Menjawab panggilan telepon dalam bahasa Jepang tampaknya hal yang sangat sepele. Sebagian besar orang tentu sudah tidak asing dengan kata “moshi moshi”, bahkan meskipun mereka tidak menguasai kosakata bahasa Jepang lainnya.
Namun, jika Anda selalu mengucapkan “moshi moshi” setiap kali menerima telepon di Jepang, Anda bisa masuk ke dalam situasi yang kurang menyenangkan. Ada berbagai cara untuk mengangkat telepon dalam bahasa Jepang, dan Anda perlu memahami konteks yang tepat untuk menggunakan salam yang sesuai.
Meskipun demikian, “moshi moshi” merupakan ungkapan yang cukup unik. Secara harfiah, frasa ini tidak berarti “halo”, dan ada alasan khusus mengapa istilah ini kerap—meski tidak selalu—digunakan saat bertelepon.
Apa Arti Moshi Moshi?

Kata “moshi” sebenarnya berasal dari kata kerja mousu 申す, yang merupakan bentuk sopan dari “berbicara” atau “mengatakan” (iu 言う). Pada zaman Edo, bentuk ini lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari kepada lawan bicara yang memiliki status sosial lebih tinggi. Pada mulanya, ungkapan yang dipakai adalah moushiagemasu 申し上げます, moushimasu 申します, atau mousu 申す, yang semuanya berarti “saya akan berbicara.” Seiring berjalannya waktu, bentuk tersebut disingkat menjadi “moushi” (申し) untuk menarik perhatian seseorang, mirip seperti seruan “hei!” dalam bahasa Indonesia.
Secara teknis, saat Anda mengucapkan “moshi moshi”, Anda sedang secara sopan mengatakan “saya akan berbicara” sebanyak dua kali. Namun, nuansanya lebih mendekati seruan santai untuk menarik perhatian seseorang.
Secara singkat, tingkat kesopanan dari berbagai bentuk konjugasi tersebut adalah sebagai berikut:
申し上げます > 申します > 申す > 申し
Ada beberapa pilihan dalam variasi ungkapan ini, sehingga Anda perlu berhati-hati dalam menentukan bentuk mana yang paling pas untuk situasi tertentu.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Moshi Moshi?

Anda sebaiknya menggunakan “moshi moshi” terutama ketika menjawab panggilan telepon, itu pun hanya saat Anda menerima telepon dari teman dekat atau anggota keluarga.
Jika terjadi jeda yang cukup lama atau sambungan terputus di tengah percakapan, Anda juga bisa memakai “moshi moshi” untuk memastikan apakah lawan bicara masih berada di ujung sambungan (sekali lagi, khusus untuk percakapan dengan kerabat atau teman).
Sebagai contoh, ketika suara teman Anda mulai terdengar terputus-putus, Anda bisa mengatakan moshi moshi kikoemasuka? もしもし聞こえますか? yang artinya “Halo, apakah suara saya terdengar?”
Itulah penggunaan “moshi moshi” dalam 90% kasus sehari-hari. Jika Anda mengangkat telepon dan orang yang menelepon bukan dari kalangan keluarga atau teman dekat, jangan pernah mengucapkan “moshi moshi”. Ada aturan kosakata lain yang harus digunakan untuk situasi tersebut.
Anda juga tidak akan sering menggunakan “moshi moshi” di luar konteks telepon. Namun, jika digunakan secara langsung, tujuannya biasanya untuk menarik perhatian seseorang. Jika seorang teman tampak melamun, Anda bisa melambaikan tangan di depan wajahnya sambil berkata, “moshi moshi.”
Atau, jika Anda melihat seseorang pingsan di trotoar, Anda bisa menepuk bahunya sambil memanggil, “moshi moshi!”
Ada satu lagi penggunaan “moshi moshi” di luar telepon yang kini sudah tidak lagi dipraktikkan. Menurut catatan sejarah, masyarakat pernah mengajukan keluhan terhadap petugas kepolisian pada tahun 1913. Pada masa itu, polisi biasa menghentikan orang-orang dengan teriakan oi oi おいおい, kora kora こらこら, atau oi kora おいこら, yang semuanya merupakan cara kasar untuk mengatakan “Hei!”
