Home / Travel / Mengenal Iwakuni, Destinasi Tambahan yang Menarik untuk Perjalanan ke Hiroshima & Miyajima

Mengenal Iwakuni, Destinasi Tambahan yang Menarik untuk Perjalanan ke Hiroshima & Miyajima

The View from the Top of Iwakuni Castle

Kota Iwakuni sebenarnya sudah lama masuk dalam daftar destinasi yang ingin saya kunjungi. Walaupun lokasinya berada sangat dekat dengan pulau suci Miyajima di prefektur tetangga, berbagai kesempatan kerap terlewat hingga akhirnya saya bisa berkewajiban mencoretnya dari daftar lewat proyek #HostTownRelay dari Tokyo Creative. Menengok kembali ke belakang, saya merasa sedikit menyesal mengapa baru sekarang menyempatkan diri berkunjung ke permata tersembunyi yang luar biasa ini. Baik dijadikan sebagai destinasi tambahan dari Miyajima maupun petualangan dua hari penuh, Iwakuni adalah sebuah kawasan wisata lokal yang semestinya mendapat perhatian jauh lebih besar.

Pertama kali saya mengetahui keberadaan Iwakuni beserta Jembatan Kintai yang ikonik adalah saat melakukan penjelajahan awal di Jepang untuk mencari objek wisata di luar jalur utama. Ketertarikan saya semakin terpancing ketika mendapati kenyataan bahwa ahli pedang tersohor, Sasaki Kojiro, berasal dari Iwakuni. Tokoh tangguh dari awal periode Edo (1603–1868) ini merupakan segelintir kesatria yang kemampuannya hampir menyaingi pendekar legendaris Miyamoto Musashi. Kisah epik tersebut diabadikan dengan apik oleh Yoshikawa Eiji dalam novel “Musashi” yang meski memiliki tebal hampir 1.000 halaman, sangat saya rekomendasikan untuk dibaca.

Selain memiliki ikatan sejarah dengan Sasaki Kojiro, Iwakuni juga terhubung dengan Amerika Serikat. Wilayah ini pernah berpotensi menjadi kota tuan rumah bagi beberapa tim asal Amerika, serta menjadi lokasi pangkalan militer Marine Corps Air Station Iwakuni (MCAS Iwakuni) di bagian selatan pinggiran kota. Kendati demikian, Iwakuni tetap mempertahankan nuansa khas Jepang yang kental dan tidak terlalu kebaratan seperti kawasan sekitar pangkalan Komando Armada Yokosuka di Prefektur Kanagawa.

Jika Anda berencana mengunjungi Miyajima dan Hiroshima serta mencari tambahan destinasi bersejarah di kawasan tersebut, menjelajahi Iwakuni adalah pilihan yang tepat. Letaknya yang strategis di sekitar Jembatan Kintai memudahkan wisatawan merangkum sebagian besar objek wisata utama dalam waktu kurang dari setengah hari, tanpa harus mengubah jadwal liburan secara drastis.

Cara Menuju ke Sana

A train heading towards Iwakuni in Yamaguchi Prefecture from Hiroshima Station

Seperti yang telah disinggung, Iwakuni tidak berjarak jauh dari pulau populer Miyajima di Prefektur Hiroshima. Perjalanan kereta dari Stasiun Miyajimaguchi menuju Stasiun Iwakuni hanya memakan waktu sekitar dua puluh dua menit saja. Sementara itu, perjalanan langsung dari pusat Kota Hiroshima memerlukan waktu sedikit di bawah satu jam. Dengan kemudahan akses tersebut, sulit menemukan destinasi tersembunyi di Jepang dengan logistik yang lebih praktis daripada ini.

Setibanya di Stasiun Iwakuni, Anda perlu melanjutkan perjalanan dengan bus umum karena lokasi stasiun cukup jauh dari Jembatan Kintai dan area wisata utama. Bagi wisatawan asing, proses ini cukup mudah karena Anda dapat menggunakan kartu IC seperti Suica, dan sebagian besar papan petunjuk telah dilengkapi bahasa Inggris berkat keberadaan pangkalan militer di sana. Anda hanya perlu menaiki bus dari halte nomor satu yang menuju ke Jembatan Kintai.

Bagi pelancong yang berangkat langsung dari Tokyo, Iwakuni memiliki stasiun kereta peluru (shinkansen) sendiri yang dilayani oleh kereta Kodama yang lebih lambat. Memanfaatkan JR Rail Pass untuk naik kereta Kodama sampai ke Iwakuni bisa menjadi strategi perjalanan yang efisien sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke arah Hiroshima melalui Miyajima untuk mampir ke Kuil Itsukushima, Gunung Misen, hingga Kubah Bom Atom.

Objek Wisata Menarik di Iwakuni

Iwakuni’s iconic Kintai Bridge in Yamaguchi Prefecture

Jembatan Kintai merupakan simbol utama Iwakuni sekaligus salah satu dari tiga struktur jembatan terindah di Jepang. Landmark kayu yang ditopang oleh pilar-pilar batu kokoh ini memiliki lima lengkungan yang membentang di atas Sungai Nishiki. Pertama kali didirikan pada tahun 1673 oleh penguasa feodal ketiga Iwakuni, jembatan ini dirancang khusus untuk menahan arus deras dan banjir yang kerap menghancurkan jembatan-jembatan sebelumnya pada masa periode Edo (1603–1868).

Dari segi sejarah teknik sipil, Jembatan Kintai sangat penting karena menghubungkan kawasan hunian kelas pekerja di satu sisi dengan pusat pemerintahan dan kawasan samurai berstatus tinggi di sisi seberang Sungai Nishiki, yakni di area Yokoyama. Tanpa adanya jembatan ini, kedua belah wilayah tersebut akan terisolasi satu sama lain.

A statue of Kikkawa Hiroyoshi in Iwakuni’s Kikko Park

Menyeberangi Jembatan Kintai dikenakan biaya penyeberangan sebesar 310 yen yang digunakan untuk pemeliharaan struktur bersejarah ini. Setibanya di seberang, Anda akan langsung memasuki Taman Kikko, yang berdiri di atas bekas kediaman Kikkawa Hiroyoshi, sang penguasa yang memerintahkan pembangunan jembatan tersebut. Patung dirinya dapat langsung dijumpai di area taman yang kini dipenuhi oleh berbagai museum serta penjual makanan.

Salah satu keunikan di Taman Kikko adalah variasi es krim lembut (soft serve) dengan berbagai rasa yang tidak biasa, mulai dari labu, belasan varian vanila, hingga rasa ikan manis ayu yang ekornya sengaja dibiarkan mencuat keluar dari es krim.

Selain jajanan unik tersebut, Taman Kikko juga dikelilingi oleh berbagai fasilitas budaya dan sejarah:

  • Iwakuni Art Museum
    Museum ini menyimpan koleksi senjata dan zirah samurai terbaik yang pernah saya temui, dengan beberapa artefak bahkan pernah dipinjamkan ke institusi bergengsi seperti Metropolitan Museum of Art di New York, dan sebagian telah ditetapkan sebagai harta karun nasional.
  • Iwakuni Antiquities Museum
    Fasilitas gratis yang terletak di tepi Taman Kikko ini memamerkan berbagai barang bersejarah dari masa lalu kota kastil tersebut.
  • Kikkawa Archives
    Tempat ini menyimpan berbagai artefak peninggalan keluarga Kikkawa, meskipun seluruh keterangan di dalamnya tertulis dalam bahasa Jepang.
  • Iwakuni Shirohebi Museum
    Kompleks khusus yang menampilkan ular-ular putih langka asli Iwakuni yang dianggap sebagai pertanda baik oleh warga setempat. Terdapat ular-ular hidup di dalam museum ini.
  • Kikko Shrine
    Kuil leluhur keluarga Kikkawa yang berlokasi strategis tepat di luar batas Taman Kikko.
  • Sasaki Kojiro’s Statue
    Patung penghormatan untuk sang pendekar pedang legendaris yang berdiri di sebelah Arsip Kikkawa.
  • Iwakuni-zushi
    Kuliner khas setempat berupa sushi tekan berlapis-lapis dalam porsi besar dengan bagian atas berwarna merah muda, yang dapat dicicipi di berbagai restoran lokal seperti Hirasei.
Iwakuni Castle in Yamaguchi Prefecture

Di dalam Taman Kikko, terdapat pula stasiun kereta gantung (ropeway) Iwakuni yang akan membawa pengunjung mendaki lereng Gunung Yokoyama menuju Kastil Iwakuni. Meskipun bangunan kastil saat ini merupakan rekonstruksi beton bertulang dari tahun 1962, bagian dalamnya memamerkan koleksi senjata serta zirah samurai yang memukau. Dari dek observasi di lantai teratas, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah Jembatan Kintai dan bentang alam sekitarnya.

Tiket masuk kastil seharga 270 yen belum termasuk biaya kereta gantung. Agar lebih hemat, disarankan untuk membeli tiket terusan seharga kurang dari 1.000 yen yang mencakup tiket jembatan, kereta gantung, dan tiket masuk kastil sekaligus.

Destinasi Menarik Lain di Sekitar Iwakuni

Itsukushima Shrine in Hiroshima Prefecture which is right next to Iwakuni

Perjalanan ke Iwakuni sangat ideal jika digabungkan dengan kunjungan ke Miyajima, dan menginap semalam di pulau suci tersebut akan memberikan pengalaman yang lebih tenang setelah keramaian siang hari mereda.

Bagi yang ingin mencari pengalaman kuliner unik di dekat Iwakuni, restoran Irori Sanzoku di wilayah Kuga layak untuk dikunjungi. Restoran ini mengusung tema sarang bandit gunung masa lalu dengan dekorasi dan suasana yang teatrikal. Menu yang disajikan pun menyesuaikan konsep tersebut, seperti sanzoku-yaki (ayam panggang bambu) dan sanzoku-musubi (kepalan nasi berukuran besar berisi salmon, kombu, dan umeboshi).

Kendati menawarkan suasana yang tidak biasa, akses menuju Irori Sanzoku membutuhkan sedikit usaha. Jika menggunakan kendaraan sewa, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 20 menit. Namun bagi pengguna transportasi umum, Anda harus naik Jalur Gantoku ke Stasiun Kimmeji dilanjutkan berjalan kaki selama 10 menit. Mengingat jadwal kereta yang tidak begitu sering, perjalanan ini dapat menghabiskan waktu setengah hari, sehingga disarankan untuk merencanakannya pada waktu makan malam agar tidak mengganggu jadwal jelajah Iwakuni.

Terakhir, bagi para pelancong yang merindukan cita rasa barat, terdapat sejumlah gerai makanan di dekat pangkalan militer MCAS Iwakuni, meskipun menikmati kuliner lokal seperti Iwakuni-zushi tetap menjadi rekomendasi utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *