Home / Travel / Menelusuri Kota Imabari, Sentra Pembuatan Kapal di Prefektur Ehime

Menelusuri Kota Imabari, Sentra Pembuatan Kapal di Prefektur Ehime

A Imabari Shipbuilding Shipyard

Selamat datang di Kota Imabari yang terletak di Prefektur Ehime, Shikoku. Berada di seberang rute jembatan terkenal Shimanami Kaido yang menghubungkan Shikoku dengan pulau utama Jepang, Honshu, kota pelabuhan ini merupakan wilayah terbesar kedua di Ehime. Saat ini, Imabari sangat terkenal dengan produk handuk berkualitas tinggi dan sering kali menjadi titik akhir bagi para pelancong yang menyeberangi Laut Pedalaman Seto menggunakan sepeda. Meski demikian, ada banyak daya tarik tersendiri di kawasan ini yang patut untuk disimak.

Dari segi sejarah dan kebudayaan, wilayah Imabari sejak dulu memegang peran strategis dalam menguasai Laut Pedalaman Seto. Kawasan ini dulunya dikendalikan oleh Murakami Suigun, sebuah klan maritim yang sering disebut sebagai “bajak laut” Laut Pedalaman Seto selama periode perang saudara di Jepang. Setelah era tersebut, Imabari berkembang menjadi kota kastil yang sibuk dengan Imabari Castle sebagai pusat pertahanannya di bawah kekuasaan Keshogunan Tokugawa.

Seiring berjalannya waktu, Imabari tumbuh menjadi pusat industri pembuatan kapal dan fasilitas servis maritim terbesar di Jepang. Ditambah dengan industri tekstilnya yang memproduksi lebih dari 60% total kebutuhan handuk di Jepang, reputasi kota ini dibangun atas kemampuan mereka merakit kapal laut unggulan dengan cepat. Walaupun bukan destinasi yang wajib dikunjungi secara mutlak, menyempatkan waktu beberapa jam untuk menjelajahi kota ini sebelum naik kereta seusai merampungkan Shimanami Kaido adalah keputusan yang cukup sepadan.

Cara Menuju ke Sana

JR’s Shiokaze Limited Express traveling on elevated tracks through an urban area, en route to Imabari, the country’s capital for towel production.

Ada beberapa cara untuk mencapai Kota Imabari. Sebagian besar wisatawan mancanegara biasanya tiba di kota pelabuhan ini dengan bersepeda melewati Shimanami Kaido dari Kota Onomichi di Prefektur Ehime. Kendati demikian, itu bukan satu-satunya pilihan transportasi yang tersedia. Pilihan Anda akan sangat bergantung pada titik keberangkatan awal Anda.

Bagi Anda yang berangkat dari Tokyo atau Osaka menggunakan kereta, rute terbaik adalah menuju Stasiun Okayama terlebih dahulu. Dari sana, Anda dapat menumpang kereta Shiokaze Limited Express yang melaju hingga Stasiun Matsuyama. Perjalanan menuju Stasiun Imabari ini memakan waktu sedikit lebih dari dua jam. Pastikan untuk memeriksa jadwal keberangkatan secara berkala. Anda juga bisa menaiki kereta yang sama jika datang dari arah Matsuyama.

Selain kereta Shiokaze dari Okayama, tersedia pula bus jalan raya yang berangkat dari Prefektur Hiroshima. Keunggulan menggunakan bus adalah Anda bisa turun di berbagai pemberhentian di sepanjang jalur Shimanami Kaido sebelum tiba di Imabari. Kita akan membahas alasan mengapa Anda mungkin ingin turun di tengah jalan pada bagian akhir artikel ini. Untuk saat ini, catatlah bahwa bus merupakan alternatif transportasi yang sangat layak.

Menyeberangi Laut Pedalaman Seto

Cyclist riding across the dedicated bicycle lane on Kurushima Kaikyo Bridge, part of the Shimanami Kaido route, with clear skies and mountainous islands visible in the distance.

Bagi kebanyakan pelancong asing, Imabari biasanya hanya disinggahi saat mereka bersepeda melintasi Shimanami Kaido. Walaupun kawasan barat laut Shikoku ini menarik untuk dikunjungi, sebenarnya ada banyak destinasi lain yang lebih mudah diakses. Jadi, kecuali jika Anda memang berencana bersepeda menyeberangi Shimanami Kaido, waktu liburan Anda di Jepang mungkin bisa dialokasikan ke tempat lain.

Saya tidak akan membahas detail teknis bersepeda di Shimanami Kaido dalam artikel ini, karena sudah banyak panduan serupa yang tersedia di internet. Namun, satu saran penting adalah mulailah perjalanan dari Onomichi menuju Imabari, bukan sebaliknya. Infrastruktur jalur sepeda dari arah tersebut jauh lebih memadai, begitu pula dengan kemudahan logistik kepulangan atau melanjutkan perjalanan ke wilayah Shikoku lainnya.