Oleh karena itu, pada tanggal 6 Maret 1913, Komisaris Polisi Metropolitan mengumumkan bahwa para petugas tidak boleh lagi menggunakan bahasa yang kasar tersebut. Sebagai gantinya, mereka dianjurkan meneriakkan “moshi moshi” untuk menarik perhatian seseorang atau menghentikan tindakan kriminal. Saat ini polisi tentu sudah tidak menggunakan cara tersebut, namun aturan itu sempat tercatat dalam protokol resmi kepolisian.
Cara Lain Memulai Percakapan Telepon dalam Bahasa Jepang

Jika Anda menerima panggilan dari keluarga atau teman, “moshi moshi” adalah pilihan yang tepat. Namun, jangan pernah menggunakannya dalam dunia bisnis atau situasi formal karena dianggap kurang sopan akibat bentuknya yang merupakan singkatan.
Sebagian generasi muda Jepang terkadang masih keliru dan menggunakan “moshi moshi” dalam panggilan telepon formal. Hal semacam ini tentu bisa membuat senior di tempat kerja merasa terkejut.
Bagaimana caranya agar Anda terhindar dari kesalahan fatal tersebut? Berikut adalah beberapa alternatif cara menjawab telepon secara sopan.
“Ya”
Cara paling mudah dan aman untuk mengangkat telepon adalah dengan mengucapkan hai はい. Kata ini berarti “ya”, namun dalam konteks telepon berfungsi layaknya kata “halo”. Anda hanya perlu memastikan untuk segera menyebutkan identitas diri dan nama perusahaan setelahnya.
- はい、トーフグ合同会社です。
- Halo, ini dari Tofugu, LLC.
- はい、金持株式会社のコウイチです。
- Halo, saya Koichi dari Kanemochi Co., Ltd.
Catatan: Orang Jepang biasanya menggunakan nama keluarga mereka saat bertelepon. Penggunaan bentuk desu yang lebih sopan juga sangat dianjurkan, seperti pada contoh di bawah ini.
- はい、鈴木株式会社の佐藤でございます。
- Halo, saya Satou dari Suzuki Co., Ltd.
Katakanlah Anda menjawab telepon dan menyebutkan nama perusahaan tetapi lupa memperkenalkan diri. Orang yang menelepon kemungkinan besar akan menanyakan siapa nama Anda.
Dalam situasi ini, Anda dapat menggunakan moushimasu 申します, yaitu bentuk rendah dari kata “mengatakan”, yang diletakkan setelah nama Anda. Namun, gunakan frasa ini hanya jika Anda memperkenalkan diri kepada seseorang untuk pertama kalinya, karena akan terdengar aneh jika dipakai saat berbicara dengan orang yang sudah akrab dengan Anda. Kendati demikian, jika Anda menghubungi sebuah perusahaan yang sudah sering Anda ajak kerja sama, penggunaan moushimasu tetap dianggap tepat karena Anda tidak pernah tahu persis siapa yang akan mengangkat telepon di sisi sana.
- A: はい、スズキ株式会社でございます。
- A: Halo, ini Suzuki Co., Ltd.
- B: スズキ株式会社のどなたですか?
- B: Dengan siapa saya berbicara?
- A: 佐藤と申します / 佐藤太郎と申します
- A: Saya Satou / Saya Taro Satou.
Menyebutkan nama lengkap akan jauh lebih sopan ketika seseorang meminta identitas Anda, terutama jika nama keluarga Anda tergolong pasaran.
“Terima Kasih atas Panggilan Anda”
Cara lain untuk mengangkat telepon adalah dengan menyampaikan terima kasih kepada penelepon menggunakan ungkapan odenwa arigatou gozaimasu お電話ありがとうございます, yang berarti “terima kasih telah menelepon.”
- お電話有難うございます。株式会社田中の高橋でございます。
- Terima kasih atas panggilan Anda. Saya Takahashi dari Tanaka Co., Ltd.
Catatan: Bergantung pada perusahaannya, penyebutan “Kabushikigaisha” (Co., Ltd.) bisa diletakkan di depan atau di belakang nama perusahaan. Mengucapkan nama perusahaan secara akurat sangat penting dalam budaya Jepang, dan melakukan kesalahan penyebutan dianggap tidak sopan.
“Saya Menghargai Segala Bantuan yang Telah Diberikan”
Anda juga bisa mengambil langkah lebih jauh dengan berterima kasih kepada penelepon atas kerja sama yang telah terjalin.
Frasa yang digunakan adalah itsumo osewa ni natte orimasu いつもお世話になっております atau osewa ni natte orimasu お世話になっております. Kedua ungkapan ini biasa dipakai dalam dunia bisnis lewat sambungan telepon.
- お世話になっております。ベーコンピザ渋谷店の伊藤でございます。
- Terima kasih atas kerja samanya. Saya Itou dari cabang Bacon Pizza Shibuya.
Ungkapan ini mungkin terasa tidak biasa dalam bahasa Inggris, namun merupakan salam standar yang sangat lumrah di Jepang dan langsung diucapkan begitu Anda mengangkat gagang telepon.
“Saya Menerima Panggilan yang Dialihkan Ini”
Ketika Anda menerima panggilan yang dialihkan dari bagian lain dalam lingkungan kerja, ucapkan odenwa kawarimashita お電話かわりました.
Jika itu merupakan percakapan kasual, Anda cukup mengatakan “moshi moshi [nama] desu”. Apabila panggilan tersebut dialihkan, penelepon biasanya sudah mengetahui nama perusahaan dan sambungan diteruskan kepada Anda, sehingga Anda hanya perlu menyebutkan nama pribadi.
Namun, jika panggilan tersebut dialihkan dari departemen yang berbeda, ada baiknya Anda menyebutkan nama divisi serta nama Anda.
- お電話かわりました。会計課の渡辺でございます。
- Panggilan ini telah dialihkan kepada saya. Saya Watanabe dari bagian akuntansi.
Sebagai catatan unik, alih-alih mengucapkan “odenwa kawarimashita”, sebagian orang kadang bercanda dengan mengatakan oden wa niemashita ka オデン煮えましたか?, yang berarti “Apakah odennya sudah matang?” Konon, ada seseorang yang sengaja melakukan ini lima kali di kantornya, dan empat dari lima orang penelepon bahkan tidak menyadarinya.
“Mohon Maaf”
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Anda bisa menggunakan “moshi moshi” di telepon ketika terjadi keheningan yang panjang atau saat suara lawan bicara tidak terdengar jelas. Akan tetapi, hal ini tidak boleh dilakukan dalam situasi profesional.
Sebagai gantinya, ucapkan osoreirimasu 恐れいります yang berarti “mohon maaf”. Setelah itu, sampaikan kendala pendengaran Anda secara tidak langsung.
Gunakan ungkapan “sambungan teleponnya terdengar jauh”, yaitu odenwa ga tooi you desu お電話が遠いようです.
Dengan cara ini, tidak ada pihak yang disalahkan; seolah-olah sambungan teleponnya saja yang sedang bermasalah. Hindari mengatakan okoe ga tooi お声が遠い atau “suara Anda terdengar jauh” karena kalimat tersebut terkesan menyalahkan lawan bicara.
- 恐れいります。お電話が少々遠いようなのですが、もう一度おっしゃって頂けますでしょうか?
- Mohon maaf, sambungan teleponnya tampaknya kurang begitu jelas. Bisakah Anda mengulangi ucapan Anda sekali lagi?
Mengapa Orang Jepang Mengucapkan Moshi Moshi?

Kita telah memahami kosakata seputar “moshi moshi”, kapan harus menggunakannya, serta kapan harus menghindarinya. Namun, mengapa kita harus mengucapkannya? Mengapa tidak menggunakan “konnichiwa” atau sapaan lainnya? Mengapa sambungan telepon harus memiliki sapaan khususnya sendiri?
Secara historis, terdapat tiga penjelasan utama mengenai hal ini.
