Home / Game / 5 Game RPG Open-World di Mana Menjadi Miskin Adalah Bagian yang Seru

5 Game RPG Open-World di Mana Menjadi Miskin Adalah Bagian yang Seru

talking to a villager in kingdom come deliverance 2

Salah satu kegiatan favorit saya dalam game open-world RPG mana pun adalah mencari uang, dan saya akan melakukan apa saja demi mengumpulkan pundi-pundi tersebut. Saya suka menimbun jarahan sebanyak mungkin sampai kantong inventaris penuh sesak, lalu berjalan perlahan melintasi peta—jika batas berat barang memaksanya—menuju pedagang terdekat untuk menjual semuanya. Dalam game open-world RPG yang memungkinkan mekanik stealth dan pencurian, saya akan mencuri sebanyak-banyaknya tanpa ketahuan, lalu menjualnya juga. Meskipun pada akhirnya saya hanya memiliki banyak uang tanpa ada hal berarti untuk dibeli, setidaknya saya merasa tenang mengetahui keuangan tersebut ada jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Kendati demikian, harus diakui bahwa ada beberapa game open-world RPG di mana kondisi jatuh miskin justru menjadi bagian yang paling menyenangkan, sebab ketika Anda sudah memiliki segalanya, motivasi untuk berinteraksi dengan sistem ekonominya malah berkurang.

Ketika bisa menahan diri, saya justru cukup menikmati proses perjuangan dari bawah. Saya menyukai momen di mana saya harus mempertimbangkan apakah suatu perlengkapan benar-benar diperlukan saat ini atau apakah uang tersebut lebih baik dialokasikan ke hal lain. Saya senang ketika sebuah pekerjaan sepele menjadi sangat berharga karena saya benar-benar membutuhkan upah yang dijanjikan. Lebih penting lagi, saya menyukai saat-saat di mana keterbatasan finansial mendorong saya untuk menjelajahi aspek-aspek tertentu dari sebuah RPG yang mungkin akan diabaikan begitu saja jika saya sudah memiliki cukup uang untuk menyelesaikan setiap masalah. Tentu saja, tidak semua game berhasil membuat kemiskinan terasa menyenangkan, tetapi beberapa game open-world RPG ini mampu menjadikan kondisi tidak punya uang sebagai bagian dari keseruan bermain.

Arti “miskin” di sini mengacu pada fase dalam game di mana uang sangat langka hingga memengaruhi cara pemain menjelajahi dunia game. Dalam setiap kasus, tekanan finansial tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri, terlepas dari apakah tekanan itu nantinya akan hilang setelah karakter menjadi kaya raya.

Outward

Outward Menjadikan Kelangsungan Finansial sebagai Bagian dari Perkembangan Karakter

  • Kelangkaan sumber daya di awal permainan membuat hampir setiap hal layak untuk dipertimbangkan.
  • Koin perak berkontribusi secara langsung terhadap pertumbuhan karakter.

Jika ada satu game yang sama sekali tidak membuang waktu untuk menjadikan kemiskinan sebagai inti pengalaman bermain, game tersebut adalah Outward. Setelah selamat dari kecelakaan kapal di awal permainan, pemain kembali ke Cierzo hanya untuk mendapati bahwa mereka harus melunasi hutang keluarga yang disebut Blood Price. Dari titik tersebut, mereka diberi waktu lima hari untuk mengumpulkan 150 koin perak atau mendapatkan Tribal Favor agar mercusuar tempat tinggal mereka tidak disita. Jadi, alih-alih dimulai dengan janji muluk ala game RPG pada umumnya tentang takdir besar di masa depan, Outward justru menyambut pemain dengan keharusan mencari cara agar tetap memiliki tempat berteduh.

Saya sangat menyukai konsep tersebut, terutama karena hal itu memberikan nilai lebih pada aktivitas yang biasanya terasa biasa saja dalam game open-world RPG. Memancing di Outward terasa jauh lebih penting dibandingkan game RPG lain, karena apa pun yang berhasil diangkat dari dalam air dapat dijual, dan uang hasil penjualan tersebut benar-benar bernilai signifikan. Barang yang mungkin dianggap sebagai sampah di game lain justru layak dikutip jika itu bisa membawa Anda lebih dekat pada target 150 koin perak. Bahkan, membantu orang yang tepat dapat menyelesaikan masalah secara keseluruhan apabila menghasilkan Tribal Favor yang diperlukan untuk melunasi hutang.

Namun, tantangan tidak berhenti sampai di situ. Uang tetap memegang peranan penting bahkan setelah mercusuar aman, mengingat Outward tidak menggunakan sistem naik level tradisional, melainkan mengandalkan trainer untuk perkembangan karakternya. Keterampilan kunci (Breakthrough skills) saja membutuhkan biaya 500 koin perak, yang berarti keuangan terikat langsung dengan rancangan pembangunan (build) karakter Anda. Dalam konteks ini, kondisi miskin justru menjadi salah satu alasan utama mengapa menjelajahi dan berinteraksi dengan dunia game terasa begitu bermakna, alih-alih sekadar menjadi hambatan buatan.

Kingdom Come: Deliverance 2

KCD2 Memberikan Lebih Banyak Alasan untuk Melanggar Hukum Saat Jatuh Miskin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *