Jepang sering kali diasumsikan sebagai surga hal-hal lucu atau kawaii. Namun, di luar gemerlap distrik belanja Tokyo dan kafe bertema, terdapat alam liar Jepang yang dihuni oleh berbagai makhluk tangguh dan menakutkan. Bagi Anda yang memiliki fobia terhadap serangga, daftar sepuluh makhluk mengerikan di Jepang ini mungkin akan membuat Anda berpikir dua kali sebelum berkunjung.
10. Cicada (Semi)

Meskipun dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, cicada atau serangga tar-tar pohon ini telah menjadi simbol ikonik musim panas di Jepang. Suara bising mereka sering menghiasi latar suara film dan sastra Jepang. Sebelum menjadi dewasa, mereka hidup di dalam tanah sebagai nimfa, lalu keluar untuk berganti kulit dan meninggalkan cangkang kosong di pepohonan.

Dalam kelompok besar, suara yang dihasilkan cicada bisa mencapai 120 desibel, yang bahkan lebih keras daripada konser musik rock. Mereka sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia, tetapi ukuran dan kebiasaan mereka yang terkadang jatuh dari pohon secara mendadak bisa memicu kepanikan tersendiri.
9. Stink Bug (Kusagikamemushi)

Dikenal dengan nama lokal kusagikamemushi, serangga pengisap cairan tanaman ini menggunakan organ mirip sedotan untuk makan. Mereka biasanya tidak mengganggu manusia, namun jika Anda menyentuh atau mengancam mereka, serangga ini akan mengeluarkan cairan berbau menyengat yang sangat kuat.
8. Denki Mushi

Ulat berbulu hijau ini tampak tidak berbahaya pada pandangan pertama. Namun, jika tersentuh, racun yang dilepaskan dari bulunya memberikan sensasi sengatan yang sangat mirip dengan aliran listrik. Itulah sebabnya penduduk lokal menjulukinya denkimushi atau “serangga listrik”.
7. Cockroach (Gokiburi)

Kehadiran kecoak selalu menjadi mimpi buruk di mana pun berada. Selain membawa berbagai jenis bakteri dan patogen berbahaya, serangga ini dikenal sangat tahan banting, mampu bertahan hidup tanpa makanan dalam waktu lama, dan berkembang biak dengan cepat di lingkungan perkotaan maupun pedesaan.
6. Japanese Mountain Leech (Yamabiru)

Berbeda dengan lintah pada umumnya yang hidup di air, lintah darat di pegunungan Jepang sangat nyaman bergerak di daratan. Mereka dapat bergerak dengan cepat, memanjat pohon untuk menjatuhkan diri ke mangsa, serta memiliki rahang kuat yang dilengkapi zat antibeku darah dan pemati rasa agar korbannya tidak menyadari saat mereka sedang menghisap darah.
Ada pula jenis lintah darat raksasa karnivora di Jepang yang memangsa cacing secara utuh dengan ukuran tubuh yang menyerupai ular kecil.
5. House Centipede (Gejigeji)

Makhluk ber kaki banyak ini memiliki penampilan prasejarah yang tampak menakutkan. Meskipun wujudnya mencemaskan, kelabang rumah atau gejigeji sebenarnya relatif tidak berbahaya bagi manusia dan justru membantu membasmi serangga pengganggu lain di dalam rumah.
4. Giant Centipede (Mukade)

Berbeda dengan kerabatnya yang berukuran kecil, mukade atau kelabang raksasa Jepang dapat tumbuh hingga sepanjang 38 sentimeter. Dalam mitologi lokal, hewan ini sering disimbolkan sebagai makhluk pembawa malapetaka karena sengatannya yang sangat beracun dan menimbulkan rasa sakit luar biasa.

Sebagian penduduk lokal bahkan mengolahnya menjadi santapan ekstrem untuk mengatasi populasi mereka yang dianggap meresahkan.
3. Huntsman Spider (Ashidakagumo)

Laba-laba pemburu ini tidak membuat jaring untuk menangkap mangsanya. Sebaliknya, mereka mengandalkan kecepatan kaki untuk mengejar dan menerkam serangga lain. Dengan ukuran tubuh yang bisa mencapai selebar telapak tangan manusia dewasa, kehadirannya di dalam rumah tentu sukses membuat siapa saja terkejut.
2. Jorou Spider (Jorougumo)

Laba-laba jaring emas ini memiliki warna tubuh yang mencolok dan menghasilkan benang jaring berwarna keemasan yang sangat kuat. Dalam cerita rakyat Jepang, makhluk ini sering dihubungkan dengan legenda siluman wanita yang memikat para pelintas malam.

Ukuran dan coraknya yang khas membuat laba-laba ini sangat mudah dikenali, sekaligus menjadi salah satu pemandangan paling mencengangkan di alam liar Jepang.
1. Japanese Giant Hornet (Suzumebachi)

Dikenal dalam bahasa lokal sebagai oosuzumebachi atau lebah raksasa, serangga ini menduduki peringkat teratas sebagai hewan paling ditakuti di Jepang. Ukurannya yang sebesar burung pipit serta agresivitasnya menjadikan sengatan mereka sangat mematikan. Racun yang disemprotkan tidak hanya menghancurkan jaringan kulit, tetapi juga memicu feromon yang mengundang seluruh koloni untuk menyerang mangsa.
Meski kerap ditemukan di area pegunungan dan pinggiran kota, tabuhan raksasa ini bertanggung jawab atas sejumlah kasus sengatan fatal setiap tahunnya di Jepang, menjadikannya hewan yang harus dihindari sepenuhnya.








