Mengusung latar era kekaisaran dengan sentuhan yang unik, The Apothecary Diaries menjadi salah satu anime yang menonjol dalam beberapa tahun terakhir. Diadaptasi dari seri light novel karya Hyuganatsu dengan judul yang sama, cerita ini mengikuti perjalanan Maomao setelah diculik dan dijual untuk bekerja di dalam istana. Selama berada di sana, ia bertemu dan semakin akrab dengan sang kepala kasim, Jinshi. Kedua karakter ini terlibat erat dalam intrik politik serta urusan pribadi di istana, menghasilkan kisah yang penuh misteri, drama antarkarakter, hingga sedikit bumbu romansa.
Dalam ajang Anime Expo tahun ini, kami berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan para pengisi suara utama serial tersebut. Mereka adalah Aoi Yuki, pengisi suara Jepang untuk Maomao, serta Takeo Otsuka, pengisi suara Jepang untuk Jinshi. Kami menanyakan kepada para pengisi suara berbakat ini mengenai perasaan mereka menyambut musim ketiga, cara mereka membawakan sisi kontras dari karakter masing-masing, serta rahasia di balik pendalaman peran mereka.
Beberapa bagian dari wawancara ini telah disunting agar lebih mudah dipahami. Wawancara ini dilakukan dengan bantuan seorang penerjemah.
Tanggapan Musim Sebelumnya dan Pendekatan Peran
P: Berdasarkan reaksi dan umpan balik yang kalian terima selama musim pertama dan kedua, apakah ada hal yang paling berkesan, dan apakah hal tersebut kalian bawa ke dalam akting kalian?
Yuki-san: Karena musim pertama dan kedua mendapatkan dukungan serta kecintaan yang begitu besar dari komunitas penggemar, saya menyadari bahwa saya sebenarnya tidak boleh terlalu banyak mengubah sesuatu. Dalam hal penampilan dan cara saya memerankan Maomao, saya terkadang memiliki kecenderungan untuk terlalu bersemangat dan melebih-lebihkan akting saya. Saya harus meredam insting tersebut karena saya merasa Maomao bersama para penggemar telah menciptakan sebuah alam semesta atau dunia mereka sendiri serta cara mereka menikmatinya, dan saya ingin memastikan bahwa hal itulah yang benar-benar tersampaikan kepada mereka.
Otsuka-san: Pendapat saya mungkin tidak jauh berbeda dengan Yuki-san. Musim pertama mendapat respons yang luar biasa, dan musim kedua bahkan jauh lebih besar lagi. Tentu saja kami sangat senang. Saya rasa para penggemar juga sangat gembira karena apa yang direpresentasikan oleh The Apothecary Diaries. Jika kita melihat apa yang membentuk dan membawa waralaba ini hingga ke titik sekarang, kuncinya adalah para karakter, hubungan antarKarakter, alur cerita, serta latar dunianya. Saya tidak ingin terlalu banyak mengubah elemen yang sudah berjalan dengan baik dan menciptakan daya tarik tersendiri bagi serial ini. Jadi, dari sini saya belajar untuk terus setia pada esensi tersebut.

Dinamika Rekaman Suara dan Hubungan Antarkarakter
P: Seberapa sering kalian berdua dapat melakukan rekaman bersama? Seperti apa suasana selama sesi rekaman dan bagaimana suara lawan bicara memengaruhi akting kalian sendiri?
Yuki-san: Kami melakukan rekaman bersama-sama, seluruh pengisi suara hadir. Saya rasa proses saling merespons antarkarakter ini membuat sesi rekaman menjadi sangat interaktif dan menyenangkan. Saya melihat Maomao memiliki banyak monolog. Jadi, seolah-olah Maomao bertindak sebagai penentu fondasi sekaligus ritme bagi karakter-karakter lain untuk bereaksi dan berakting. Jika saya kehilangan ketukan dasar itu, ritme dari para pengisi suara lain bisa ikut berantakan. Saya selalu merasa gugup apakah saya mampu mempertahankan fondasi tersebut untuk yang lain. Namun, saat kami merekam bersama, saya juga menyadari bahwa kami berhasil menciptakan sesuatu yang sangat istimewa. Saya biasanya berlatih, membaca, dan mempersiapkan diri dengan naskah di rumah. Ketika kami masuk ke dalam bilik suara dan merekam semuanya bersama-sama, interaksi penampilan kami menghasilkan efek yang sangat menarik.
Otsuka-san: Sekali lagi, jawabannya mirip dengan Yuki-san. Ketika saya berlatih sendirian di rumah dibandingkan saat saya masuk studio dan tampil bersama, saya merasa kami sedang menciptakan sesuatu yang bahkan tidak dapat saya bayangkan sebelumnya. Rasanya seperti melahirkan sesuatu yang benar-benar baru, dan ini tidak hanya berlaku bagi para pemeran, tetapi juga sang sutradara. Ada sebuah siklus umpan balik yang terjadi, dan itu menghasilkan performa yang luar biasa. Kami membangun dunia ini bersama-sama selama proses produksi. Di sisi lain, seperti yang dikatakan Yuki-san, Maomao memiliki banyak monolog dan karakter lain merespons hal tersebut. Namun untuk karakter Jinshi, terkadang ia tidak peka terhadap Maomao sehingga arus reaksi tersebut tidak selalu berjalan selaras. Kendati demikian, reaksi yang muncul terasa begitu tulus. Jinshi sering kali dibuat terkejut. Saya pikir itu adalah bagian penting dari karakternya, karena dalam banyak hal, Jinshi benar-benar tergerak oleh tindakan Maomao. Fakta bahwa Maomao tidak menanggapi hal-hal yang Jinshi lakukan atau katakan seperti yang ia atau karakter lain harapkan, justru selalu berhasil memecah kebuntuan tersebut.
P: Otsuka-san, Jinshi digambarkan sebagai sosok yang luar biasa memesona, misterius, dan cerdas, namun ia juga memiliki sisi kekanak-kanakan. Bagaimana cara Anda menampilkan kontras antara adegan saat ia tenang dengan adegan kekanak-kanakannya, terutama yang melibatkan Maomao?
Otsuka-san: Jinshi adalah pria yang sangat, sangat cerdas. Meskipun begitu, saya rasa ia tidak memiliki banyak pengalaman hidup yang membumi. Terlepas dari kecerdasannya, ia tidak tahu banyak tentang dunia luar. Oleh karena itu, dunia yang ia lihat dalam beberapa hal jauh lebih sempit daripada dunia yang dipahami oleh Maomao. Dalam banyak situasi, ia justru kurang berpengalaman dibandingkan Maomao karena latar belakang hidupnya. Namun terlepas dari semua itu, ia menunjukkan banyak sisi kepribadian yang berbeda—sisi seorang kasim dan sisi seorang pangeran. Saya rasa ia tidak pernah menanggalkan jati dirinya di tengah semua peran berbeda yang harus ia jalani serta berbagai label yang melekat pada dirinya. Jadi, melalui semuanya, Jinshi tetaplah Jinshi.

Perkembangan Karakter Maomao
P: Yuki-san, Maomao memulai serial ini dengan sifat yang sangat pragmatis dan cenderung tertutup. Seiring berjalannya waktu, ia mulai terbuka kepada orang lain. Bagaimana rasanya memerankan perkembangan karakter yang berjalan lambat ini?
Yuki-san: Maomao memiliki kemampuan deduksi yang luar biasa, dan saya pikir sebagian besar hal itu berasal dari rasa penasarannya. Namun, jika kita membingkai ulang atau mengartikan rasa penasaran itu, sebenarnya itu adalah bentuk perhatiannya di mana ia memikirkan orang lain lebih dari yang ia akui sendiri. Jauh di lubuk hatinya, Maomao sebenarnya jauh lebih baik daripada yang ia duga dan jauh lebih ramah daripada penampilannya di luar. Saya melihat hal itu berpijak pada kekuatan observasi dan deduksinya. Ketika ia pertama kali memasuki istana, ia mulai berinteraksi dengan lebih banyak karakter, dan mungkin tanpa sadar ia mulai membiarkan sisi kebaikan itu terpancar keluar. Kebaikan yang selalu ia miliki di dalam dirinya kini mulai muncul ke permukaan.
Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Aoi Yuki dan Takeo Otsuka karena telah meluangkan waktu untuk berbincang dengan kami selama Anime Expo, serta Crunchyroll yang telah mengoordinasikan wawancara ini. Bagian pertama dari The Apothecary Diaries Musim 3 akan mulai tayang di Crunchyroll pada Oktober 2026, diikuti oleh bagian kedua pada April 2027.








