Terletak di kawasan Meguro, Tokyo, terdapat sebuah kuil Buddha dari sekte Tendai yang bernama Daienji. Di kompleks kuil ini, bersemayam Daikokuten atau Mahakala, yang dikenal sebagai dewa kekayaan.


Daya tarik utama yang langsung menarik perhatian saat memasuki area kuil adalah barisan patung yang sangat banyak. Tujuh di antaranya dikenal sebagai shichi-fuku-jin atau tujuh dewa keberuntungan Jepang. Kelompok dewa ini telah menjadi sosok yang populer sejak zaman Edo dan sering digambarkan menaiki kapal harta karun yang disebut takara-bune. Namun, bukan hanya patung-patung itu saja yang dapat ditemukan di sini.

Kuil ini juga terkenal dengan keberadaan Gohyaku-Rakan, yaitu jajaran patung yang menggambarkan lima ratus pengikut Buddha. Patung-patung ini dibuat sebagai bentuk mengenang para korban serta sarana bagi masyarakat untuk mendoakan mereka menyusul peristiwa kebakaran besar yang melanda Tokyo pada tahun 1772, yang diyakini berawal dari Kuil Daienji.

Selain kelompok Rakan, terdapat pula berbagai patung lain yang tersebar di lingkungan kuil.

Salah satu yang unik adalah patung hitam bernama Toroke Jizo. Kata “toroke” sendiri berarti “mencair”, dinamakan demikian karena bentuk wajah serta lengan patung tersebut tampak seolah-olah meleleh. Konon, patung ini ditemukan oleh seorang nelayan dari dalam laut dan dipercaya memiliki kekuatan untuk meredakan serta melunturkan segala kekhawatiran manusia.


Pengunjung juga dapat melihat beberapa patung Jizo berukuran kecil yang menyerupai bayi.

Tidak ketinggalan, ada pula jajaran patung Mizuko Jizo yang diyakini bertugas menyelamatkan bayi-bayi dari alam bawah.

Bagi yang mencari kesembuhan, terdapat patung Yakushi Nyorai atau Buddha Pengobatan. Tradisinya, pengunjung dapat menempelkan selembar daun emas tipis persis pada bagian tubuh patung yang mewakili area tubuh mereka sendiri yang sedang sakit, dengan harapan penyakit tersebut dapat segera sembuh.

Kompleks ini turut menyimpan Doso-shin Daienji, dewa pelindung yang bertugas menjaga para pelancong serta desa dari wabah penyakit dan roh jahat.


Menara Koshin yang dibangun pada tahun monyet juga berdiri di sini. Kata “shin” dalam istilah tersebut memang merujuk pada hewan monyet. Di dekatnya, terdapat ukiran tiga ekor monyet mashur yang menyimbolkan ajaran “tidak melihat, tidak mendengar, dan tidak berbicara” (Mizaru, Kikizaru, Iwazaru), yang dalam tradisi kepercayaan Koshin berfungsi sebagai para pembawa pesan.

Pojok-pojok kuil yang tidak terlalu besar ini masih menyimpan berbagai figur menarik lainnya, termasuk patung Kappa—makhluk mitologi air Jepang yang menyerupai kura-kura—sedang memegang seekor ikan.
Informasi Kunjungan Kuil Daienji
Kelebihan
- Koleksi patung yang ditampilkan memiliki keunikan tersendiri.
- Lokasinya sangat strategis, hanya berjarak sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Meguro di jalur JR Yamanote.
Kekurangan
- Secara keseluruhan, tempat ini tidak jauh berbeda dari kuil-kuil Buddha pada umumnya di Jepang.
Detail Lokasi
1-8-5 Shimomeguro
Meguro, Tokyo Prefecture 153-0064
Jepang
Nomor Telepon: 03-3491-2793








