Home / Travel / Menjelajah Narai-juku Nagano, Kota Pos Era Edo 1603–1868

Menjelajah Narai-juku Nagano, Kota Pos Era Edo 1603–1868

The Main Street of Narai Juku

Berkat media sosial seperti Instagram, Narai-juku kini semakin populer dan menarik perhatian banyak pelancong. Selain sangat fotogenik, kota abad pertengahan ini juga menyimpan sejarah yang kaya. Kombinasi antara keindahan visual dan nilai budaya yang kuat menjadikan destinasi ini sangat layak untuk dimasukkan ke dalam rencana perjalanan Anda, terutama jika Anda berencana mengunjungi kota Matsumoto. Perjalanan ke tempat ini dijamin tidak akan mengecewakan.

Pada masa lampau, Narai-juku berfungsi sebagai titik tengah jalur Nakasendo yang menghubungkan pusat kekuatan Keshogunan Tokugawa di Edo dengan ibu kota kuno Kyoto. Sebagai salah satu dari 69 kota pos di sepanjang jalur tersebut, Narai-juku menjadi yang paling makmur karena lokasinya yang strategis, sehingga mendapat julukan “Narai Seribu Rumah” untuk tempat beristirahat para pelancong.

Saat ini, sebagian besar tata kota Narai-juku masih mempertahankan bentuk aslinya dari periode Edo (1603–1868). Bangunan-bangunan di sepanjang jalan utamanya telah dipugar dengan cermat untuk menghadirkan kembali suasana masa lalu. Di sini, pengunjung dapat menemukan berbagai restoran, toko suvenir, dan penginapan tradisional minshuku yang dikelola oleh keluarga lokal. Kendati demikian, bangunan penginapan utama bagi para samurai dan daimyo yang disebut honjin dan wakihonjin tidak berhasil dilestarikan seperti di beberapa kota pos lainnya di Lembah Kiso.

Secara keseluruhan, berkunjung ke Narai-juku akan memberikan pengalaman autentik pada perjalanan Anda di Jepang. Bagi para penggemar sejarah, perjalanan dapat dilanjutkan menyusuri Lembah Kiso menuju kota pos terkenal lainnya seperti Tsumago-juku dan Magome-juku.

Cara Menuju ke Sana

The northern parts of the Kiso Valley in Nagano Prefecture can be reached from Tokyo via Shiojiri Station

Sebelum menikmati berbagai daya tarik di Narai-juku, penting untuk memahami rute perjalanannya. Dari Tokyo, Anda harus menuju ke wilayah Matsumoto di Prefektur Nagano menggunakan kereta Limited Express Azusa dari Stasiun Shinjuku hingga Stasiun Shiojiri. Dari sana, lanjutkan perjalanan dengan kereta lokal menuju Stasiun Narai, di mana deretan bangunan kayu bersejarah dapat dicapai hanya dengan berjalan kaki singkat.

Dengan koneksi kereta yang baik, total waktu perjalanan memakan waktu sekitar tiga jam. Alternatif lainnya, Narai-juku dapat diakses menggunakan mobil sewaan melalui Jalan Tol Chuo atau dengan menumpang Jalur JR Chuo menuju Matsumoto bagi pelancong yang ingin menghemat biaya. Seluruh perjalanan menuju Stasiun Narai juga tercover oleh Japan Rail Pass, sehingga pemegang tiket dapat menghindari biaya tambahan untuk kereta ekspres terbatas.

Selain dari arah Tokyo, Narai-juku juga dapat dicapai dari Nagoya. Anda bisa naik kereta shinkansen ke Stasiun Nagoya, lalu berpindah ke kereta JR Shinano Limited Express menuju Lembah Kiso. Namun, rute langsung dari Nagoya ini umumnya hanya disarankan jika Anda berencana singgah di kota-kota pos lain di sepanjang jalan.

Hal yang Dapat Dilihat di Narai-juku

In addition to the houses and shops along the primary street in this part of Japan, Narai-juku also has other draws like the picturesque Kiso Ohashi

Setibanya di Narai-juku, cara terbaik menikmatinya adalah dengan berjalan santai tanpa terburu-buru mengejar daftar kunjungan wisata. Menikmati suasana dan membayangkan kehidupan masyarakat Jepang pada masa periode Edo (1603–1868) merupakan daya tarik utama dari tempat ini.

Sambil menyusuri jalanan, Anda bisa mampir ke rumah-rumah dua lantai yang kini difungsikan sebagai toko sake lokal, kerajinan pernis, atau restoran mi soba yang menjadi kuliner khas Prefektur Nagano. Berikut adalah beberapa lokasi menarik yang wajib dikunjungi di Narai-juku:

  • The Nakamura Residence
    Tempat tinggal ini merupakan salah satu bangunan yang paling terawat di Narai-juku. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat berbagai barang pusaka keluarga serta interior yang dipertahankan seperti aslinya dengan tiket masuk seharga 300 yen.
  • The Kamidonya Shiryokan
    Kompleks bangunan luas ini dulunya milik seorang pedagang grosir lokal. Bangunan berusia ratusan tahun tersebut kini berfungsi sebagai museum yang menampilkan gambaran kehidupan di kota pos pada masa lalu.
  • Narai-juku’s Notice Board
    Sebelum era digital, Keshogunan Tokugawa menggunakan papan pengumuman ini untuk menyampaikan dekrit kepada masyarakat umum. Meskipun tulisannya sudah memudar, beberapa maklumat masih dapat terbaca bagi mereka yang teliti.
  • Kiso Bridge
    Dikenal sebagai Kiso Ohashi, jembatan lengkung sepanjang 30 meter ini melintasi Sungai Narai dan merupakan salah satu jembatan kayu terpanjang di Jepang. Meskipun dibangun pada era 1990-an, desainnya sangat selaras dengan lanskap desa.

Bagi pelancong yang menyukai tantangan, Anda juga dapat mencoba berjalan kaki melintasi Jalur Torii yang terletak sekitar lima kilometer di selatan dekat kota pos Yabuhara. Jalur trekking ini menawarkan pemandangan Gunung Ontake yang megah serta berbagai kuil kecil dan taman di sepanjang rute Nakasendo.

Objek Wisata Lain di Sekitar

Pre-Meiji era Magome-juku is another post town that is located in the Kiso Valley. The Nakasendo runs right through the center street.

Lembah Kiso masih memiliki beberapa kota pos lain yang tidak kalah menarik, terutama pasangan Magome-juku dan Tsumago-juku. Keduanya tetap mempertahankan estetika era pra-Meiji (1868–1912). Untuk perjalanan menuju ke sana dari Stasiun Narai, Anda dapat menaiki kereta lokal menuju Stasiun Nagiso, dengan kemungkinan transit singkat di Stasiun Kiso-Fukushima. Dari Stasiun Nagiso, Tsumago-juku dapat dicapai dengan taksi atau bus.

Salah satu aktivitas terpopuler di kawasan ini adalah melakukan pendakian antara Tsumago-juku dan Magome-juku. Jika Anda datang dari arah Narai-juku, perjalanan trekking sejauh delapan kilometer ini sebagian besar akan menanjak. Disarankan untuk beristirahat semalam di Tsumago-juku agar barang bawaan dapat dikirim terlebih dahulu ke destinasi berikutnya, sehingga Anda bisa menikmati jalur Nakasendo dengan lebih nyaman.

Untuk kembali ke Nagoya setelah menjelajahi Lembah Kiso, Anda dapat menggunakan kereta Shinano Express atau kereta lokal dari Stasiun Nakatsugawa. Kawasan sekitar stasiun ini juga merupakan bekas kota pos pada periode Edo, sehingga Anda bisa menyempatkan diri menikmati suasana jalan utamanya sebelum mengakhiri perjalanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *