Bagi Anda yang mengikuti platform pembelajaran kanji WaniKani, tentu tidak asing dengan maskot mereka yang merupakan gabungan antara buaya (wani) dan kepiting (kani). Ketertarikan yang mendalam pada kedua hewan ini membuat tim di balik platform tersebut sering kali mencari berbagai destinasi wisata bertema buaya atau kepiting, salah satunya adalah Atagawa Banana Alligator Park.
Dalam sebuah perjalanan ke Hokkaido, mereka bahkan sengaja berkendara selama beberapa jam demi melihat sebuah objek wisata unik berupa cangkit kepiting raksasa yang mencuat dari tanah, atau yang dikenal sebagai Monbetsu Crab Claw Statue. Apakah kunjungan ini direkomendasikan untuk umum? Jawabannya tentu tergantung pada seberapa besar ketertarikan Anda terhadap maskot kepiting tersebut.
Sejarah Patung Cakar Kepiting di Monbetsu

Patung cakar kepiting ini awalnya dibuat sebagai bagian dari festival seni Drift Ice Art Festival yang diselenggarakan di Kota Monbetsu pada tahun 1983. Seniman patung Toshi Nagasaki merancangnya dengan bantuan warga setempat. Dengan tinggi mencapai 12 meter dan berat 7 ton, patung ini awalnya diletakkan mengapung di atas es mengapung selama musim dingin. Setelah lima belas tahun, patung tersebut akhirnya dipindahkan secara permanen ke daratan pantai Laut Okhotsk.
Konsep di balik karya seni ini adalah untuk merepresentasikan karakteristik Kota Monbetsu yang terkenal dengan langit biru tanpa batas serta pemandangan salju putih. Warna jingga yang mencolok pada patung cakar kepiting ini kontras dengan pemandangan pesisir, menjadikannya salah satu titik swafoto yang menarik bagi wisatawan.
Kota Monbetsu sendiri sangat terkenal dengan hasil lautnya, terutama kepiting berbulu. Meskipun bentuk patung cakar ini lebih menyerupai kepiting raja merah ketimbang kepiting berbulu, monumen ini telah bertransformasi menjadi salah satu ikon pariwisata yang paling dikenal di wilayah tersebut.
Mengunjungi Patung Cakar Kepiting

Perjalanan darat di Hokkaido umumnya memakan waktu yang cukup lama antar kota. Sebelum tiba di Monbetsu, wisatawan biasanya mendarat di beberapa titik menarik lain seperti Museum Penjara Abashiri, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju patung cakar kepiting.

Waktu yang dihabiskan di lokasi patung ini tergolong singkat, biasanya kurang dari sepuluh menit hanya untuk berfoto, menyentuh, atau memeluk patung tersebut, karena tidak banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan di area sekitar.
Sebagai penyeimbang perjalanan yang melelahkan, wisatawan kerap merekomendasikan untuk mampir ke Dezuka Suisan yang terletak tidak jauh dari lokasi patung. Tempat ini menjual berbagai macam kue ikan (kamaboko) segar yang digoreng langsung di tempat, memberikan pengalaman kuliner yang hangat di tengah perjalanan.
Apakah Patung Cakar Kepiting Ini Layak Dikunjungi?

Meskipun terdapat beberapa tanda penuaan pada struktur patung jika dilihat dari jarak dekat, monumen ini tetap menjadi karya seni luar ruangan yang menarik. Bagi para pecinta seni atau fotografer, tempat ini cukup layak dikunjungi asalkan tidak memasang ekspektasi yang terlalu tinggi, mengingat aktivitas di sana sangat terbatas.
Kunjungan pada musim dingin mungkin akan menawarkan suasana yang berbeda berkat kehadiran fenomena es mengapung. Namun bagi para penggemar WaniKani, singgah di ujung utara Hokkaido ini memberikan kesan tersendiri yang unik dan berkesan.
Crab Claw Statue
Informasi Tambahan
Minatocho-5-3-23
Mombetsu, Hokkaido 094-0023
Jepang
View on map
+81 158-24-3900








