridge, arahkan perjalanan menuju Kaisan-do yang berada di sebelah kanan kantor administrasi Toshogu Shrine atau melalui jalur utara sungai. Bangunan ini merupakan mausoleum tempat menyimpan abu jenazah Shodo Shonin, yang konon didirikan oleh biksu termahsyur Kukai.

Shogi pieces at the Rinnoji Kannon-do along Nikko’s Takino-o Path in Tochigi Prefecture

Tepat di sebelah aula utama Kaisan-do terdapat Rinnoji Kannon-do yang lebih kecil. Di sini, para ibu hamil kerap meninggalkan persembahan berupa bidak permainan Shogi, khususnya jenis kyosha, demi memohon kelancaran dan keselamatan saat persalinan. Tepat di belakang kompleks ini, pengunjung juga bisa melihat sisa-sisa patung batu Buddha bernama Hotoke-iwa yang sebagian besar hancur akibat gempa bumi besar di masa lalu.

Melanjutkan Perjalanan Menyusuri Jalur Kuno

The stone steps of Nikko’s Takino-o Path in Tochigi Prefecture

Perjalanan dilanjutkan menyusuri Takino-o Path yang suasananya masih sangat terjaga seperti masa lampau. Deretan pohon tua di sepanjang jalan bahkan mungkin sudah ada sejak zaman Shodo Shonin. Meski demikian, permukaan batu yang tidak rata menuntut kewaspadaan ekstra dari setiap pejalan kaki.

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan menemui monumen untuk mengenang seorang sarjana era Heian (794–1185) yang dihormati sebagai lambang kecerdasan. Tidak jauh dari situ, terdapat batu besar bernama Tagake Stone. Di dekat ujung jalur hutan purba ini, terdapat pula Shiraito Waterfall setinggi sekitar 10 meter yang dulunya menjadi tempat favorit biksu Kukai.

Berakhir di Takino-o Shrine

The stone torii of Nikko’s Takino-o Shrine in Tochigi Prefecture

Setelah melewati air terjun, sebuah tangga batu kuno akan mengantar pengunjung menuju Takino-o Shrine. Kompleks ini dibangun oleh Kukai pada tahun 820 setelah ia meyakini perjumpaannya dengan dewi pelindung Futarasan Shrine di lokasi tersebut.

Daya tarik utama kuil ini adalah gerbang torii batu bernama Untameshi-no-Torii. Pengunjung dapat menguji keberuntungan dengan cara melempar kerikil ke dalam lubang kecil di bagian atas gerbang tersebut dalam tiga kali kesempatan.

The main hall of Nikko’s Takino-o Shrine in Tochigi Prefecture

Meskipun bangunan utamanya saat ini berasal dari periode Edo (1603–1868) akibat terjangan cuaca ekstrem Nikko, area kuil ini menyimpan beberapa situs menarik:

  • Sake-no-Izumi: Mata air murni yang konon digunakan Kukai untuk persembahan kepada para dewa dan kini dihormati oleh para pembuat sake karena kejernihannya.
  • Kodane Ishi: Batu yang dipercaya membawa berkah kesuburan bagi mereka yang ingin memiliki keturunan.
  • Goshinobuku: Tiga pohon suci yang menandai lokasi pertemuan pertama Kukai dengan dewi gunung Nikko.
  • Enmubusi-no-Sasa: Titik bagi mereka yang mencari jodoh, di mana pengunjung harus menempelkan selembar kertas atau daun bambu ke ranting menggunakan ibu jari dan kelingking saja.

Kembali ke Pusat Nikko

The Gyoja-do along Nikko’s Takino-o Path in Tochigi Prefecture

Selesai menjelajahi Takino-o Shrine, perjalanan kembali ke area utama Nikko dapat ditempuh melalui jalur alternatif yang menyuguhkan pemandangan indah dan didominasi turunan. Rute ini akan membawa pengunjung keluar tepat di samping Futarasan Shrine setelah melewati bangunan kecil bernama Gyoja-do.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *