Episode ke-7 dari serial Ave Mujica: The Die is Cast benar-benar membuktikan antisipasi penonton sebagai episode yang berfokus pada CRYCHIC. Menghadirkan gelombang emosi yang mendalam, episode ini sukses menguras air mata dan layak disebut sebagai salah satu karya terbaik dalam sejarah waralaba BanG Dream!. Artikel ini mengandung banyak spoiler, jadi pastikan Anda sudah menontonnya terlebih dahulu di platform resmi seperti Crunchyroll atau Muse Asia sebelum membaca lebih lanjut.

Reaksi terkejut Sakiko saat berpura-pura tidak mengenal CRYCHIC memberikan dampak yang cukup besar bagi para mantan rekan satu bandnya. Meskipun sebagian dari mereka telah menemukan kebahagiaan baru bersama MyGO!!!!!, sikap Sakiko yang seolah-olah menganggap masa lalu tersebut tidak penting terasa cukup menyayat hati. Bagi Soyo, yang pada musim sebelumnya sangat berambisi menyatukan kembali band tersebut, CRYCHIC memegang arti yang sangat besar dalam hidupnya.
Keputusan Soyo untuk mendorong Sakiko agar mau menemui Mutsumi di kediamannya menjadi titik balik yang sangat pas. Pada momen tersebut, Sakiko akhirnya menyadari betapa rumit dan beratnya situasi yang dihadapi oleh Mutsumi. Penyesalan mendalam yang membuat Sakiko menangis histeris terasa sangat emosional, namun yang patut diacungi jempol adalah keberaniannya untuk tidak lagi melarikan diri dari masa lalu.

Keteguhan tekad Sakiko terlihat jelas saat ia mendatangi rumah Mutsumi setiap hari tanpa kenal lelah. Usaha keras tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika pertahanan Mortis runtuh dan mereka berhasil membujuk Mutsumi kembali. Alur cerita kemudian mengarah pada klimaks yang dinanti-nantikan: reuni terakhir bagi para personel CRYCHIC.
Pertemuan kembali Mutsumi dan interaksi antara Sakiko dengan Tomori mengantarkan penonton pada penampilan musikal yang sangat berkesan. Vokal dari Hina Youmiya dalam membawakan lirik-lirik emosional tersebut berhasil menyampaikan kepedihan sekaligus kerinduan yang mendalam. Puncaknya adalah ketika Taki melontarkan permintaan untuk membawakan lagu ikonik mereka, yaitu “Haruhikage”.

Lagu “Haruhikage” sendiri memiliki makna yang sangat kuat bagi para penggemar, baik di kubu MyGO!!!!! maupun Ave Mujica. Penampilan terakhir CRYCHIC ini bukan sekadar ajang bernostalgia, melainkan sebuah bentuk penghormatan tulus atas ikatan yang pernah terjalin di antara mereka. Episode ini menegaskan bahwa CRYCHIC lebih dari sekadar batu loncatan cerita, melainkan fondasi emosional yang membentuk karakter-karakter di dalamnya.

Dampak dari reuni emosional ini juga dirasakan oleh Umiri. Selama ini, ia memandang band dari sudut pandang profesional semata sebagai sarana mencari keuntungan atau ketenaran tanpa melibatkan keterikatan emosional. Namun, setelah menyaksikan secara langsung kehangatan di antara para anggota CRYCHIC, Umiri akhirnya memahami esensi sejati dari sebuah band, yang membawanya untuk mengambil inisiatif menyatukan kembali Ave Mujica di akhir episode.







