Episode 11 dari BanG Dream! YUME∞MITA memberikan pelajaran berharga mengenai dunia digital: ketika orang-orang berusaha menjatuhkan Anda, menyebarkan rumor palsu, memotong klip video untuk disalahgunakan, melemparkan tuduhan tidak masuk akal, atau bahkan memutarbalikkan perkataan Anda, terkadang langkah terbaik yang bisa diambil adalah cukup mengabaikan mereka.
Mugendai MewType kini tampil berbeda dari bagian lain dalam franchise BanG Dream! sebagai band yang paling lekat dengan dunia maya. Hal tersebut memang sudah sangat jelas sejak awal diumumkannya Mugendai MewType sebagai band VTuber, sehingga wajar jika serial anime ini mengeksplorasi ranah tersebut. Yang paling menarik adalah bagaimana serial ini secara akurat menggambarkan cara komunitas online memutarbalikkan narasi dan memicu perpecahan di antara sesama.
Viola menjadi dalang utama dalam hal memutarbalikkan cerita serta memperdaya orang lain agar mempercayai kebohongan. Karakter ini terasa sangat merepresentasikan tipe orang di dunia nyata yang selalu mencari segala cara untuk merendahkan pihak lain, bahkan ketika orang tersebut tidak melakukan kesalahan apa pun.
Sosok seperti Viola benar-benar ada di dunia nyata. Siapa pun yang mencoba membangun reputasi secara online kemungkinan besar cepat atau lambat akan berhadapan dengan tipe orang serupa. Akan selalu ada pihak yang mencoba merusak suasana, mengkritik setiap gerak-gerik, atau melontarkan tuduhan yang terkadang begitu tidak masuk akal hingga membuat kita heran dari mana mereka mendapatkan ide tersebut.
Lantas, bagaimana cara menghadapi orang-orang seperti itu? Terkadang, satu-satunya opsi terbaik adalah dengan mengabaikannya. Sangat menyenangkan melihat hampir seluruh anggota Mugendai MewType melakukan hal tersebut, di mana situasi semacam itu sudah menjadi makanan sehari-hari bagi mereka. Kendati demikian, ada satu anggota yang bereaksi berbeda, dan itu adalah Miyako.
Miyako akhirnya sadar bahwa ia telah menaruh kepercayaan pada orang yang salah, dan situasi yang dihadapinya terasa amat menyayat hati setelah semua perjuangannya. Meskipun ia sempat menimbulkan banyak masalah bagi band, ia sebenarnya sudah berusaha semaksimal mungkin. Gadis tersebut harus menjalani tiga peran sekaligus dalam hidupnya sebagai seorang mangaka, pelajar, dan pemain keyboard. Melihatnya akhirnya meluapkan emosi serta menghadapi Viola menjadi momen yang sangat memuaskan, sekaligus menandai awal dari babak penebusan dosanya. Tentu saja, Miyako tetap mampu menutup situasi tersebut dengan tingkah yang menghibur.
Selain perjalanan emosional Miyako, Yuno juga menjadi sorotan utama dalam episode ini. Sebagai permulaan, ia akhirnya berhenti mengandalkan ChatGPT untuk membalas pesan, yang merupakan sebuah kemajuan positif. Lebih dari itu, ia akhirnya berdamai dengan masa lalunya dan menyadari makna sejati di balik perpisahan band terdahulunya, supremacy. Bubarnya sebuah band tidak serta-merta membuat orang-orang yang pernah berbagi mimpi bersama Anda berhenti memberikan dukungan.
Kata-kata Koharu yang berbunyi, “Menyayangi impian sendiri dapat mendorong kita menggapai impian tersebut, bukankah itu luar biasa?” membantu Yuno menyadari bahwa ia tidak tertinggal di belakang. Setiap orang tetap melangkah maju di jalurnya masing-masing sambil membawa impian mereka, namun ikatan di antara mereka tidak terputus. Sungguh luar biasa pula bahwa pengisi suara Yuno di dunia nyata dapat merekam adegan persis ini bersama sang pengisi suara Koharu sekaligus panutannya, Maaya Uchida.
Sekali lagi, pemilihan pengisi suara dalam BanG Dream! berhasil memberikan dampak emosional yang mendalam karena para seiyuu tersebut dapat terhubung langsung dengan perasaan yang digambarkan karakternya. Aspek tersebut memberikan nilai tersendiri yang begitu spesial, menunjukkan perkembangan karakter Yuno yang begitu pesat bahkan di luar cerita anime.
Secara keseluruhan, Episode 11 mengangkat kisah tentang apa yang terjadi setelah sebuah perpisahan. Pada mulanya, rasa sakit tentu tidak bisa dihindari, seperti yang sedang dialami oleh Miyako. Namun seiring berjalannya waktu, proses pemulihan akan memberi kesempatan bagi seseorang untuk menyadari bahwa perpisahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan peluang untuk memulai sesuatu yang baru. Yuno adalah contoh nyata dari hal tersebut; pasca bubarnya supremacy, ia kini mendapat kesempatan untuk bermusik bersama Mugendai MewType. Seperti yang ia utarakan, perpisahan bukanlah penutup, melainkan awal dari lembaran baru.
Jika Episode 10 memperlihatkan Mugendai MewType mulai merasakan esensi sebuah band yang sesungguhnya, maka Episode 11 membawa dinamika tersebut ke tingkat yang lebih tinggi. Momen yang paling berkesan bukanlah ketika mereka mengabaikan hujatan online, bukan pula saat para anggota menyadari kesalahan mereka, bahkan bukan foto bersama atau momen makan ramen. Bagi banyak penonton, senyuman Arale sesaat sebelum foto diambil menjadi puncak emosional yang mendefinisikan jati diri Mugendai MewType.
Tangkapan layar bersumber dari Muse Asia.
© BanG Dream! Project








