Meskipun hubungan saya dengan genre soulslike tidak langsung bermula dari cinta pada pandangan pertama, genre ini kini menjadi salah satu yang paling saya hargai. Perkembangan yang konsisten serta memuaskan, sistem pertarungan yang brutal namun adil, desain musuh yang kreatif, struktur level yang saling terhubung, dan yang paling saya sukai yaitu mekanik parry yang memuaskan, adalah berbagai elemen penting yang saya nantikan. Ketika seluruh unsur tersebut berpadu, hasilnya seringkali melahirkan beberapa video game terbaik sepanjang masa. Valor Mortis ternyata memiliki seluruh elemen tersebut.
Dikembangkan oleh One More Level—studio di balik duologi Ghostrunner—Valor Mortis adalah game soulslike bersudut pandang orang pertama yang berlatar di era alternatif Perang Napoleon. Sebagai penggemar berat Ghostrunner, penikmat sejarah, dan pencinta genre soulslike, saya sudah memantau perkembangan Valor Mortis sejak pengumumannya tahun lalu. Saya akhirnya berkesempatan mencoba langsung Valor Mortis di ajang Gamescom 2026, dan dengan mantap saya katakan bahwa penantian tersebut sangat sepadan.
Pengalaman Soulslike yang Tajam
Uji coba Valor Mortis yang saya lakukan dimulai ketika karakter pemain bernama William terbangun di sebuah medan perang yang porak-poranda. Ia tidak begitu yakin bagaimana dirinya bisa berada di sana, namun ia merasa baru saja bangkit dari kematian dan kini bisa mendengar suara Emperor Napoleon di dalam kepalanya. Meski demikian, ia tidak punya banyak waktu untuk mencerna situasi karena langsung disergap oleh prajurit British Grand Armée rekan sesamanya, meskipun wujud prajurit tersebut kini tampak seperti sesosok zombi.
Prajurit mayat hidup itu menerjang William dengan pedang pendek terhunus, memberikan kesempatan bagi pemain untuk merasakan inti dari sistem pertarungan Valor Mortis. Mengusung format soulslike bersudut pandang orang pertama, sistem pertarungan game ini menawarkan mekanik standar yang biasa dicari para penggemar genre tersebut, namun disajikan dari sudut pandang yang jarang dieksplorasi. Menekan tombol pemicu kanan akan mengayunkan pedang William, tombol R1 mengaktifkan menghindar samping, sedangkan L1 digunakan untuk menangkis dan mem-parry serangan musuh jika waktunya tepat. Pertemuan pertama ini berlangsung singkat saat saya melancarkan kombo tiga serangan yang merubuhkan musuh undead tersebut lewat rangkaian animasi yang anggun sekaligus brutal.
Selama beberapa pertarungan tutorial berikutnya, saya berfokus mendalami mekanik parry di Valor Mortis dan merasakannya sangat intuitif serta memuaskan. Menangkis satu serangan musuh lemah yang gerakannya terbaca jelas memungkinkan pemain melancarkan serangan penyelesaian berdarah yang memukau, sementara musuh yang lebih tangguh umumnya menuntut beberapa kali tangkisan beruntun untuk membuat mereka kehilangan keseimbangan. Respons tombol yang baik, fitur kunci bidikan kamera yang akurat, umpan balik model musuh, serta efek kekerasan berpadu apik membangun fondasi pertarungan Valor Mortis, dengan departemen audio yang meninggalkan kesan mendalam berkat suara dentingan logam bernada tinggi di setiap tebasan pedang dan tangkisan sukses.



Perjalanan saya berlanjut menyusuri area medan perang berlumuran darah sambil menikmati berbagai pemandangan mengerikan di sekeliling, memperlihatkan betapa kuatnya arah seni serta atmosfer kelam yang imersif dari Valor Mortis. Saya kemudian menemukan sesosok jenazah dengan jantung bernyala yang tertanam di dadanya. Setelah mengambil dan mengonsumsinya, saya memperoleh kemampuan baru mirip game BioShock, di mana semburan api berbentuk kerucut keluar dari tangan kiri saat tombol pemicu kiri ditahan. Meskipun kemampuan ini jelas berguna dalam pertempuran, saya pribadi lebih senang karena elemen ini turut membuka jalur pintas di dalam level, menghadirkan ciri khas desain level yang saling terhubung seperti yang biasa ditemui pada game-game soulslike terbaik.
Jalur pintas yang baru terbuka tersebut juga mengarah pada sebuah lentera pertama, yaitu titik pemeriksaan yang berfungsi sebagai api unggun di Valor Mortis. Di tempat ini, pemain dapat memulihkan kesehatan serta meningkatkan level karakter. Mengalahkan musuh akan memberikan poin yang dapat dimanfaatkan untuk menaikkan atribut kesehatan, mana, atau stamina, dan nantinya membuka keterampilan yang lebih spesifik seperti peningkatan dampak serangan tangkisan.























