Media sosial akhir-akhir ini dihebohkan oleh gelombang unggahan dari sejumlah perempuan yang menyatakan bahwa mereka tidak akan mengizinkan pasangan mereka memainkan Grand Theft Auto 6. Sebagai salah satu rilisan video game yang paling dinantikan sepanjang sejarah, antusiasme penggemar mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah penantian selama 13 tahun sejak peluncuran GTA 5, terlebih ditambah dengan kemunculan cuplikan Extended Look di Netflix yang tampil sangat memukau.
Kendati demikian, tidak semua orang menyambut gembira tanggal rilis game ini pada 19 November mendatang. Berbagai video di TikTok dan platform media sosial lainnya mendadak viral, menampilkan para perempuan yang memberikan alasan mengapa mereka melarang kekasih atau suami mereka untuk memainkan GTA 6. Meskipun banyak yang mendukung, ada pula sebagian pihak yang melontarkan argumen tandingan terhadap pandangan tersebut.
Penolakan Terhadap GTA 6 di TikTok
Keluhan utama yang disuarakan dalam video-video tersebut berpusat pada kehadiran unsur hubungan romantis yang dapat dijalin oleh pemain dalam GTA 6. Sebagian orang merasa keberatan jika pasangan mereka nantinya dapat melakukan adegan romantis dengan karakter Lucia. Berbagai video bahkan melabeli pria yang ingin bermain GTA 6 sebagai sebuah “red flag”, sementara sebagian lainnya menganggap aktivitas tersebut sebagai bentuk “microcheating” atau perselingkuhan kecil. Meski menuai pro dan kontra serta perdebatan seputar batasan dalam hubungan, tidak sedikit pula pengguna media sosial yang merasa kebingungan mengapa fitur romansa dalam game bisa memicu reaksi sebesar ini.
Di sisi lain, beberapa perempuan mulai mengunggah konten yang menertawakan sikap mereka yang melarang pasangan bermain GTA 6, dengan menyebut mereka bersikap insecure dan mengingatkan bahwa elemen romansa juga ditemukan dalam game populer lain seperti The Sims. Tentu saja, The Sims maupun Grand Theft Auto 6 bukanlah game yang hanya dikhususkan untuk satu gender saja. Jutaan perempuan dipastikan juga akan memainkannya, dan satu hal yang sering terlewat dalam perdebatan ini adalah bahwa Lucia merupakan salah satu karakter utama yang dapat dimainkan, bukan sekadar opsi romansa atau sekadar pacar Jason semata.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengkritik tersebut bukanlah gamer sejati yang memahami isi game secara menyeluruh, serta tampak abur terhadap fakta bahwa unsur kencan, romansa, dan seks sebenarnya sudah ada sejak seri-seri sebelumnya. Anggapan bahwa bermain game dengan elemen percintaan sebagai bentuk “microcheating” terdengar berlebihan bagi banyak orang. Kendati menuai kontroversi, hal tersebut tampaknya tidak akan berdampak besar pada kesuksesan komersial GTA 6 yang diprediksi bakal memecahkan rekor penjualan saat peluncurannya nanti.
Kontroversi bukanlah hal baru bagi franchise Grand Theft Auto. Sebelumnya, konten kekerasan dalam game ini kerap menempatkannya di tengah badai kontroversi dan tuntutan hukum. Begitu pula dengan insiden Hot Coffee pada San Andreas yang membuktikan bahwa konten seksual telah lama menjadi isu sensitif bagi sebagian kalangan. Bagaimanapun juga, menarik untuk melihat bagaimana kelanjutan kontroversi ini menjelang hari peluncuran game garapan Rockstar Games tersebut.








