CEO Crunchyroll, Rahul Purini, baru-baru ini memberikan penjelasan terkait sikap perusahaan terhadap penggunaan kecerdasan buatan atau AI dalam proses kreatif. Ia menyatakan bahwa keputusan untuk memanfaatkan teknologi tersebut diserahkan sepenuhnya kepada para kreator. Namun, bagi Crunchyroll sendiri, mereka tidak memiliki rencana untuk menggunakan AI dalam proses kreatif internal seperti pembuatan takarir alias subtitling maupun pengisian suara atau dubbing.
Ketika ditanya mengenai tantangan dalam menghadapi perkembangan AI, Purini menjelaskan bahwa perusahaannya memiliki batasan yang sangat jelas mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Menurutnya, keaslian dari seorang kreator merupakan hal yang sangat krusial bagi Crunchyroll. Mereka ingin memastikan para kreator dapat menyampaikan kisah mereka sesuai dengan visi masing-masing, terlepas dari teknologi apa pun yang ingin digunakan, karena yang terpenting adalah niat sang kreator itu sendiri.
Purini menegaskan bahwa mereka ingin tetap setia pada cara bertutur kata para kreator. Oleh karena itu, Crunchyroll menghindari penggunaan AI dalam ranah kreatif seperti penerjemahan takarir dan sulih suara. Kendati demikian, seperti yang pernah ia sampaikan sebelumnya, perusahaan tetap mempertimbangkan penggunaan AI untuk keperluan sistem rekomendasi serta personalisasi layanan bagi pengguna.
Evolusi Sikap Crunchyroll Terhadap Teknologi AI

Pernyataan ini memberikan kejelasan paling konkret mengenai pendirian Crunchyroll, sekaligus meredakan berbagai interpretasi dari komentar-komentar sebelumnya. Dalam wawancara tahun 2025, Purini sempat menyebutkan bahwa perusahaan tidak mempertimbangkan penggunaan AI dalam proses kreatif, termasuk untuk pengisi suara, namun saat itu ia tidak memberikan jawaban pasti ketika ditanya apakah kebijakan tersebut juga mencakup takarir atau closed captioning. Sementara itu, pada tahun 2024, ia sempat menyatakan bahwa Crunchyroll sempat menjajaki penggunaan AI untuk pembuatan takarir guna mempercepat proses rilis agar bisa tayang mendekati jadwal penayangan di Jepang.
Untuk urusan sulih suara, Purini sebelumnya menjelaskan bahwa proses tersebut bukan sekadar terjemahan langsung, melainkan adaptasi yang melibatkan unsur kreativitas seperti komedi. Tantangan dalam mencocokkan gerakan bibir atau lip-syncing membuat teknologi AI saat ini belum memadai untuk bidang tersebut. Meski demikian, mereka tetap bereksperimen dengan AI di sektor lain seperti penemuan konten dan personalisasi demi meningkatkan pengalaman pengguna.
Pernyataan terbaru Purini ini menunjukkan bahwa Crunchyroll tidak berniat menghalangi penggunaan AI dalam produksi animasi secara keseluruhan, melainkan menyerahkan keputusan teknologi tersebut kepada para kreator. Sebagai salah satu investor terkemuka dalam komite produksi anime, perusahaan ini bangga menjadi jembatan yang menghubungkan para kreator asal Jepang dengan penonton di seluruh dunia.
Di sisi lain, perusahaan-perusahaan di bawah naungan Sony Group—termasuk Aniplex selaku rekan induk perusahaan serta A-1 Pictures dan CloverWorks—diketahui secara terbuka tengah mengembangkan perangkat AI untuk membantu proses produksi anime. Meski demikian, belum ada tanggapan lebih lanjut dari Crunchyroll mengenai audit atau kontrol terhadap penggunaan AI di tingkat sub-kontraktor produksi.

Meskipun menyatakan penolakan terhadap penggunaan AI dalam pembuatan takarir, pada kenyataannya tidak semua anime di platform Crunchyroll diterjemahkan secara manual. Sebagai contoh, ketika menayangkan serial Necronomico and the Cosmic Horror Show pada musim semi 2025, platform ini sempat kedapatan menggunakan takarir buatan AI dari vendor pihak ketiga yang bahkan memuat teks janggal seperti “ChatGPT said: […]“.
Menanggapi insiden tersebut, pihak Crunchyroll menyatakan bahwa pemanfaatan AI sebenarnya melanggar perjanjian kerja sama dengan vendor. Mereka juga menyerahkan tanggung jawab kontrol kualitas kepada pihak ketiga terkait dan mengaku sedang melakukan investigasi, meski hasil akhir serta langkah pencegahan ke depannya tidak diungkapkan ke publik.








