Bagi pendatang baru, Jepang sering kali terasa sebagai tempat yang unik dan penuh kejayaan budaya yang berbeda. Berbagai adat istiadat serta kebiasaan di sana bisa jadi bertolak belakang dengan apa yang dianggap lazim di negara-negara barat, khususnya Amerika Serikat. Berikut adalah tujuh hal yang lumrah dilakukan di Jepang namun justru dianggap tabu atau jarang ditemui di Amerika.
Mari kita bahas satu per satu kebiasaan unik tersebut.
Tidak Memberikan Uang Tip

Di Amerika Serikat, memberikan tip adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari bagi pelayan restoran, pengemudi taksi, hingga bartender. Sebaliknya, di Jepang, memberikan tip adalah hal yang sama sekali tidak boleh dilakukan.
Jika Anda mencoba memberikan uang tip kepada seseorang di Jepang, mereka kemungkinan besar akan merasa bingung dan bersikeras mengembalikan uang kembalian Anda. Sebagian pekerja bahkan bisa merasa tidak enak hati atau menganggap tindakan tersebut merendahkan martabat mereka.
Tanpa adanya budaya tip, suasana bersantap menjadi jauh lebih santai. Pelayan tidak perlu mendatangi meja Anda setiap beberapa menit hanya demi mengejar tip, dan mereka sudah menerima gaji yang adil dari pekerjaan mereka. Jadi, jangan pernah memberikan tip saat berada di Jepang.
Tidak Membukakan Pintu untuk Orang Lain

Hal berikutnya bukanlah sesuatu yang dilarang, melainkan sebuah kebiasaan yang tidak akan Anda temui di Jepang: orang-orang jarang membukakan pintu untuk orang lain.
Dalam masyarakat Jepang, kebiasaan pria membukakan pintu bagi wanita tidak pernah menjadi sebuah standar sosial. Oleh karena itu, jangan heran jika tidak ada yang membukakan pintu untuk Anda, atau jika mereka merasa sangat keheranan saat Anda melakukannya untuk mereka. Selain itu, banyak pintu taksi di Jepang yang dapat terbuka secara otomatis, sehingga Anda tidak perlu repot membukakannya.
Berdesakan di Kereta dan Kereta Bawah Tanah

Sistem transportasi kereta di Jepang, terutama di kota-kota besar saat jam sibuk, sangatlah padat. Agar bisa keluar masuk gerbong yang penuh sesak sebelum pintu tertutup, penumpang sering kali harus sedikit mendorong dan berdesakan. Karena sudah menjadi hal yang lumrah, tindakan ini biasanya dilakukan tanpa perlu terlalu banyak meminta maaf.
Jika Anda berada dalam situasi di mana Anda harus mendesak keluar, lakukanlah dengan santun menggunakan tubuh Anda alih-alih tangan. Pastikan juga tas atau ransel ditarik ke depan agar tidak membentur penumpang lain. Anda bisa mengucapkan “orimasu” (saya ingin turun) atau “sumimasen” (permisi) agar orang-orang di sekitar mengerti situasi Anda.
Memanggil Pelayan dengan Suara Lantang

Di restoran bergaya barat, memanggil pelayan dengan cara berteriak atau menjentikkan jari dianggap sebagai tindakan yang kurang sopan; Anda biasanya harus menunggu hingga pelayan menghampiri meja Anda. Namun di Jepang, hal tersebut justru lazim dilakukan.
Anda cukup memanggil “sumimasen” dengan suara yang cukup jelas agar pelayan segera datang membantu. Pada awalnya, kebiasaan ini mungkin terasa canggung bagi pelancong asing, tetapi itulah cara standar pelayanan restoran di sana.
Menyeruput Mi Saat Makan

Di banyak negara barat, membuat suara berisik saat makan—seperti menyeruput mi atau sup—dianggap tidak sopan. Di Jepang, justru sebaliknya: menyeruput makanan sangat dianjurkan dan dianggap sopan.
Saat menikmati semangkuk ramen, soba, atau udon, Anda dipersilakan untuk menyeruputnya sekencang mungkin. Konon, cara ini membantu mendinginkan mi yang panas sekaligus memperkaya cita rasa makanan tersebut.
Mengangkat Piring dan Mangkok

Kebiasaan ini berjalan berdampingan dengan aktivitas menyeruput mi. Di Jepang, mengangkat mangkuk ke dekat mulut saat makan adalah hal yang sangat wajar. Hal ini mempermudah Anda untuk menyantap makanan seperti nasi atau mi kuah.
Berbeda dengan aturan makan di barat di mana mangkuk dan piring harus tetap berada di atas meja, budaya Jepang memperbolehkan Anda mendekatkan mangkuk ke wajah menggunakan tangan.
Minum Alkohol di Tempat Umum

Hal terakhir yang menjadi kontras besar adalah aturan mengenai konsumsi alkohol di ruang publik. Di banyak tempat di Amerika, membawa wadah minuman beralkohol terbuka di jalanan adalah pelanggaran hukum.
Sebaliknya, di Jepang tidak ada undang-undang wadah terbuka yang ketat. Anda bisa menikmati sebotol bir di dalam kereta sepulang bekerja, bersantai di taman, atau di pinggir pantai tanpa perlu khawatir ditegur oleh petugas kepolisian. Anda bebas menikmati minuman di hampir semua tempat umum dengan aman.
Dan Lain-lain…

Ketujuh poin di atas hanyalah sebagian kecil dari perbedaan budaya yang mencolok antara Jepang dan dunia barat. Memahami kebiasaan-kebiasaan unik ini akan menjadi pengantar yang baik bagi Anda yang berencana mengunjungi Negeri Sakura untuk pertama kalinya.