Penjelasan 1: Rubah Tidak Bisa Mengucapkan Moshi Moshi
Konon, makhluk mitologis seperti rubah tidak mampu melafalkan kata “moshi moshi” dengan benar.
Dalam cerita rakyat Jepang, rubah ajaib yang disebut kitsune dikenal sebagai makhluk bertenaga yang dapat mengubah wujud, menciptakan ilusi, dan kerap memperdaya manusia. Jika sesosok kitsune yang usil menelepon Anda, tentu itu adalah pertanda buruk. Itulah sebabnya orang Jepang mulai mengucapkan “moshi moshi” saat menjawab telepon. Menurut folkloris legendaris Lafcadio Hearn, makhluk-makhluk ini konon tidak mampu mengucapkan kata-kata secara utuh.
- "…seekor rubah mengetuk pintu dengan ekornya. Jika Anda membukanya, Anda akan melihat seorang pria atau gadis cantik yang berbicara dalam potongan-potongan kata saja… Seekor rubah tidak bisa mengucapkan satu kata secara utuh, melainkan hanya sebagian saja…"
Dari sinilah mitos mengenai “moshi moshi” bermula sebagai cara untuk mengenali wujud asli penelepon.
Penjelasan 2: Hantu Tidak Bisa Mengucapkan Kata Moshi Dua Kali
Teori lain menyebutkan bahwa hantu dalam budaya Jepang konon hanya mampu mengucapkan kata “moshi” satu kali saja. Mengapa demikian? Hal tersebut berkaitan dengan mitos dunia
lain.
Jika Anda berjalan-jalan pada zaman Edo dan berpapasan dengan seseorang di malam hari yang gelap dan menyeramkan, Anda mungkin ingin menyapanya. Jika Anda hanya memanggil “moshi”, orang tersebut bisa ketakutan.
Oleh karena itu, orang-orang terbiasa mengucapkan “moshi moshi” sebanyak dua kali untuk memastikan kepada pendengar di malam yang gelap bahwa suara yang memanggil mereka benar-benar berasal dari seorang manusia, bukan makhluk halus.
Penjelasan 3: Peran Operator Telepon
Penjelasan yang paling masuk akal dan didukung oleh fakta sejarah berkaitan dengan awal mula diperkenalkannya telepon di Jepang pada 16 Desember 1890.
Pada masa itu, hanya kalangan masyarakat kaya saja yang mampu berlangganan telepon. Karena merasa status mereka tinggi, mereka kerap menggunakan sapaan yang terkesan meremehkan seperti oi oi (“hei, kamu!”) saat mengangkat telepon. Orang di ujung sana kemudian akan merespons dengan kalimat yang sangat merendah untuk menyatakan kesiapan berbicara.
Tentu saja, sapaan “oi oi” yang terkesan kasar tersebut mulai mengganggu ketika para operator telepon menggunakannya. Akhirnya, frasa tersebut diubah menjadi moushiagemasu.
Seiring waktu, “moushiagemasu” disingkat menjadi mousu mousu oleh operator pria dan moushi moushi oleh operator wanita.
Tokoh yang berjasa membawa standar sapaan telepon ini adalah Shigenori Katougi, seorang teknisi yang sempat berkunjung ke Amerika Serikat pada tahun 1889 untuk mempelajari sistem telekomunikasi di sana. Ia mendapati orang Amerika terbiasa mengucapkan “hello” saat bertelepon, dan sekembalinya ke Jepang, ia memopulerkan pembakuan sapaan “moshi moshi”.
Seiring berjalannya waktu, jumlah operator pria semakin berkurang, sehingga bentuk “mousu mousu” perlahan menghilang dan “moshi moshi” menjadi standar nasional yang digunakan oleh siapa saja sejak sekitar tahun 1902.
Jangan Pernah Keliru Mengucapkan “Mushi Mushi” Lagi

Kini Anda telah memahami seluk-beluk penggunaan “moshi moshi”, kapan harus mengucapkannya, serta latar belakang sejarah di baliknya. Lain kali saat Anda mengangkat telepon, Anda tidak perlu khawatir menyinggung rekan bisnis di Jepang ataupun mengundang gangguan dari makhluk mistis.








