Jika Anda bertanya kepada seseorang yang sedang belajar bahasa Jepang tentang bagaimana cara mereka menghafal kanji, Anda hampir pasti akan mendapatkan jawaban yang sangat bersemangat atau bahkan emosional. Topik ini mirip seperti agama, politik, atau perdebatan perangkat seluler, di mana setiap orang memiliki pandangan yang kuat dan sulit untuk dikompromikan.
Secara umum, metode pembelajaran kanji terbagi ke dalam beberapa kubu utama:
- Pengulangan
- Kosakata dan Konteks
- Membaca Sebanyak-banyaknya
- Heisig’s
- Mnemonik dengan Cara Baca
Mari kita bahas kelebihan, kekurangan, serta latar belakang dari masing-masing pendekatan tersebut secara objektif.
Kubu Pengulangan

Metode ini sering dianggap sebagai cara tradisional dalam mempelajari kanji. Para pendukungnya biasanya menggunakan kertas khusus dengan banyak kotak kecil dan menuliskan kanji yang sama berulang kali hingga tangan mereka terasa pegal. Urutan kanji yang dipelajari biasanya mengikuti buku teks sekolah di Jepang.
Kendati demikian, pendekatan ini memiliki beberapa kelemahan. Setelah melewati titik tertentu, pengulangan murni tidak lagi efektif untuk membangun memori jangka panjang. Memori terbentuk dari seberapa sering kita memanggil kembali informasi tersebut dari dalam pikiran dengan jeda waktu yang tepat. Selain itu, urutan belajar anak sekolah Jepang tidak cocok untuk orang dewasa yang belum fasih, karena anak-anak belajar berdasarkan arti yang sederhana terlebih dahulu tanpa memerhatikan kompleksitas struktur goresan kanji.
- Kelebihan: Menjaga Anda tetap sibuk dan mudah diterapkan oleh pengajar di kelas.
- Kekurangan: Cukup tidak efisien bagi sebagian besar orang.
- Sumber belajar: Sebagian besar guru yang mengajar dengan metode konvensional.
Kubu Flashcards

Kelompok ini sangat mengandalkan kartu kilat atau flashcards untuk belajar sedikit demi sedikit setiap harinya. Sebenarnya, metode ini merupakan perkembangan dari metode pengulangan tradisional.
Meskipun sangat membantu sebagai alat bantu, flashcards sebaiknya tidak dianggap sebagai metode utama yang berdiri sendiri. Ketika digabungkan dengan sistem pengulangan berjarak atau metode mnemonik, efisiensinya akan meningkat secara signifikan.
- Kelebihan: Membantu menjaga keteraturan materi dan mudah dipadukan dengan teknik lain.
- Kekurangan: Bukan merupakan metode mandiri yang utuh.
- Sumber belajar: Anki, iKnow.co.jp, Memrise.
Kubu Kosakata dan Pengalaman

Pendukung kubu ini meyakini bahwa kanji dapat dikuasai secara alami dengan mempelajari kosa kata yang memuat kanji tersebut. Sebagai contoh, melalui kata-kata yang menggunakan kanji 食, Anda perlahan-lahan akan memahami berbagai cara baca dan arti dasarnya lewat konteks kalimat.
Meskipun terasa memuaskan karena Anda langsung belajar kata yang bisa digunakan, pendekatan ini terkadang kurang efisien jika dibandingkan dengan mempelajari komponen dasar dan arti kanji terlebih dahulu sebelum merangkainya menjadi kosakata.
- Kelebihan: Memperkaya perbendaharaan kosakata secara kontekstual.
- Kekurangan: Urutan pembelajarannya kurang optimal bagi sebagian orang.
- Sumber belajar: Berbagai perangkat dek kosakata dan daftar kata.
Kubu Membaca Terus-menerus

Sesuai namanya, kelompok ini menghabiskan banyak waktu hanya untuk membaca teks berbahasa Jepang. Metode ini biasanya baru efektif jika seseorang sudah menguasai setidaknya 700 hingga 1.000 kanji. Jika digunakan untuk memperkuat pemahaman, metode ini sangat luar biasa, tetapi kurang efektif jika dipakai untuk mempelajari kanji baru dari nol.
- Kelebihan: Memantapkan pemahaman kanji yang sudah pernah dipelajari sebelumnya.
- Kekurangan: Kurang efektif untuk mempelajari kanji baru kecuali dilakukan secara masif.
- Sumber belajar: Segala media yang menyediakan banyak bacaan berbahasa Jepang.
Kubu Mnemonik 1: Heisig’s

Buku “Remembering The Kanji” karya Heisig merupakan pelopor penggunaan teknik mnemonik atau jembatan keledai untuk menghafal kanji. Metode ini memanfaatkan radikal atau bagian-bagian kecil kanji untuk membentuk sebuah cerita yang membantu mengingat arti kanji tersebut.
Kelemahan utama dari metode ini adalah Anda dapat menghafal arti ribuan kanji dalam waktu singkat, tetapi Anda sama sekali belum bisa membaca kata-kata yang terbentuk darinya. Cara baca tetap memerlukan usaha tersendiri yang tidak kalah menantang.
- Kelebihan: Memahami arti ribuan kanji Joyo dengan sangat cepat.
- Kekurangan: Tidak mengajarkan cara baca kanji sama sekali.
- Sumber belajar: Buku Heisig’s Remembering The Kanji.
Kubu Mnemonik 2: Arti dan Cara Baca Kanji

Komunitas seperti Kanji Koohii mengembangkan metode Heisig dengan menambahkan cerita mnemonik untuk mengingat cara baca, bukan hanya artinya saja. Pendekatan ini membuat proses belajar menjadi jauh lebih komprehensif.
Kendati demikian, mempelajari arti dan cara baca secara terpisah terkadang masih terasa kurang kuat jika tidak diiringi dengan pembelajaran kosakata secara langsung dalam konteks kalimat.
- Kelebihan: Menguasai arti sekaligus cara baca berkat bantuan mnemonik.
- Kekurangan: Berisiko mempelajari cara baca yang kurang penting jika tidak disaring dengan baik melalui kosakata.
- Sumber belajar: Kanji Koohii.
Kubu Mnemonik 3: Arti, Cara Baca, dan Kosakata Sekaligus

Kubu terakhir ini menggabungkan seluruh elemen sebelumnya: arti kanji, cara baca, dan langsung diaplikasikan ke dalam kosakata. Meskipun membutuhkan waktu lebih lama untuk setiap satu karakter kanji di awal, fondasi pengetahuan yang dihasilkan jauh lebih kuat dalam jangka panjang.
- Kelebihan: Setiap elemen saling memperkuat satu sama lain sehingga ingatan menjadi sangat kuat.
- Kekurangan: Terasa lebih lambat pada tahap awal karena membutuhkan waktu lebih banyak per karakter.
- Sumber belajar: WaniKani, KanjiDamage.
Masa Depan Metode Pembelajaran Kanji

Seiring berjalannya waktu, metode pembelajaran kanji akan terus berkembang dan mungkin memunculkan kubu-kubu baru lainnya. Perdebatan mengenai cara terbaik untuk belajar kanji adalah sesuatu yang wajar karena proses ini sangat personal bagi setiap pembelajar bahasa Jepang.








