Dalam dunia Naruto yang diciptakan oleh Masashi Kishimoto, Pain diakui sebagai salah satu penjahat terbaik sepanjang masa dalam sejarah anime dan manga. Meskipun Pain akhirnya dikalahkan pada chapter 449 manga yang rilis di Weekly Shonen Jump pada 15 Juni 2009, ia berhasil menginspirasi lahirnya generasi penjahat baru, termasuk dalam seri Boruto.
Dalam Boruto: Two Blue Vortex, karakter Jura muncul sebagai sosok yang mirip dengan Pain, resmi diperkenalkan pada chapter 4 tanggal 19 November 2023. Sejak kemunculannya, perkembangan karakter Jura terus berlanjut dan menjadikannya satu-satunya antagonis saat ini yang memiliki kemiripan esensial dengan Pain dari cerita aslinya.
Mengapa Jura Menjadi Sosok Pain Baru di Boruto
Pain dulunya adalah salah satu ancaman terbesar dalam serial Naruto, namun daya tarik utamanya terletak pada tujuannya yang sebenarnya sejalan dengan Naruto Uzumaki, yaitu mendambakan perdamaian dengan cara yang berbeda. Setelah melalui banyak penderitaan dan melihat negaranya hancur akibat perang, Nagato membentuk Akatsuki demi menciptakan kedamaian abadi. Meskipun dimanipulasi oleh Obito Uchiha, tujuan utamanya tetap membawa perdamaian dunia dengan cara menyebarkan rasa sakit agar setiap orang bisa saling memahami.
Setiap orang merasakan kepedulian yang sama saat kehilangan hal yang berharga. Kamu dan aku sama-sama pernah merasakannya. Kau berjuang demi keadilanmu, dan aku demi keadilanku. — Pain menjelaskan idenya kepada Naruto
Kini, dalam sekuel Boruto, Jura menampilkan dinamika serupa. Sejak awal kemunculannya, Jura menunjukkan rasa ingin tahu yang besar terhadap sifat manusia dan arti kehidupan. Meskipun ia tidak berambisi menciptakan kedamaian dunia seperti Pain, Jura sangat penasaran dengan alasan keberadaannya sendiri serta makna dari cinta. Ia tidak bertujuan melakukan kehancuran tanpa arah; ia bahkan beberapa kali mendatangi Konoha dan menjalin interaksi dengan para penduduk desa. Melalui Mikio Ikemoto dan Masashi Kishimoto, karakter Jura dirancang dengan kedalaman emosional yang menjadikannya penerus yang tepat bagi Pain.
Alasan Jura Menjadi Penerus Sempurna Pain
Kekuatan utama dari karakter Jura sebagai penerus Pain terletak pada perkembangan karakternya yang membuat pembaca dapat memahami sudut pandangnya. Hal serupa juga berlaku untuk Pain di masa lalu, di mana ia bertindak sebagai korban dari keadaan sebelum akhirnya memilih jalan kekerasan untuk menghentikan siklus perang.
“Apa itu cinta? Pendapatku saat ini adalah hal itu bisa menjadi kelemahan fatal bagi kalian manusia… sebuah efek samping dari kecerdasan tingkat tinggi. Namun hal itu juga membuat kalian lebih kuat!” — Jura menunjukkan kemiripannya dengan Pain dalam Two Blue Vortex
Jura lahir ke dunia melalui perantara Code yang ingin memanfaatkan para Bijuu. Namun, para pecahan ekor sepuluh ini kini memiliki kesadaran sendiri dan tidak lagi sekadar mengikuti insting menyerang. Jura secara khusus mempertanyakan alasan eksistensinya serta konsep cinta yang membuat manusia sanggup berkorban secara ekstrem. Dengan mulai memahami konsep tersebut, Jura berpotensi mengalami evolusi karakter yang signifikan, menghadirkan nuansa filosofis yang sebelumnya sempat absen dalam seri Boruto.
Jura Bersiap Menghadapi Kehilangan Pertama Seperti Nagato
Persamaan lain antara Jura dan Pain adalah potensi mereka untuk mengalami kepedihan akibat kehilangan orang terdekat. Pain terbentuk sepenuhnya karena kematian Yahiko, yang mendorong Nagato dikuasai dendam dan menciptakan Enam Jalan Pain dengan Tendo Pain sebagai tubuh utamanya.
“Yahiko mati, dan sejak saat itu aku mengambil alih sebagai pemimpin organisasi. Sejak hari itu, banyak orang lain yang mati dalam pertempuran.” — Nagato menjelaskan masa lalunya
Hal serupa kini mengancam Jura. Dalam Boruto: Two Blue Vortex Chapter 35, Jura mengakui bahwa ia memilih menyelamatkan Hidari karena ia memiliki ikatan emosional positif dengannya dan akan merasa sedih jika Hidari mati. Mengingat alur cerita saat ini mengarah pada pertarungan yang melibatkan Hidari melawan para karakter utama, kematian Hidari tampaknya tidak terhindarkan dan akan memicu titik balik bagi Jura, mirip dengan momen tragis yang dialami Nagato di masa lalu.
Hidari: Kau bisa saja mengambil Thorn Soul Bulb milik mereka jika mau, jadi kenapa tidak? Atau lebih tepatnya, kenapa kau menghidupkan kembali diriku?
Jura: Pertanyaan bagus. Aku belum pernah memikirkannya, tetapi saat mencoba membayangkan dunia tanpa keberadaanmu, aku merasakan kesedihan.
— Jura mengkhawatirkan kemungkinan kehilangan Hidari dalam Boruto: Two Blue Vortex Chapter 35
Kehilangan tersebut diprediksi akan membawa duka mendalam bagi Jura, yang pada gilirannya akan mendorong peningkatan kekuatan serta perkembangan karakternya ke tingkat yang lebih berbahaya. Transformasi ini menjadikan Jura sebagai salah satu penjahat paling menarik dan layak disetarakan dengan Pain dalam keseluruhan waralaba ini.









