Bagi siapa pun yang rutin menjelajahi destinasi wisata di Jepang, bulan November selalu menjadi waktu yang istimewa untuk kembali berkunjung ke kawasan Nikko. Selain menyuguhkan pemandangan musim gugur yang memukau, wilayah ini kerap menawarkan rute petualangan baru. Dalam perjalanan terbaru, eksplorasi difokuskan pada kawasan pemandian air panas Kawaji Onsen dan Ngarai Ryuokyo, dua tempat yang menyimpan potensi besar untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara.
Meskipun belum begitu populer di kalangan arus utama pelancong asing, pasangan destinasi ini sangat cocok bagi mereka yang mendambakan ketenangan terpencil namun tetap berada dalam jangkauan mudah dari objek ikonik seperti Toshogu Shrine dan Edo Wonderland. Terlebih lagi, lanskap Kawaji Onsen dan Ryuokyo tampak begitu fotogenik saat musim dedaunan berubah warna.
Bagi pelancong berpengalaman yang ingin keluar dari jalur wisata konvensional di Nikko, memasukkan Kawaji Onsen dan Ryuokyo ke dalam rencana perjalanan tentu akan memberikan pengalaman yang menyegarkan dan sudut pandang baru yang berbeda.
Cara Menuju ke Sana

Akses menuju Kawaji Onsen dan Ryuokyo tergolong cukup praktis. Pengunjung dapat menumpang kereta Limited Express Revaty atau SPACIA X milik Tobu Railway dari Stasiun Asakusa menuju Stasiun Kinugawa Onsen. Dari titik tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan kereta lokal Yagan Railway yang melayani rute hingga wilayah Aizu di Prefektur Fukushima. Karena jadwal kereta yang tidak begitu sering, disarankan untuk memeriksa waktu keberangkatan terlebih dahulu menggunakan aplikasi layanan transit seperti Jorudan.
Sebagian besar akomodasi di Kawaji Onsen terletak agak jauh dari Stasiun Kawaji Onsen. Oleh karena itu, turun di Stasiun Kawaji-Yumoto akan jauh lebih menguntungkan bagi pelancong tanpa kendaraan pribadi, mengingat letaknya yang lebih dekat dengan kluster ryokan dan hotel setempat.
Mengingat daya tarik utama kawasan ini adalah relaksasi dan keindahan alam, waktu terbaik untuk tiba adalah pada sore hari menggunakan kereta Limited Express Revaty agar bisa langsung menikmati makan malam di ryokan. Dengan mendedikasikan keesokan harinya untuk menjelajahi area sekitar, waktu yang tersedia sudah lebih dari cukup sebelum melanjutkan perjalanan ke Nikko.
Menginap di Kawaji Onsen

Terletak di tepi Sungai Kinugawa, kota pemandian air panas ini merupakan salah satu yang paling terkemuka di Prefektur Tochigi, meski namanya masih asing di telinga wisatawan internasional. Pada masa periode Edo (1603–1868), kawasan ini berfungsi sebagai kota pos yang menghubungkan Kota Nikko saat itu dengan Aizu-Wakamatsu di Prefektur Fukushima. Seiring berjalannya waktu, wilayah di sekitar titik temu Sungai Kinugawa dan Sungai Ojika ini berkembang menjadi resor peristirahatan yang menenangkan.
Berbeda dengan destinasi onsen lain yang sarat objek wisata, Kawaji Onsen lebih ditujukan untuk melepas penat bersama orang terdekat maupun menikmati waktu sendiri. Aktivitas di sini berpusat pada menikmati suasana santai, menyusuri pertokoan menawan di dekat Sungai Ojika, atau mencicipi kroket legendaris yang sangat populer di kalangan warga lokal.
Menikmati Keindahan Ngarai Ryuokyo

Berada di sebelah selatan Kawaji Onsen, Ryuokyo atau yang berarti Ngarai Raja Naga merupakan lembah curam sepanjang tiga kilometer yang terbentuk dari aktivitas vulkanik purba serta erosi Sungai Kinugawa. Transportasi ke lokasi ini sangat mudah dicapai dari Kawaji Onsen dengan menaiki Yagan Railway selama satu atau dua pemberhentian saja.
Begitu keluar dari Stasiun Ryuokyo yang berada di bawah tanah, pengunjung akan langsung menemukan area parkir serta jejeran warung dan rumah makan. Di antara deretan kios tersebut, terdapat sebuah jalan setapak sempit yang menuntun langsung ke arah ngarai. Jalur trekking di sini menawarkan pemandangan alam yang memukau dengan beberapa titik menarik seperti Kuil Goryuo yang didedikasikan untuk lima raja naga serta Jembatan Nijimi.
Karena area sekitar Ryuokyo tidak memiliki banyak pilihan hotel, wisatawan disarankan untuk mencari penginapan di Kawaji Onsen atau memilih kawasan Kinugawa Onsen yang letaknya tidak jauh di sebelah selatan.
Menjelajahi Kota Nikko

Kunjungan ke Kawaji Onsen dan Ryuokyo akan terasa kurang lengkap tanpa menyempatkan diri singgah di Nikko. Sebagai pusat spiritual yang terletak di lereng bukit yang tenang, kota ini menyimpan beberapa kompleks kuil dan situs bersejarah paling menakjubkan di Jepang, termasuk Toshogu Shrine yang megah dan kuil bersejarah Rinno-ji.
Berikut adalah beberapa daya tarik utama di sekitar kawasan Toshogu Shrine yang patut dimasukkan ke dalam daftar kunjungan:
- Nikkozan Rinno-ji
Kuil kuno yang didirikan oleh Shodo Shonin selaku pendiri Nikko - Taiyuin-byo
Mausoleum megah tempat peristirahatan shogun ketiga, Tokugawa Iemitsu - Futarasan Shrine
Kuil yang memuja tiga gunung suci di Kota Nikko - Kanmangafuchi Abyss
Deretan patung Jizo misterius yang terletak di tepi Sungai Daiya - Tamozawa Imperial Villa
Kediaman peristirahatan keluarga kekaisaran yang dikelilingi lanskap asri
Pesona Nikko mencapai puncaknya pada musim gugur saat dedaunan berubah warna menjadi kemerahan dan keemasan. Kombinasi antara kekayaan warisan budaya dan keindahan alam menjadikan wilayah ini sebagai salah satu destinasi musim gugur terbaik di Jepang.
Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar

Selain lokasi-lokasi di atas, Prefektur Tochigi masih menyimpan banyak destinasi menarik yang layak dikunjungi. Furumine Shrine, yang terletak di atas pegunungan sebelah selatan Nikko, merupakan salah satu rekomendasi terdekat dengan sejarah yang telah berjalan lebih dari 1,300 tahun. Tempat suci ini mendedikasikan penghormatannya kepada pangeran legendaris Yamato Takeru serta makhluk mitologi tengu.
Pilihan destinasi lain yang tak kalah menarik adalah Kota Utsunomiya selaku ibu kota prefektur. Terkenal berkat kuliner gyoza yang lezat, Utsunomiya juga menawarkan berbagai situs budaya seperti kompleks kuil Oya-ji, Oya History Museum, hingga kebun bambu Four Seasons Bamboo Forest Wakayama Farm.
Bagi pelancong yang berjiwa petualang, rute dari Kawaji Onsen dan Ryuokyo juga dapat dihubungkan langsung menuju Aizu-Wakamatsu dan Ouchijuku melalui jalur kereta api yang melintasi wilayah utara, menghadirkan pengalaman perjalanan yang jarang dijamah oleh wisatawan pada umumnya.