Pengecualian bagi saran untuk melewati Imabari ini berlaku jika Anda menggunakan mobil sewaan untuk berkendara melintasi Shimanami Kaido, atau jika Anda sedang menjalani ziarah suci Ohenro di Shikoku yang mengharuskan Anda mengunjungi beberapa kuil di dalam wilayah administratif Imabari. Singkat kata, meskipun Imabari memiliki sejumlah daya tarik, kota ini kurang kuat jika berdiri sendiri sebagai destinasi wisata tunggal.

Jembatan Kurushima Kaikyo

Sunset view of the Kurushima Kaikyo Bridge stretching across the Seto Inland Sea, connecting a series of small islands to the Takanawa Peninsula in Ehime.

Lantas, apa saja sebenarnya yang ditawarkan oleh Kota Imabari? Cukup banyak, terutama jika Anda datang dengan bersepeda. Salah satunya adalah Jembatan Kurushima Kaikyo. Menghubungkan Pulau Oshima dengan daratan utama Shikoku, jembatan gantung sepanjang 4.015 meter ini diresmikan pada tahun 1999 dan terdiri dari enam menara serta empat blok angkur. Jembatan ini pada dasarnya merupakan bagian akhir dari rute Shimanami Kaido sebelum memasuki wilayah Imabari.

Meskipun merupakan mahakarya teknik modern, keindahan Jembatan Kurushima Kaikyo sulit dinikmati sepenuhnya saat Anda sedang melintas di atasnya. Struktur megah yang memegang rekor sebagai jembatan gantung tiga bentang terpanjang di dunia ini paling pas dipandang dari puncak Gunung Kiro di ujung selatan Pulau Oshima. Berlokasi di sana, Taman Observasi Gunung Kiro dianggap sebagai salah satu titik pandang terbaik di Shikoku yang menyuguhkan panorama kapal-kapal melintasi Selat Kurushima serta gugusan pulau di sekitarnya.

Mencapai puncak Gunung Kiro bukanlah hal mudah, terutama bagi para pesepeda yang harus mengayuh menanjak. Kendati demikian, sesampainya di atas, Anda akan disambut oleh dek observasi baja modern rancangan arsitek pemenang Pritzker Prize, Kengo Kuma. Desain bangunan ini sengaja dibuat menyatu dengan alam sekitar guna menjaga keaslian lanskapnya.

Untuk menghibur para pesepeda yang lelah mendaki, penduduk lokal menjual es krim garam di dekat sana. Menu ini berfungsi sebagai penambah tenaga instan sekaligus menggantikan elektrolit tubuh yang hilang selama perjalanan menanjak. Sayangnya, sepanjang jalur pendakian, Anda akan menemui papan-papan petunjuk yang menggoda dengan gambar es krim tersebut sekaligus mengingatkan sisa kilometer yang harus ditempuh, yang terkadang justru terasa sedikit melelahkan secara mental.

Terlepas dari rasa lelahnya, melewatkan kunjungan ke Gunung Kiro adalah sebuah kerugian jika Anda berada di sekitar area tersebut. Selain menyuguhkan pemandangan Jembatan Kurushima Kaikyo yang luar biasa, pencapaian ini terasa seperti sebuah ritual tersendiri. Hanya saja, bersiaplah merasa sedikit iri pada pelancong yang menjelajahi Shimanami Kaido menggunakan mobil sewaan saat Anda harus mengayuh sepeda sendiri.

Sekitar Stasiun Imabari

Characterized by its seawater moats and high stone walls, Imabari Castle is one of the artworks of the Edo period (1603–1868). It’s what this seaside urban center is know for along with towels.

Tidak jauh dari Stasiun Imabari, terdapat beberapa tempat menarik yang layak dikunjungi setelah menyelesaikan rute Shimanami Kaido. Objek wisata utama di sini adalah Kastil Imabari. Terletak di pusat kota, benteng samurai ini menghadap langsung ke Laut Pedalaman Seto yang airnya dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem pertahanan alami. Parit kastil ini diisi langsung oleh air laut, menjadikannya salah satu dari tiga kastil air atau mizujiro terkenal di Jepang bersama Kastil Takamatsu di Prefektur Kagawa dan Kastil Nakatsu.

Sayangnya, bangunan asli Kastil Imabari sempat dibongkar pada akhir periode Edo (1603–1868), dan struktur yang berdiri saat ini merupakan hasil rekonstruksi beton bertulang. Kendati demikian, tampilannya tetap memukau dan layak untuk dialokasikan waktu sekitar satu jam guna dijelajahi. Di dalam menara utamanya terdapat museum yang merekam jejak sejarah Imabari sebagai kota pelabuhan pesisir.

Selama berada di kota ini, jangan lewatkan kesempatan mencicipi kuliner khas Imabari bernama yakibuta tamago meshi. Hidangan ini terdiri dari irisan daging babi berbumbu di atas nasi hangat yang disempurnakan dengan telur setengah matang serta siraman saus manis beraroma lada. Salah satu kedai paling populer untuk menikmati menu ini adalah Shigematsu Hanten, yang terletak di sisi seberang stasiun dari arah kastil.

Bagi yang tertarik dengan wisata spiritual, sebagian besar kuil dalam jalur ziarah 88 tempat suci Buddha Shikoku Henro letaknya cukup jauh, yakni sekitar satu jam berjalan kaki dari pusat kota. Hanya Nankobo-ji, kuil ke-55, yang cukup mudah dicapai dengan berjalan kaki. Anda memang bisa naik bus lokal menuju kuil ke-54 dan ke-56, tetapi membawa sepeda akan jauh lebih efisien jika Anda ingin singgah sejenak di situs-situs ziarah tersebut.

Jika Anda masih memiliki waktu luang dan ingin melihat langsung simbol industri lokal Imabari, kunjungilah Towel Museum Ichihiro. Tempat unik ini sepenuhnya didedikasikan untuk merayakan pencapaian kota tersebut di bidang tekstil. Di dalamnya, Anda bisa melihat berbagai instalasi seni raksasa dari handuk serta pameran proses pembuatannya. Tempat ini mungkin terdengar tidak biasa, namun sangat cocok bagi kota yang sangat serius memproduksi handuk.

Sebagai penutup aktivitas fisik Anda, terdapat sebuah pemandian umum yang luar biasa hanya beberapa menit dari stasiun. Dikenal sebagai Shimanami Hot Spring Kisuke-no-Yu, tempat ini sangat pas untuk membersihkan diri dari keringat usai menempuh perjalanan bersepeda sejauh 60 kilometer dari Onomichi. Lokasinya yang dekat dengan stasiun juga menjadikannya tempat ideal untuk bersantai sembari menunggu kedatangan kereta ekspres Shiokaze.

Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar Imabari

Time-lapse shot of Dogo Onsen Honkan glowing at night, with light trails from passing traffic wrapping around the historic bathhouse in the heart of Matsuyama.

Mari kita bahas beberapa wilayah tetangga yang bisa dikunjungi bersamaan dengan Imabari. Pertama, Anda bisa dengan mudah menaiki kereta Shiokaze Limited Express menuju Stasiun Matsuyama di kota Matsuyama. Di sana, Anda dapat mengunjungi Kastil Matsuyama yang megah, salah satu dari segelintir kastil di Jepang yang mempertahankan menara aslinya. Tidak jauh dari sana terdapat kawasan pemandian air panas Dogo Onsen, yang menaungi Dogo Onsen Honkan—gedung pemandian bersejarah yang konon menjadi inspirasi dalam film animasi Studio Ghibli, Spirited Away.

Kembali ke dekat Imabari, terdapat sejumlah situs yang berkaitan dengan Murakami Suigun, kelompok tentara bayaran atau “bajak laut” yang menguasai Laut Pedalaman Seto pada abad ke-16. Sebagai bagian penting dari sejarah Jepang yang kerap luput dari perhatian wisatawan asing, klan ini menguasai arus laut kawasan tersebut hingga masa penyatuan negeri tercapai.

Meskipun jejak mereka tersebar di berbagai pulau di Laut Pedalaman Seto, lokasi terbaik untuk dikunjungi oleh pelancong di Imabari adalah Museum Murakami Kaizoku. Berada di Pulau Oshima, museum ini menyimpan berbagai artefak dan informasi mendalam mengenai klan maritim tersebut. Di dekat pintu masuk museum juga terdapat tempat makan siang yang lezat, sehingga sangat cocok disinggahi jika Anda menjelajahi Shimanami Kaido secara santai.

Terakhir, jika Anda berkunjung pada akhir bulan Juli, sempatkan diri untuk menyaksikan Lomba Perahu Murakami Suigun. Acara perairan yang meriah di Pulau Oshima ini mempertemukan lebih dari 60 tim dari dalam maupun luar Ehime untuk beradu kecepatan. Diselenggarakan di dekat Museum Murakami Kaizoku, perlombaan ini diadakan untuk mengenang para penguasa laut masa lampau yang sangat memahami keliaran arus air di sana.

Sampai jumpa pada petualangan berikutnya, para pelancong!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *