Banyak orang mengira bahwa sisi tradisional Jepang hanya bisa ditemukan di wilayah seperti Kyoto atau Nara. Padahal, Anda tidak perlu pergi jauh ke wilayah barat Jepang untuk merasakan suasana kuno dan spiritual. Di tengah kawasan metropolitan Tokyo yang super sibuk, terdapat dua situs ziarah kuno di puncak gunung, yaitu Mt. Takao dan Mt. Mitake.
Mt. Mitake berdiri setinggi 929 meter dan telah menjadi lokasi bangunan suci di puncak gunung selama lebih dari 2.000 tahun. Kompleks utama yang berdiri di sana saat ini adalah Musashi Mitake Shrine, yang terus menjadi pusat ketenangan religius hingga sekarang. Selain itu, pada masa periode Edo, gunung ini berkembang menjadi destinasi ziarah populer, sehingga banyak penginapan tradisional yang disebut shukubo didirikan untuk melayani para pelancong, dan beberapa di antaranya masih beroperasi hingga hari ini.
Selain nilai spiritualnya, Mt. Mitake juga menawarkan berbagai jalur pendakian yang luar biasa. Puncak gunung ini berada di dalam kawasan Chichibu-Tama-Kai National Park yang sangat luas, mencakup area hutan, bukit, dan jurang seluas lebih dari 1.250 kilometer persegi. Sulit dipercaya bahwa alam yang begitu asri dan terjaga dapat ditemukan di dalam wilayah Tokyo.
Cara Menuju ke Sana

Secara administratif, Mt. Mitake memang terletak di dalam wilayah metropolitan Tokyo, namun lokasinya tidak berada dekat dengan persimpangan Shibuya yang terkenal. Perjalanan menuju ke sana membutuhkan waktu sekitar dua jam. Anda harus menuju ke kota Ome di bagian paling barat Tokyo terlebih dahulu, yang biasanya memerlukan beberapa kali transit kereta. Menggunakan aplikasi rute perjalanan sangat disarankan untuk menemukan jalur terbaik dari titik awal Anda.
Setibanya di Mitake Station, keluar dari stasiun dan belok ke kiri hingga Anda menemukan tanda petunjuk berwarna oranye terang. Dari sana, Anda perlu naik bus menuju stasiun kereta gantung (cable car) yang akan membawa Anda ke tahap berikutnya. Perjalanan bus ini memakan waktu singkat dengan menyusuri lembah Tamagawa yang indah dan memerlukan biaya beberapa ratus yen.
Bus akan menurunkan Anda di dekat stasiun cable car Takimoto. Di sinilah Anda dapat membeli tiket pulang-pergi seharga sekitar 1.000 yen. Pembayaran bus maupun cable car dapat menggunakan kartu IC seperti Suica dan PASMO. Meskipun mendaki sampai ke puncak dengan berjalan kaki adalah suatu pilihan, hal tersebut tidak disarankan mengingat masih banyak jalur pendakian menarik yang menanti di puncak, ditambah jalur cable car ini merupakan funikular terseram dan curam di wilayah Greater Tokyo.
Pendakian ke Mt. Mitake

Setelah tiba di puncak menggunakan cable car, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama sekitar dua menit menyusuri jalur setapak menuju Musashi Mitake Shrine. Jalurnya tidak terlalu sulit, dan Anda bahkan akan melewati perkampungan kecil di atas gunung di mana warga lokal tinggal menggunakan kendaraan kecil seperti moped dan truk mini untuk melayani para pelancong sejak zaman dahulu.
Jika Anda melanjutkan perjalanan melewati deretan penginapan, Anda akan menemukan beberapa restoran pegunungan yang menyajikan hidangan tradisional Jepang seperti mi soba buatan tangan dan udon. Beberapa toko di sekitar area ini juga menjual berbagai produk lokal serta cinderamata, termasuk boneka tupai terbang yang terinspirasi dari hewan asli yang menghuni pepohonan di Mt. Mitake.
Setelah melewati area restoran, Anda akan tiba di gerbang masuk kuil. Di sebelah kiri terdapat tangga yang mengarah melewati gerbang Zuishinmon, sebuah contoh nyata dari percampuran kepercayaan Buddha dan Shinto (Shinbutsu-shugo) sebelum kedua agama tersebut dipisahkan secara resmi melalui dekrit kekaisaran pada tahun 1868.
Melangkah lebih jauh dari Zuishinmon, Anda akan dihadapkan pada tangga yang sangat curam menuju Musashi Mitake Shrine. Jika Anda merasa tidak sanggup menaiki tangga curam tersebut, tersedia jalur alternatif berupa lereng yang lebih landai di sebelah kanan. Di puncak, Anda akan disambut oleh Musashi Mitake Shrine yang megah.
Akar sejarah kuil ini telah ada sejak lebih dari 2.000 tahun lalu. Desain bangunan aula utama (honden) yang berdiri saat ini berasal dari sekitar abad ke-14 dan dianggap sebagai contoh klasik arsitektur periode tersebut, sementara aula doa (haiden) di depannya merupakan replika persis dari bangunan sebelumnya yang dibangun pada tahun 1877.
Mt. Mitake dan Mitologi

Berdasarkan legenda, Musashi Mitake Shrine didirikan pada masa pemerintahan Kaisar Sujin yang meletakkan jabatannya sekitar tahun 30 SM. Berbeda dari kuil pada umumnya, kuil ini didedikasikan untuk serigala. Hubungan ini berkaitan erat dengan pangeran kekaisaran Yamato Takeru yang mengunjungi wilayah Tokyo sekitar tahun 150 M.
Menurut cerita, Takeru pernah tersesat di hutan setelah membunuh roh jahat berwujud rusa yang berubah menjadi kabut tebal. Seekor serigala putih besar kemudian muncul dan memandunya dengan selamat. Serigala tersebut diyakini sebagai penjelmaan dari Inu-sama, dan sang pangeran meminta agar makhluk tersebut tetap tinggal untuk melindungi wilayah sekitar. Oleh karena itu, kata “inu” yang berarti anjing membuat kuil ini sangat populer di kalangan pecinta anjing, bahkan cable car pun menyediakan area khusus bagi pengunjung yang membawa hewan peliharaan mereka ke puncak.
Atraksi Menarik Lainnya di Sekitar

Bagi para pecinta alam, Mt. Mitake menawarkan lanskap yang luar biasa menakjubkan dengan beberapa titik menarik untuk dieksplorasi:
- Tengu Rock: Sebuah batu raksasa berbentuk menyerupai hidung makhluk mitologi Tengu yang terletak sekitar 20 menit berjalan kaki dari kompleks kuil utama. Terdapat kuil kecil di atasnya, dan pengunjung dapat memanjat menggunakan bantuan rantai besi pada akar pohon.
- Rock Garden: Lembah sempit di dalam hutan yang dialiri oleh aliran sungai jernih serta dipenuhi batu-batu berlumut dan air terjun kecil. Lokasi ini dapat dicapai dalam waktu sekitar 30 hingga 40 menit dari Musashi Mitake Shrine.
- Mt. Otake: Puncak gunung setinggi 1.267 meter yang dapat dicapai dalam waktu sekitar satu jam perjalanan dari Rock Garden, menawarkan pemandangan alam sekitar yang sangat memukau.
Sebelum mengakhiri perjalanan, pastikan Anda memperhatikan jadwal operasional kereta gantung terakhir untuk turun gunung, kecuali jika Anda berencana menginap di salah satu penginapan shukubo.








