Kelompok Bajak Laut Topi Jerami merupakan karakter utama dalam cerita One Piece. Selepas peristiwa di Wano, tepatnya pada chapter 1053, kelompok ini secara resmi diakui sebagai kru Yonko. Sejak saat itu, setiap anggota Topi Jerami memegang peran sebagai komandan elit di bawah kepemimpinan Monkey D. Luffy, dengan Zoro dan Sanji yang sering disebut sebagai dua sayap utama sang kapten.
Meskipun memiliki kekuatan yang luar biasa, alur cerita di pulau Elbaf mulai memperlihatkan beberapa celah dalam struktur kelompok ini, sekaligus memunculkan kebutuhan akan satu komandan tambahan menjelang akhir arc tersebut. Dalam chapter 1193 yang dirilis secara resmi pada 13 September 2026 melalui majalah Weekly Shonen Jump, Eiichiro Oda kembali memberikan petunjuk mengenai sosok yang diantisipasi banyak pihak akan menjadi komandan terakhir kelompok ini, yaitu Putri Shuri dari Kerajaan Esperia.
Ekspansi Kru Topi Jerami dengan Komandan Baru Setelah Elbaf
Sejak resmi menyandang status sebagai kelompok Yonko, Bajak Laut Topi Jerami telah menorehkan berbagai pencapaian penting di Dunia Baru, mulai dari lolos dari situasi pelik di Egghead hingga menghadapi kekuatan Pemerintah Dunia di Elbaf. Kendati demikian, harus diakui bahwa jumlah personel mereka masih lebih sedikit jika dibandingkan dengan kelompok Yonko lainnya. Bajak Laut Big Mom memiliki banyak komandan serta Pasukan Amuk yang beranggotakan lebih dari 10.000 orang. Kelompok Bajak Laut Beasts pimpinan Kaido juga didukung oleh para komandan elit serta petarung tangguh di jajaran bawah. Sementara itu, kelompok Akagami no Kaizoku dan Kurohige masing-masing memiliki 10 komandan kuat, sedangkan Monkey D. Luffy saat ini baru memiliki 9 komandan.
Agar kekuatannya dapat seimbang dengan para Yonko lain, Luffy tentu memerlukan tambahan anggota di jajaran komandan. Inilah alasan mengapa Eiichiro Oda menghadirkan Putri Shuri sebagai kandidat yang ideal. Shuri pertama kali muncul di Elbaf dengan menyamar sebagai Gunko bersama Shamrock Figarland pada chapter 1134. Latar belakang karakternya kemudian dieksplorasi lebih mendalam melalui kilas balik Kerajaan Esperia, yang memperlihatkan bahwa ia sempat dicuci otak oleh Nerona Imu dan dijadikan budak iblis.
“Jika itu bukan sekadar halusinasi dan Sang Putri benar-benar menjadi korban saat itu, bisakah aku meminta dukungan kalian untuk kembali menaruh kepercayaan pada Putri Shuri? Maukah kalian memberikan kekuatan untuk menyelamatkan sang putri?” — Brook bersama kelompok Topi Jerami, One Piece Chapter #1186
Selepas kilas balik Esperia berakhir di chapter 1186, dikonfirmasikan bahwa Bajak Laut Topi Jerami bertekad menyelamatkan Putri Shuri dari cengkeraman Nerona Imu dan Pemerintah Dunia. Mengingat Kerajaan Esperia sudah tidak ada lagi, opsi paling logis bagi Shuri adalah berlayar bersama kelompok Topi Jerami. Pada chapter 1185, ia bahkan sempat menyatakan keinginannya untuk menjadi seorang bajak laut dan mengarungi lautan bersama Brook. Dengan terbangunnya Putri Shuri pada chapter 1193, percakapan bermakna antara dirinya dan Brook setelah insiden masa lalu tersebut dipastikan akan segera berlanjut.
Shuri: Bukankah kau ingin menjadi seorang bajak laut, Brook?
Brook: Aku dengan senang hati menunda impianku demi membalas budi kepada Yang Mulia.
Shuri: Kalau begitu, saat waktunya tiba, aku akan berlayar bersamamu!
— Shuri mengonfirmasi niatnya untuk berlayar sebagai bajak laut bersama Brook, One Piece Chapter #1185
Mengapa Shuri Akan Menjadi Komandan Terakhir Topi Jerami
Kebutuhan akan komandan kesepuluh menjadi hal yang krusial bagi Topi Jerami untuk menghadapi kru lain yang memiliki setidaknya 10 komandan. Shuri menjadi kandidat terkuat karena beberapa tokoh lain yang sempat diprediksi fans, seperti Loki, Yamato, dan Bonney, kecil kemungkinan untuk bergabung dalam waktu dekat. Loki sempat dikira sebagai bakal calon komandan terakhir, namun ia telah dengan tegas menolak tawaran Luffy dan memilih tinggal di Elbaf demi melindungi negeri tersebut sebagai pahlawan.
Di sisi lain, Jewelry Bonney memilih fokus memulihkan Kuma dan menetap bersama Vegapunk di laboratorium baru di Sun World, Elbaf. Sementara itu, Yamato masih mendedikasikan diri untuk melindungi Wano, dan Putri Vivi saat ini berada di lokasi yang jauh dari kelompok Luffy. Shuri, yang kehilangan tanah airnya dan harus dilindungi dari ancaman Pemerintah Dunia, menjadi satu-satunya pilihan yang paling masuk akal untuk mengisi posisi komandan terakhir sekaligus memperkuat lini tempur bajak laut Topi Jerami.
Potensi Kekuatan Shuri sebagai Calon Komandan Topi Jerami
Sebagai seorang komandan, Shuri memiliki kemampuan bertarung yang luar biasa dan mampu mengimbangi para petarung level atas. Dalam arc Elbaf chapter 1146, ia bahkan sempat terlihat menghadapi separuh anggota kru Topi Jerami dan mengalahkan mereka tanpa kesulitan berarti. Kekuatannya bahkan dinilai melampaui Jinbe, dan berpotensi setara atau lebih tinggi dari komandan utama Yonko lainnya.
Shuri diketahui menguasai setidaknya dua jenis Haki, yaitu Kenbunshoku Haki (Observasi) dan Busoshoku Haki (Persenjataan), serta memiliki potensi Haoshoku Haki (Penakluk) yang sempat disalurkan oleh Imu melalui dirinya. Selain itu, ia mengandalkan kekuatan Buah Iblis Aro Aro no Mi yang memungkinkannya menciptakan serta menembakkan proyektil berbentuk panah dengan daya rusak tinggi. Kehadirannya tentu akan mendongkrak kekuatan kolektif Bajak Laut Topi Jerami secara signifikan dalam persaingan antar bajak laut di dunia.











