Film-film seperti Pacific Rim dan seri Godzilla versi Amerika telah lama menumbuhkan kembali kecintaan publik terhadap monster-monster raksasa. Kaiju selalu berhasil memicu imajinasi banyak orang, terutama sejak era manusia mengenakan kostum karet dan saling bertarung di layar lebar. Sangat mudah untuk terpesona oleh makhluk-makhluk fantastis tersebut, tetapi wilayah Jepang juga menyimpan berbagai “kaiju” nyata yang patut disimak saat Anda berkunjung ke sana.
#10: Kepiting Laba-Laba Jepang

Kaiju Ekuivalen: Ebirah

Kepiting laba-laba Jepang memegang rekor sebagai artropoda yang masih hidup dengan bentangan kaki terpanjang, di mana beberapa spesimen bisa mencapai panjang hingga 3,8 meter. Hewan ini paling sering ditemukan di perairan pesisir selatan Honshu, mulai dari kedalaman dangkal sekitar 160 kaki hingga mencapai 2.000 kaki di dalam celah-celah gelap lautan. Mereka biasanya mencari makan di dasar laut dengan memakan tanaman, alga, kerang, atau bangkai hewan.
#9: Paus Biru

Kaiju Ekuivalen: Godzilla

Sebagai hewan terbesar yang pernah hidup di bumi, paus biru tentu layak masuk dalam daftar makhluk raksasa. Di Jepang, mamalia laut raksasa ini telah lama menginspirasi berbagai mitos, termasuk legenda bakekujira atau paus monster. Walaupun populasinya sempat menurun akibat perburuan di perairan sekitar Jepang, mereka tetap menjadi penguasa sejati lautan.
#8: Frilled Shark

Kaiju Ekuivalen: Zigra

Hiu berumbai sering dianggap sebagai fosil hidup karena bentuknya yang menyerupai hiu prasejarah. Spesimen hidup dari spesies ini sempat tertangkap di lepas pantai Jepang pada tahun 2007 dan menarik perhatian dunia. Hiu ini hidup di kedalaman yang sangat ekstrem, mencapai lebih dari 5.000 kaki di bawah permukaan laut, sehingga keberadaannya jarang sekali terlihat oleh manusia.
#7: Rusa Sika

Kaiju Ekuivalen: Cowra

Kata kaiju tidak selalu berarti monster raksasa, tetapi bisa juga merujuk pada makhluk yang unik dan khas. Rusa Sika, yang dalam bahasa Jepang disebut nihonjika, adalah hewan endemik yang sangat ikonik di negara tersebut. Setelah predator alami mereka yaitu serigala Jepang punah pada awal abad ke-20, populasi rusa Sika berkembang pesat dan kini menjadi bagian penting dari ekosistem serta budaya lokal.
#6: Kelinci Amami

Kaiju Ekuivalen: Hanejiro

Kelinci Amami merupakan salah satu fosil hidup yang hanya dapat ditemukan di dua pulau kecil, yaitu Amami Ooshima dan Toku-no-Shima di Prefektur Kagoshima. Kelinci ini mempertahankan banyak karakteristik purba dari era Miosen, seperti mata yang kecil dan moncong yang panjang, membuatnya sangat berbeda dari kelinci modern pada umumnya.
#5: Ular Habu Okinawa

Kaiju Ekuivalen: Dai Umi Hebi

Habu adalah sebutan umum untuk ular berbisa di Jepang, khususnya dari kelompok pit viper. Ular Habu Okinawa adalah spesies ular terbesar di wilayah tersebut dan dikenal sangat berbahaya. Di daerah asalnya, ular ini sering kali ditangkap untuk dijadikan bahan dalam pembuatan minuman tradisional awamori, di mana seekor ular utuh dimasukkan ke dalam botol sebagai ciri khas dari habu sake.
#4: Kelelawar Buah Ryukyu

Kaiju Ekuivalen: Kyuranos

Kelelawar buah atau yang sering disebut flying fox memiliki ukuran tubuh yang cukup besar, menyerupai anjing berukuran sedang dengan bentangan sayap berselaput kulit. Meskipun tampak menakutkan seperti monster, hewan ini sebenarnya adalah pemakan buah dan nektar yang berperan penting sebagai penyerbuk di alam liar Kepulauan Ryukyu.
#3: Beruang Cokelat Ussuri

Kaiju Ekuivalen: King Caesar

Beruang cokelat Ussuri adalah mamalia darat terbesar di Jepang yang dapat berbobot hingga 1.400 pon. Hewan ini memiliki sejarah panjang yang intens dengan masyarakat setempat, termasuk suku Ainu yang sempat memuja kekuatan mereka. Di masa lalu, beruang ini juga terlibat dalam beberapa insiden serangan mematikan di wilayah Hokkaido, menjadikannya salah satu sosok nyata yang paling mendekati gambaran monster dalam film.
#2: Salamander Raksasa Jepang

Kaiju Ekuivalen: Sanshouuo Kaijin

Salamander raksasa Jepang dapat tumbuh hingga panjang sekitar 5 kaki dengan berat mencapai 60 pon, menjadikannya salah satu amfibi terbesar di dunia. Hewan nokturnal ini menghabiskan hidupnya di dalam air dan mengandalkan sensor getaran di tubuhnya untuk mendeteksi mangsa. Saat ini, salamander raksasa dilindungi oleh hukum sebagai harta karun nasional Jepang.
#1: Tabuhan Raksasa Jepang

Kaiju Ekuivalen: Battra

Meskipun ukurannya hanya sekitar dua inci, tabuhan raksasa Jepang menduduki peringkat pertama sebagai “kaiju” paling mematikan di negara tersebut. Sengatan mereka yang kuat dan perilaku agresifnya terhadap koloni lebah lain menjadikan serangga ini predator puncak di dunianya. Bahkan, sengatan mereka bertanggung jawab atas puluhan kematian manusia setiap tahunnya di Jepang.
Itulah sepuluh hewan terbesar, tertangguh, dan paling unik di Jepang yang layak disandingkan dengan sosok kaiju di dunia nyata.








