Home / Study / Mengenal Kana Kuno Bahasa Jepang Klasik: Asal-Usul Huruf “Ye” pada “Yebisu

Mengenal Kana Kuno Bahasa Jepang Klasik: Asal-Usul Huruf “Ye” pada “Yebisu

header 640x 64

Mempelajari 歴史的な仮名遣い(れきしてきなかなづかい) atau penggunaan kana historis sangat penting untuk memahami teks klasik Jepang atau Kobun. Sama seperti bahasa Inggris yang mengalami banyak pergeseran pengucapan dari masa lalu hingga sekarang, bahasa Jepang juga terus berubah seiring berjalannya waktu, sementara sistem tulisan terkadang memerlukan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri.

Dalam memahami sastra klasik, ada dua hal utama yang perlu dikuasai, yaitu cara membaca kana klasik secara fonetik dan bagaimana pengetahuan tersebut membantu menguraikan teks Kobun dengan lebih mudah.

Cermin Bahasa Inggris

kobun old kana rice paddies

Sebelum masuk ke aturan kana lama, ada baiknya melihat contoh dalam bahasa Inggris Pertengahan untuk memahami konsep perubahannya. Perhatikan bait dari karya William Langland yang berjudul Piers Plowman dari abad ke-14:

“In a somer seson, whan softe was the sonne
I shoop me into shroudes as I a sheep were
In habite as an heremite unholy of werkes
Wente wide in this world wondres to here…”

[[MEDIA_0]]

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris modern, bait tersebut kurang lebih berarti seseorang yang mengenakan jubah seperti seorang gembala dan pertapa, lalu berjalan menjelajahi dunia untuk mendengarkan berbagai keajaiban. Banyak kata yang sudah jauh berbeda dari kosakata modern kita.

Hal serupa juga berlaku ketika pembicara bahasa Jepang asli membaca teks klasik mereka. Aturan kana historis berfungsi menjembatani ejaan kuno tersebut sehingga pembaca dapat menghubungkannya dengan pengetahuan bahasa Jepang modern.

Aturan Kobun

Aturan suara ini bukanlah sesuatu yang harus Anda patuhi saat menulis, melainkan jejak perubahan bunyi yang telah terjadi secara alami dari masa lalu hingga sekarang, seperti perubahan bunyi pada partikel atau akhiran kata.

Karakter yang Tidak Familiar

kobun old kana unfamiliar kana

Karakter ゐ/ヰ dan ゑ/ヱ sudah tidak lagi digunakan dalam bahasa Jepang modern kecuali untuk menciptakan kesan kuno atau sastra. Huruf ゐ dan ヰ dulunya melafalkan bunyi ‘wi’ yang seiring waktu berubah menjadi い. Sementara itu, ゑ dan ヱ dulunya melafalkan bunyi ‘ye’ atau ‘we’.

Jika Anda membaca karakter seperti こゑ sebagai koe atau koye, Anda dapat menghubungkannya dengan kosakata modern. Dalam teks klasik, kata tersebut sering kali merujuk pada kualitas suara atau nada suara, bukan hanya sekadar suara biasa.

Partikel Khusus

kobun old kana kikis delivery service

Dalam bahasa Jepang modern, を dikenal sebagai penanda objek langsung. Namun, dalam teks Kobun, huruf ini kerap muncul di berbagai posisi lain, terutama di awal kata. Pada periode Nara, pengucapan を dan お sangat berbeda, namun mulai melebur pada periode Heian. Sebagai contoh, dalam Kojiki, huruf を terkadang mewakili kata 男 yang berarti anak laki-laki atau pria, sehingga perlu dibaca sebagai お.

Selain itu, Anda mungkin sudah terbiasa dengan partikel は yang dibaca wa dan へ yang dibaca e dalam bahasa modern, yang merupakan sisa dari pelafalan kuno serupa.

Hal-Hal Kecil

kobun-old-kana-ochanomizu
false

Beberapa panduan praktis dalam membaca teks klasik meliputi pembacaan づ sebagai ず dan ぢ sebagai じ. Perubahan ejaan ini dapat ditemukan pada berbagai kata, seperti Mizu atau Iizure. Selain itu, pada masa lalu, huruf kecil seperti ya, yu, yo, atau tsu kecil belum umum digunakan, sehingga ditulis dalam ukuran standar seperti pada papan nama stasiun lama Ochanomizu yang menuliskan Ochiyanomidzu.

Tenko atau Perubahan Panggilan

Terdapat rumus perubahan bunyi yang disebut Tenko atau perubahan panggilan yang perlu diingat. Berikut adalah beberapa contoh perubahan di tengah kata:

  • かは (かわ) ➔ ha menjadi wa
  • ひたひ (ひたい) ➔ hi menjadi i
  • たまふ (たまう) ➔ hu menjadi u
  • まへ (まえ) ➔ he menjadi e
  • おほす (おおす) ➔ ho menjadi o
  • らむ (らん) ➔ mu menjadi n

Aturan di atas berlaku untuk bagian tengah kata, sementara huruf di awal kata umumnya tetap dipertahankan. Terdapat pula beberapa pola perubahan gabungan vokal seperti:

  • くわかく (かかく) ➔ kuwa/guwa menjadi ka, ga
  • あふぎ / 扇 (おうぎ) ➔ a dan u menjadi ō
  • じふじ / 十時 (じゅうじ) ➔ iu menjadi yū
  • けふ / 今日 (きょう) ➔ eu menjadi yō
  • きやうだい / 兄弟 (きょうだい) ➔ iya menjadi yō

Kesimpulan

kobun old kana kyoto places and art

Sama seperti saat Anda pertama kali belajar alfabet dan aturan pengejaan dalam bahasa Inggris, memahami kana historis dalam bahasa Jepang membutuhkan latihan. Meskipun tidak seratus persen mutlak, aturan bunyi ini akan sangat membantu mengurangi kebingungan dan mempermudah perjalanan Anda dalam mendalami bahasa serta sastra klasik Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *