Home / Travel / Minakami yang Bergunung-gunung | Destinasi Petualangan Outdoor Terbaik di Jepang

Minakami yang Bergunung-gunung | Destinasi Petualangan Outdoor Terbaik di Jepang

Minakami Rafting

Bagi siapa pun yang hanya mengenal kawasan perkotaan di Jepang, mungkin mudah untuk lupa bahwa sebagian besar wilayah negara ini didominasi oleh pegunungan. Faktanya, hanya sekitar 27 persen daratan Jepang yang dikategorikan sebagai dataran rata. Dataran Kanto yang sangat luas—tempat Greater Tokyo berada—sebenarnya adalah sebuah pengecualian. Di wilayah lain di Jepang, lanskap pegunungan adalah hal yang paling lumrah dijumpai. Sebagai seseorang yang sudah cukup sering bepergian dan selalu antusias menjelajahi tempat-tempat terpencil, saya tetap saja kerap dibuat takjub oleh kemegahan jajaran pegunungan di Jepang.

Berbicara soal itu, mari kita bahas mengenai Minakami. Terletak di ujung barat laut Prefektur Gunma yang berbatasan langsung dengan Prefektur Niigata, wilayah ini bagaikan surga dunia bagi para penggemar aktivitas luar ruangan. Telah lama terkenal berkat pemandian air panas dan resor ski yang dimilikinya, kawasan ini dalam beberapa tahun terakhir juga mengalami lonjakan popularitas dalam bidang wisata petualangan. Sebagai contoh, rekan saya Mike Harris mengelola perusahaan Canyons dan rutin mengajak wisatawan asing maupun lokal untuk menjajal berbagai kegiatan ekstrem yang memacu adrenalin.

Kendati demikian, setelah berkunjung langsung ke sana, saya merasa Minakami menyimpan keunikan tersendiri. Bagian dari Prefektur Gunma ini terasa lebih mirip sebagai gabungan dari berbagai komunitas kecil yang terpisah alih-alih menjadi satu kesatuan yang utuh. Pasalnya, bentuk Minakami yang kita kenal sekarang ini merupakan hasil penggabungan yang tergolong baru. Secara historis, wilayah ini dulunya adalah kumpulan kantong-kantong komunitas semi-mandiri yang menempati lembah masing-masing. Baru pada tahun 2005, atau sekitar dua dekade lalu, desa-desa tersebut resmi disatukan menjadi wilayah Minakami seperti sekarang.

Secara keseluruhan, jika Anda menyukai alam dan kegiatan luar ruangan, Minakami adalah destinasi yang sangat tepat. Tempat ini menawarkan pelarian yang menyegarkan dari belantara beton megalopolis Tokyo. Meskipun Anda tidak harus nekat melompat dari jembatan dengan tali bungee, ada banyak sekali kesempatan untuk bertualang. Baik Anda seorang pencari adrenalin maupun pemula di alam bebas, Minakami selalu punya sesuatu yang menarik untuk dicoba.

Cara Menuju ke Sana

A Niigata-bound bullet train in Japan

Mengingat topografinya yang bergunung-gunung, wajar jika sebagian orang mengira Minakami sulit diakses. Untungnya, perjalanan menuju ke sana sebenarnya sangat mudah. Berkat kehadiran kereta cepat Shinkansen yang sangat diandalkan, Anda bisa mencapai kawasan wisata alam ini dalam waktu sedikit lebih dari satu jam. Caranya cukup dengan naik kereta Joetsu Shinkansen jurusan Niigata dari Stasiun Tokyo menuju Stasiun Jomo-Kogen. Anda dapat memanfaatkan layanan seperti Jorudan untuk merencanakan rute terbaik. Jika tidak menggunakan tiket terusan JR Pass, biaya perjalanannya berkisar di angka 5.000 yen.

Setibanya di Minakami, Anda sangat disarankan untuk menyewa kendaraan pribadi. Destinasi ini bukanlah tipe tempat yang ramah untuk dijelajahi hanya dengan mengandalkan transportasi umum. Meskipun ada beberapa jalur bus yang saling terhubung, memahami jadwalnya yang rumit tanpa kemampuan membaca bahasa Jepang akan menjadi tantangan tersendiri. Terlebih lagi, wilayah Minakami sangat luas sehingga banyak waktu akan terbuang di perjalanan jika hanya mengandalkan bus. Bagi wisatawan yang tidak bisa menyetir seperti saya, ada baiknya mempertimbangkan kembali rencana kunjungan kecuali Anda bisa meminta bantuan pihak ryokan atau agen wisata untuk urusan transportasi.

Selama kunjungan saya, saya beruntung karena Mike Harris selaku CEO Canyons bersedia mengantar saya berkeliling. Saya tidak bisa membayangkan betapa melelahkannya perjalanan tersebut jika saya harus mengandalkan bus umum seorang diri.

Keunikan Stasiun Doai yang Misterius

The 486-step descent down to Doai Station’s platform in Minakami, Gunma Prefecture

Seperti yang terlihat pada foto di atas, Stasiun Doai adalah sebuah pemandangan yang tidak biasa. Peron untuk kereta arah utara menuju Stasiun Echigo-Yuzawa terletak sedalam 70 meter di bawah tanah. Untuk mencapainya, Anda harus menuruni 486 anak tangga dari area gerbang tiket. Perjalanan turun ini bahkan memakan waktu hingga 10 menit berjalan kaki bagi pendaki berpengalaman sekalipun. Stasiun Doai tidak dijaga oleh petugas. Jika di wilayah perkotaan besar Anda wajib membeli tiket sebelum masuk, di Stasiun Doai Anda bisa masuk dan melihat-lihat tanpa harus melakukannya terlebih dahulu, sehingga bebas untuk mengambil foto.

Jujur saja, suasananya mengingatkan kita pada gim horor seperti Silent Hill. Selama berada di sana, bulu kuduk saya terus merinding. Di balik tampilannya yang menarik untuk diunggah ke media sosial, saya tidak akan heran jika tiba-tiba ada sesosok makhluk muncul dari dalam bayangan.

Gunung Tanigawa yang Berbahaya

The snowy and ever-dangerous Tanigawadake in Gunma Prefecture’s Minakami

Dikenal sebagai Tanigawadake dalam bahasa Jepang, puncak terjal ini merupakan ikon utama Minakami. Terletak tepat di perbatasan Gunma dan Niigata, gunung setinggi 1.977 meter ini selalu tertutup salju tebal setiap musim dingin. Salju bubuknya yang melimpah sangat ideal untuk olahraga musim dingin seperti papan seluncur salju dan ski. Di tengah-tengah gunung, terdapat resor ski bernama Tanigawadake Tenjindaira. Meskipun tergolong kecil karena hanya memiliki satu kereta gantung dan empat lif, resor ini menawarkan musim operasional yang termasuk paling panjang di Jepang, di mana Anda biasanya masih bisa bermain ski hingga awal April.

Selain area saljunya, Gunung Tanigawa juga menyediakan banyak jalur pendakian yang menarik. Kendati demikian, perlu dicatat bahwa gunung ini tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan di dunia. Sejak awal eksplorasinya pada tahun 1930-an, lebih dari 820 nyawa telah melayang di sini. Sebagai perbandingan, Gunung Everest yang merupakan puncak tertinggi di dunia mencatat sekitar 340 korban jiwa. Lokasi geografisnya menjadi faktor utama bahaya tersebut, di mana sistem cuaca dari benua Asia dan Samudra Pasifik bertemu di kawasan ini, menciptakan kondisi cuaca yang ekstrem dan berbeda dari wilayah sekitarnya.

Oleh karena itu, kecuali Anda adalah pendaki yang sangat berpengalaman, jangan melakukan tindakan sembrono saat menjelajahi Gunung Tanigawa. Cuacanya dapat berubah dalam sekejap tanpa peringatan apa pun, mengubah suasana santai menjadi situasi bertahan hidup. Perubahan cuaca di sisi Niigata dapat dengan cepat merangsek ke sisi Gunma dan menimbulkan kekacauan. Ditambah lagi, ancaman longsor salju juga sering terjadi di sini.

Pemandian Air Panas di Minakami

The riverside Takaragawa Onsen in Gunma Prefecture’s Minakami

Sebagaimana disinggung sebelumnya, Minakami juga sangat terkenal sebagai destinasi pemandian air panas atau onsen. Mengingat banyaknya tebing dan formasi batuan besar di sekitarnya, hal ini tentu bukanlah sebuah kejutan. Tersebar di berbagai lembah Minakami, terdapat sekitar puluhan sumber air panas alami, dan beberapa di antaranya bahkan sangat terkenal di seluruh Jepang. Berendam di salah satu pemandian air panas di sini adalah cara terbaik untuk memulihkan tenaga, terutama pada musim dingin setelah seharian beraktivitas di lereng gunung.

Sebagian besar resor onsen di Minakami terkonsentrasi di sekitar kawasan perkotaan Minakami Onsen. Namun, semakin jauh Anda masuk ke dalam area pegunungan, Anda akan menemukan penginapan bergaya tradisional atau ryokan yang lebih terpencil. Dari sekian banyak pilihan, ada dua tempat yang sangat menonjol dan wajib dikunjungi:

  • Takaragawa Onsen
    Onsenkaku, satu-satunya ryokan di kawasan ini, memiliki kolam pemandian air panas luar ruangan yang legendaris di Jepang. Pemandian campur ini terletak tepat di samping sungai yang mengalir di antara perbukitan berhutan. Terbuka untuk umum maupun tamu menginap, tempat ini tidak boleh dilewatkan jika Anda gemar berendam.
  • Hoshi Onsen
    Tersembunyi di pedalaman pegunungan Minakami, tempat ini menawarkan ketenangan bagi siapa saja yang ingin sejenak menghindari hiruk-pikuk. Sama seperti Takaragawa Onsen, hanya ada satu ryokan di sini yang bernama Chojukan. Fasilitas ini memiliki kolam pemandian kayu campuran yang suasananya seakan membawa Anda kembali ke masa lampau.

Sebagai seorang penggemar onsen yang telah mengunjungi banyak kota pemandian air panas, saya harus akui bahwa fasilitas di Minakami berada di kelas atas. Jika Anda berkunjung, pastikan untuk memasukkan pengalaman berendam onsen ke dalam agenda perjalanan Anda. Terlebih lagi, Prefektur Gunma secara keseluruhan dikenal sebagai gudangnya pemandian air panas berkualitas, dengan nama-nama terkenal seperti Kusatsu Onsen, Ikaho Onsen, dan Manza Onsen yang semuanya berada di prefektur yang sama.

Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar Minakami

Minakami’s Takumi-no-Sato in Gunma Prefecture

Mirip seperti beberapa wilayah lain, Minakami bukanlah destinasi utama yang dipilih semata-mata karena ragam pengalaman budayanya. Kendati daya tarik utamanya adalah wisata petualangan dan alam bebas, ada beberapa opsi menarik bagi para pecinta sejarah. Salah satu yang paling memikat wisatawan mancanegara adalah Takumi-no-Sato. Desa yang tampak sangat asri ini menyediakan berbagai sanggar di mana pengunjung dapat mencoba membuat kerajinan tangan tradisional Jepang.

Takumi-no-Sato terletak di bagian barat Minakami. Dikelilingi oleh pemandangan sawah, kebun apel, dan latar belakang pegunungan, desa ini sangat fotogenik. Selain itu, kawasan ini dulunya merupakan kota pos di jalur Mikuni Kaido, rute perdagangan penting yang pada masa lalu menghubungkan Niigata dan Gunma. Jika Anda sudah puas melakukan kegiatan penjelajahan ngarai yang ekstrem dan mencari aktivitas yang lebih santai, mampir ke Takumi-no-Sato adalah pilihan yang sangat disarankan.

Sampai jumpa di perjalanan berikutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *