Home / Travel / Jalan Bunga Sakura Sungai Motoara, Destinasi Tersembunyi di Saitama

Jalan Bunga Sakura Sungai Motoara, Destinasi Tersembunyi di Saitama

The Motoara River Cherry Blossom Avenues Iconic Stone Steps

Bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan bunga sakura di Jepang tanpa harus berdesak-desakan di tengah lautan manusia seperti di Taman Yoyogi atau Chidorigafuchi, mencari destinasi alternatif yang jarang diketahui orang adalah pilihan yang paling tepat. Salah satu permata tersembunyi yang patut dikunjungi saat musim semi tiba adalah Motoara River Cherry Blossom Avenue.

Terletak di sebelah tenggara Kumagaya, Prefektur Saitama bagian utara, kawasan ini menawarkan keindahan bunga sakura yang membentang di sepanjang aliran sungai sejauh tiga kilometer. Tempat ini dipenuhi oleh sekitar 500 pohon sakura yang membentuk terowongan alami yang sangat memukau, terutama ketika kelopak-kelopaknya mulai berguguran. Meskipun sesekali foto jalurnya yang dihiasi batu pijakan muncul di media sosial, kawasan ini masih tergolong sepi dari turis asing.

Keunggulan utama dari Motoara River Cherry Blossom Avenue adalah aksesnya yang sangat mudah. Hal ini menjadikannya destinasi yang ideal untuk perjalanan sehari dari Tokyo atau sebagai tempat singgah dalam perjalanan menuju destinasi lain di awal bulan April.

Cara Menuju ke Sana

Untuk mencapai lokasi ini dari Tokyo, langkah pertama adalah naik kereta Takasaki Line menuju Fukiage Station di Kota Konosu, Saitama. Mengingat jalur ini sering digunakan oleh para pekerja harian, disarankan untuk memilih kursi Green Car agar perjalanan terasa lebih nyaman dan mendapat kepastian tempat duduk.

Alternatif lainnya bagi pemegang tiket kereta JR Rail Pass adalah dengan menaikkan Shinkansen ke Stasiun Kumagaya, lalu melanjutkan perjalanan dengan Takasaki Line menuju Stasiun Fukiage. Namun, jika tidak memiliki tiket terusan tersebut, merogoh kocek ekstra untuk Shinkansen tidak terlalu disarankan karena selisih waktu tempuhnya tidak terlalu signifikan dibanding menggunakan Takasaki Line secara langsung.

Setibanya di Stasiun Fukiage, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 5 hingga 10 menit. Keluar melalui gerbang utara, cukup ikuti jalan utama lurus hingga menjumpai jembatan yang melintasi Sungai Motoara.

Menikmati Pemandangan dan Spot Foto Terbaik

Daya tarik utama dari Motoara River Cherry Blossom Avenue adalah suasana sungainya yang tenang untuk berjalan-jalan santai menikmati pemandangan musim semi. Selain jembatan biasa yang melintang setiap 500 meter, terdapat pula undakan batu penyeberangan yang sangat fotogenik apabila diambil dari sudut pandang dari atas.

Salah satu titik terbaik untuk mengambil foto berada di sekitar jembatan Sakurabashi. Meskipun seringkali ada fotografer dan model yang mengantre di area tersebut, masih banyak sudut lain di sepanjang tepi sungai yang tidak kalah indah dan jauh dari keramaian.

Menjelang malam hari, warga setempat terkadang mengadakan acara iluminasi saat musim puncak mekarnya sakura. Menghabiskan waktu hingga petang di tempat ini akan memberikan pengalaman melihat bunga sakura dalam balutan pencahayaan lampu yang romantis, sebuah momen yang sering terlewatkan oleh wisatawan mancanegara.

Destinasi Wisata di Sekitar Saitama

Nanohana & Blossoms at Kumagaya Sakura Tsutsumi

Lokasi Motoara River Cherry Blossom Avenue yang strategis memudahkan pengunjung untuk merangkai perjalanan wisata sakura ke beberapa tempat menarik lainnya di wilayah sekitar.

Setelah puas menikmati Sungai Motoara, perjalanan dapat dilanjutkan kembali dari Stasiun Fukiage menuju Kota Kumagaya untuk mengunjungi Kumagaya Sakura Tsutsumi. Kawasan ini menyajikan pemandangan kontras yang luar biasa antara bunga sakura berwarna merah muda dan hamparan bunga kanola (nanohana) berwarna kuning cerah di sepanjang Sungai Arakawa.

Dari sana, perjalanan bisa diteruskan dengan menaiki Chichibu Railway dari Stasiun Ishiwara menuju kawasan pegunungan Chichibu untuk mengunjungi Taman Hitsujiyama. Selain terkenal dengan bunga shibazakura, taman ini juga memiliki pohon-pohon sakura jenis weeping cherry yang berlatar belakang Gunung Buko.

Bagi yang memiliki tiket terusan kereta regional, perjalanan masih bisa diperpanjang menuju Kastil Ueda atau menikmati keindahan alam Gunung Myogi di Prefektur Gunma yang sama memukaunya saat musim semi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *