Home / Travel / Kuil Omiwa Nara, Tempat Suci Shinto Tertua di Jepang

Kuil Omiwa Nara, Tempat Suci Shinto Tertua di Jepang

The Haiden of Naras Omiwa Shrine

Terletak di bagian selatan Nara Prefecture, Omiwa Shrine dikenal sebagai salah satu kuil tertua di Jepang. Tempat suci ini berada tepat di kaki Gunung Miwa yang dikeramatkan dan memegang peranan penting dalam sejarah perkembangan agama Shinto.

Usia pasti dari Omiwa Shrine tidak diketahui secara pasti, namun kompleks ini diyakini sudah ada bahkan sebelum sejarah tertulis Jepang dimulai serta sebelum masuknya agama Buddha. Karena berasal dari era kuno tersebut, kuil ini tidak memiliki pengaruh sinkretis seperti kebanyakan kuil modern di Jepang. Salah satu keunikannya adalah ketiadaan honden atau aula utama. Sebagai gantinya, kuil ini menjadikan keseluruhan Gunung Miwa sebagai objek pemujaan utama yang berdiri di belakang area kuil.

Meskipun terdapat sebuah haiden atau aula doa, cara tradisional untuk menghormati Omononushi, dewa utama yang bersemayam di Gunung Miwa, adalah dengan mendaki hingga ke puncaknya. Pendakian ini dianggap sebagai bentuk ziarah dan memiliki peraturan yang sangat ketat. Pengunjung dilarang makan, minum, merokok, serta mengambil foto selama berada di area gunung. Selain itu, siapa pun yang ingin mendaki Gunung Miwa wajib meminta izin terlebih dahulu di pihak kuil karena akses ke kawasan suci tersebut sangat dibatasi.

Bagi pengunjung yang tidak berencana mendaki lereng curam Gunung Miwa, terdapat area khusus di belakang haiden untuk menyampaikan doa di hadapan gerbang triple torii yang sangat langka di Jepang. Namun, untuk mencapai titik tersebut, pengunjung harus membuat janji melalui pihak pengelola dan didampingi oleh pendeta Shinto, di mana kemampuan berbahasa Jepang sangat diperlukan.

Cara Menuju ke Sana

The huge torri at the entrance to Nara Prefecture’s ancient Omiwa Shrine

Omiwa Shrine terletak di wilayah Nara Prefecture. Perjalanan menuju ke sana dapat dikombinasikan dengan kunjungan ke Nara Park. Dari area Nara Park, pengunjung dapat menggunakan jalur kereta JR Manyo Mahoroba Line menuju Stasiun Miwa.

Dari Stasiun Miwa, kuil ini dapat dicapai dengan berjalan kaki melewati berbagai toko lokal serta mesin penjual otomatis yang unik. Pendekatan utama yang ideal menuju Omiwa Shrine dimulai dari gerbang torii berukuran raksasa yang menandai batas luar kawasan suci ini. Gerbang tersebut tercatat sebagai salah satu yang terbesar di Jepang.

Area Kompleks Omiwa Shrine

The second torii gate at the entrance to Nara Prefecture’s ancient Omiwa Shrine

Kawasan Omiwa Shrine tergolong sangat luas dan mencakup sekitar 40 kuil pendukung di dalamnya. Dari arah stasiun, pengunjung akan melewati gerbang torii kedua sebelum tiba di paviliun penyucian air atau temizuya.

Setelah menyucikan diri, pengunjung akan mendapati haiden Omiwa Shrine yang dibangun pada akhir tahun 1600-an atas perintah Shogun Tokugawa keempat. Struktur bangunan ini telah ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting.

Bagi yang tertarik mendaki Gunung Miwa untuk pengalaman spiritual yang lebih mendalam, proses perizinan dapat dilakukan di Sakai Shrine, salah satu sub-kuil di dalam kompleks Omiwa Shrine. Pengunjung diwajibkan membayar biaya pendaftaran kecil, mengisi formulir dalam bahasa Jepang, dan mengenakan selempang putih bernama tatsuki sebagai tanda izin resmi memasuki lereng suci.

Destinasi Menarik di Sekitar

The legendary Emperor Jimmu near where Nara Prefecture's ancient Omiwa Shrine is located today

Omiwa Shrine berada di jalur Yamanobe-no-Michi, yang dikenal sebagai salah satu jalur jalan kaki tertua di Jepang. Sepanjang jalur pedesaan sejauh 11 kilometer menuju Tenri City ini, pejalan kaki dapat menjumpai berbagai kuil kecil dan desa tradisional.

Salah satu titik menarik di jalur tersebut adalah Hibara Shrine, kuil cabang yang didedikasikan untuk dewi matahari Amaterasu Omikami dan sering dianggap sebagai pendahulu dari Ise Jingu di Mie Prefecture. Sama seperti kuil utamanya, Hibara Shrine tidak memiliki aula utama dan memuja Gunung Miwa.

Selain itu, wilayah Asuka yang bersejarah sebagai tempat kelahiran Wangsa Yamato dan kota pedagang zaman dulu di Imaicho terletak tidak jauh dari kawasan ini. Pengunjung juga dapat menyempatkan diri singgah ke Mt. Yoshino yang menawarkan pemandangan alam memukau sepanjang tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *