
Selamat datang kembali dalam seri jelajah pariwisata domestik. Melalui tulisan-tulisan ini, saya ingin membuktikan bahwa narasi yang menarik dapat membuat setiap sudut Jepang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan mancanegara. Meskipun awalnya artikel minggu ini dijadwalkan membahas para Yamabushi di Prefektur Yamagata, rencana tersebut harus berubah akibat terjangan Topan Hagibis yang mengacaukan perjalanan. Beruntung, hari Senin lalu bertepatan dengan hari libur nasional, sehingga saya dapat menyempatkan diri melakukan perjalanan sehari singkat.
Kali ini, kita akan menjelajahi Omiya yang terletak di ibu kota Prefektur Saitama. Berjarak sekitar satu jam di sebelah utara Tokyo, kawasan dataran Kanto ini sering kali dianggap sekadar sebagai kota tempat tinggal bagi para pekerja yang beraktivitas di pusat Tokyo. Pandangan tersebut kerap melahirkan julukan bernada merendahkan yaitu “Daisaitama” dari warga Tokyo. Padahal, mereka yang benar-benar mengenal wilayah ini tahu betul bahwa Saitama menyimpan banyak sekali permata tersembunyi yang layak dikunjungi.
Lantas, apa saja yang ditawarkan oleh Omiya? Cukup banyak ternyata. Nama kota ini sendiri secara harfiah terbentuk dari kanji yang berarti “besar” dan “kuil”, merujuk pada Musashi Ichinomiya Hikawa Shrine yang sangat luas. Konon, sebutan tersebut semakin kukuh setelah Kaisar Meiji menempatkan kuil ini di atas kuil-kuil lainnya di wilayah Kanto. Sebelum era tersebut, kompleks ini merupakan kuil utama di bekas Provinsi Musashi. Lebih mengagumkannya lagi, catatan sejarah menunjukkan bahwa usia kuil ini telahmencapai lebih dari 2.400 tahun, atau sezaman dengan puncak kejayaan peradaban Yunani Kuno.
Selain kuil bersejarah tersebut, Omiya juga memiliki sebuah desa bonsai yang luar biasa. Kawasan ini menaungi berbagai pohon berusia lebih dari seribu tahun yang dipamerkan di Omiya Bonsai Art Museum. Lokasinya yang hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki dari kompleks Musashi Ichinomiya Hikawa Shrine menjadikannya destinasi yang sayang untuk dilewatkan.
Cara Menuju ke Sana

Mengingat banyaknya penduduk yang rutin bepergian antara Omiya dan Tokyo setiap hari, akses menuju kota ini tergolong sangat mudah. Anda hanya perlu naik kereta apa pun yang melayani Stasiun Omiya dari Tokyo. Perjalanan secara keseluruhan biasanya memakan waktu sekitar satu jam.
Setibanya di Omiya, Anda hanya perlu berjalan kaki selama lima hingga sepuluh menit untuk mencapai jalur utama menuju Musashi Ichinomiya Hikawa Shrine. Jalan panjang ini dipenuhi oleh deretan pohon sakura yang sangat memukau ketika mekar di musim semi. Keindahan jalur ini semakin lengkap dengan keberadaan tiga gerbang torii berukuran besar, di mana gerbang kedua dulunya berasal dari Meiji Jingu di pusat Tokyo.
Musashi Ichinomiya Hikawa Shrine
Musashi Ichinomiya Hikawa Shrine dikelilingi oleh area hijau yang rimbun dan bangunan pendukung yang megah. Setelah menyusuri jalur utama ke arah utara, Anda akan melewati jembatan batu di atas perairan kecil sebelum menjumpai gerbang Romon bertingkat dua milik kuil. Di dekatnya terdapat paviliun air tempat pengunjung membersihkan diri sebelum memasuki area utama kuil untuk melihat Haiden (balai doa) dan Honden (balai utama).
Dewa yang disemayamkan di Musashi Ichinomiya Hikawa Shrine adalah Susanoo-no-Mikoto, dewa badai dan lautan yang juga merupakan saudara dari dewi matahari Amaterasu Omikami. Menariknya, terdapat lebih dari lima puluh cabang kuil Hikawa di pusat Tokyo, sehingga pengunjung yang belum berkesempatan datang ke Omiya tetap dapat memanjatkan doa di tempat lain.
Jangan lewatkan pula kuil Inari kecil yang terletak di dekat kolam di dalam kompleks kuil. Meskipun ukurannya tidak sebesar Fushimi Inari Shrine di Kyoto, Anda tetap bisa menikmati pengalaman berjalan di bawah deretan gerbang torii.
Mengunjungi Omiya Bonsai Village

Komunitas para maestro bonsai di Omiya awalnya beroperasi di pusat Tokyo sebelum memutuskan untuk pindah menyusul kehancuran akibat Gempa Besar Kanto tahun 1923. Memilih Omiya karena ketersediaan air bersih, lahan yang memadai, dan kondisi tanah yang mendukung, para perajin ini terus menghasilkan karya seni hidup hingga hari ini.
Daya tarik utama di kawasan ini adalah Omiya Bonsai Art Museum yang dibuka pada tahun 2010. Museum ini merawat berbagai pohon bonsai berusia sangat senja, bahkan ada yang telah melewati usia 1,000 tahun. Perawatan berkelanjutan selama ribuan tahun ini menjadikan koleksi tersebut sebagai karya agung yang luar biasa. Omiya Bonsai Village terletak di sisi utara Omiya Park dan dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar sepuluh hingga lima belas menit dari Musashi Ichinomiya Hikawa Shrine.
Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar

Selain kuil dan desa bonsai, terdapat beberapa lokasi menarik lain yang patut dikunjungi di sekitar Omiya:
- Saitama Prefectural Museum of History & Folklore
Terletak di ujung utara Omiya Park, museum ini menyajikan perjalanan sejarah Saitama mulai dari periode Jomon hingga era modern dengan pameran yang informatif. - Omiya Park Zoo
Kebun binatang berukuran compact yang berada di tengah kawasan Omiya Park ini menampilkan berbagai koleksi burung, mamalia, dan reptil eksotis yang dapat dikunjungi secara gratis. - JR East’s Railway Museum
Destinasi wajib bagi para penggemar kereta api yang terletak di dekat Stasiun Omiya, menyajikan berbagai sejarah dan perkembangan perkeretaapian Jepang.








