Nintendo baru-baru ini memberikan penjelasan mendetail mengenai berbagai konten yang akan hadir dalam versi remake dari The Legend of Zelda: Ocarina of Time menjelang peluncurannya pada 5 November. Bocoran terbaru ini sekaligus memperlihatkan penampakan perdana dari Temple of Time, yang dikenal sebagai salah satu lokasi paling krusial di dalam game.
Terletak tidak jauh dari area Hyrule Castle Town Market, Temple of Time menyimpan dua elemen penting, yaitu Door of Time dan Master Sword. Perjalanan Link saat masih kecil mengharuskannya mengumpulkan ketiga Spiritual Stones serta menggunakan Ocarina of Time untuk mendapatkan Master Sword, yang kemudian mengubahnya menjadi Hero of Time atau Adult Link. Mencabut Master Sword dari tancapannya merupakan salah satu adegan paling ikonik dalam sejarah franchise The Legend of Zelda, dan kini para penggemar bisa melihat konsep seninya secara resmi.
Tampilan Perdana Temple of Time
Melalui unggahan di media sosial, Nintendo membagikan gambaran visual yang lebih jelas mengenai konsep seni Young Link dan Adult Link dalam Zelda: Ocarina of Time. Sebagian penggemar sempat menyuarakan kritik terhadap gaya visual yang diusung, meski gaya tersebut tampaknya terinspirasi dari seni wayang tradisional Jepang, memberikan sentuhan artistik yang cukup unik. Di latar belakang gambar tersebut, tampak jelas desain baru untuk Temple of Time, khususnya ruangan yang menyimpan Door of Time.
Tepat di atas ambang pintu masuk kuil, terlihat lambang Triforce serta simbol dari tiga Spiritual Stones, yakni Kokiri’s Emerald, Goron’s Ruby, dan Zora’s Sapphire. Para penggemar juga dapat melihat samar-samar platform tempat Young Link nantinya harus memainkan Song of Time menggunakan Ocarina of Time guna membuka Door of Time, lengkap dengan karpet yang membentang di depannya. Cuplikan visual ini tentu memberikan gambaran yang memikat bagi para penggemar berat lokasi tersebut.
Bagi yang belum tahu, Adult Link nantinya akan terbangun di Chamber of Sages dan bertemu dengan Sage of Light bernama Rauru, satu-satunya Sage yang tidak mengharuskan Link mendatangi kuil tertentu. Sebenarnya, Temple of Light sempat dipangkas dari versi Nintendo 64 Ocarina of Time akibat keterbatasan waktu dan perangkat keras saat itu, sehingga kehadirannya dalam versi remake ini terasa sangat masuk akal. Kendati demikian, mengingat Ocarina of Time merupakan salah satu game dengan ulasan terbaik sepanjang masa, masih menjadi pertanyaan sejauh mana Nintendo akan mengubah formula klasik tersebut.
Bagian tak terpisahkan dari formula ikonik tersebut tentu saja adalah Temple of Time serta momen legendaris saat Link pertama kali mencabut Master Sword. Setidaknya, para pemain kini memiliki kesempatan untuk kembali merasakan momen bersejarah tersebut di konsol modern.








