Chapter 1192 dari manga One Piece yang dirilis pada September 2026 dalam Weekly Shonen Jump membawa alur cerita di pulau Elbaf semakin mendekati babak akhir. Dengan akan segera rampungnya arc ini dalam beberapa chapter ke depan, pertarungan-pertarungan besar yang sedang berlangsung dipastikan akan segera menemukan titik terang.
Eiichiro Oda selaku mangaka tampaknya telah memberikan sinyal mengenai kematian beberapa karakter penting menjelang akhir cerita. Meskipun Oda dikenal jarang mematikan karakter di kubu protagonis maupun antagonis, intensitas Saga Terakhir membuat kematian karakter menjadi jauh lebih sering terjadi. Klimak dari arc Elbaf ini menyiapkan akhir bagi dua tokoh penting, yaitu Saint Sommers dan Killingham. Kekalahan keduanya menjadi syarat mutlak agar Elbaf bisa diselamatkan dari ancaman Nerona Imu, di mana tugas berat tersebut berada di tangan Zoro dan Sanji.
Klimaks Elbaf Mengarah pada Kematian Holy Knights Sommers dan Killingham
Saint Sommers dan Killingham pertama kali tiba di Elbaf dalam chapter 1140 untuk menggantikan Shamrock Figarland yang harus kembali ke Marijoa. Sejak kemunculan tersebut, mereka menjelma menjadi musuh yang sangat merepotkan bagi Bajak Laut Topi Jerami. Situasi berubah drastis ketika Nerona Imu turun langsung ke medan laga dan sempat mendesak Zoro serta Sanji. Imu kemudian menganugerahkan Omen of Black Flames kepada Sommers dan Killingham, membuat api hitam melayang di kepala mereka bagaikan sebuah halo yang mendongkrak kekuatan mereka secara drastis.
Chopper: What are these black flames?
Sommers: This is it! An Omen!
Imu: Quickly, Sommers. There’s no time to waste.
— Nerona Imu grants an Omen to Sommers and Killingham, One Piece Chapter #1180
Dalam chapter 1189, terungkap pula bahwa Omen tersebut menganugerahkan senjata milik para pencipta World Government yang dulu mengalahkan Joyboy 800 tahun silam. Saint Sommers mendapatkan Blade of Wrath: Gram, sementara Killingham memegang Spear of Holy Command: Longinus. Berbekal senjata legendaris ini, kekuatan mereka bahkan sanggup mengimbangi para Admiral. Ditambah dengan Depths Covenant yang memberikan regenerasi tanpa batas serta keabadian, ironisnya justru membuat kedua karakter ini menjadi pihak yang paling berpotensi tewas sebelum arc Elbaf usai. Kematian mereka hampir bisa dipastikan, sebab tanpa itu, Nerona Imu tidak akan bisa terusir dari Elbaf.
“800 years ago, the 19 Kings who forged this world took an oath of equality, thrusting their weapons into the ground around the Empty Throne. Blade of Chaos, Tohu! Vohu! Nemesis! Longinus! Stigma! Muramasa! They are the 19 weapons of those who brought the world to heel! The Great One used Omen to bring them back and grant them to us. There are no lies among the legends each family passed down!” — Sommers explains the Creator Weapons, One Piece Chapter #1189
Mengapa Kematian Holy Knights Menjadi Keharusan untuk Menyelamatkan Elbaf
Eiichiro Oda biasanya lebih suka mematahkan tekad dan mimpi musuh ketimbang mematikan mereka. Namun, logika tersebut tidak berlaku bagi Holy Knights karena status keabadian mereka yang membuat mereka bisa terus bangkit kembali jika dibiarkan hidup.
Gaban sempat menjelaskan dalam chapter 1170 bahwa serangan bertubi-tubi menggunakan Color of the Supreme King pada akhirnya bisa melumpuhkan para makhluk abadi tersebut. Kendati demikian, membuat mereka benar-benar mati adalah perkara lain. Loki tercatat sebagai karakter pertama yang berhasil membunuh seorang Holy Knight saat ia menghabisi ayahnya sendiri, King Harald, 14 tahun lalu. Sejak saat itu, belum ada lagi Holy Knight yang tewas, hingga kini Sommers and Killingham diposisikan harus menghadapi takdir serupa demi kemenangan Luffy atas Nerona Imu.
“Give him enough hits, and we can manage to knock him out of commission. If these guys have any weakness, it’s against those of us who can infuse our attacks with the Color of the Supreme King!” — Gaban explains the Holy Knights’s weakness, One Piece Chapter #1170
Hal ini berkaitan erat dengan cara kerja Covenant milik Imu. Nerona Imu sendiri mengonfirmasi dalam chapter 1171 bahwa hilangnya setiap Covenant menuntut bayaran yang sangat mahal baginya. Kematian King Harald terbukti melemahkan Imu secara fisik. Oleh karena itu, gugurnya Sommers dan Killingham akan memberikan dampak kelemahan yang signifikan pada Imu, membuka peluang bagi Luffy dan Loki untuk mendesaknya keluar dari Elbaf. Tanpa melemahkan Imu melalui kematian para Holy Knights ini, mustahil bagi Luffy dan Loki untuk bisa menandinginya. Tugas untuk menghancurkan inti baja di tubuh Sommers dan Killingham pun jatuh ke pundak Zoro dan Sanji.
Imu: Those traits made Harald a true monster? Yet he was taken down? What exactly is lurking in Elbaf?
Five Elders: We shall have the Abyss Pentagram carved by Harald in Elbaf inspected.
Imu: That shall not be necessary. It’ll result in the death of another Knight. Every Covenant comes at a high price to pay for Mu.
— Imu confirms losing a Covenant weakens him, One Piece Chapter #1171
Jantung Mekanis Para Holy Knights Akan Segera Berhenti
Kunci utama untuk menghabisi seorang Holy Knight terletak pada jantung mekanis yang ada di dalam tubuh mereka, seperti yang diperlihatkan dalam chapter 1178. Reaksi panik Sommers ketika Zoro mengutarakan niatnya untuk menghancurkan jantung baja tersebut menjadi bukti valid bahwa organ itu adalah sumber keabadian mereka. Saat jantung tersebut dihancurkan, mereka akan benar-benar mati.
“If I destroy this steel heart, will they lose the ability to put themselves back together?” — Zoro, One Piece Chapter #1179
Menjelang akhir arc Elbaf, Oda dipastikan akan segera memfokuskan cerita pada pertarungan antara para komandan utama Bajak Laut Topi Jerami melawan para Holy Knights. Melalui penguasaan Color of the Supreme King, Zoro dan Sanji diharapkan mampu melancarkan serangan pemungkas untuk menghancurkan Sommers dan Killingham. Kekalahan permanen mereka akan melemahkan Imu secara drastis dan menciptakan celah bagi Monkey D. Luffy untuk melancarkan serangan balik demi menyelamatkan Elbaf.
Kendati demikian, menumbangkan Imu bukanlah perkara mudah, dan bukan tidak mungkin penggemar akan melihat Luffy sempat kewalahan di Elbaf. Namun, satu hal yang pasti adalah Eiichiro Oda telah menentukan garis takdir bagi Sommers dan Killingham di pulau para raksasa ini.








