Home / Anime / CEO Crunchyroll Sebut Kreator Anime Bebas Pakai Teknologi Apa Saja, tapi Tolak Sulih Suara dan Terjemahan AI

CEO Crunchyroll Sebut Kreator Anime Bebas Pakai Teknologi Apa Saja, tapi Tolak Sulih Suara dan Terjemahan AI

1745194229 6d7481c3fc33361b4e95b8db3c9cf991 1024x576 1

CEO Crunchyroll, Rahul Purini, baru-baru ini memberikan penjelasan mengenai sikap perusahaan terhadap pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses kreatif. Ia menyatakan bahwa keputusan untuk menggunakan teknologi apa pun diserahkan sepenuhnya kepada para kreator. Namun, bagi Crunchyroll sendiri, mereka tidak berencana menggunakan AI dalam proses kreatif seperti pembuatan terjemahan teks (subtitling) atau sulih suara (dubbing).

Ketika ditanya mengenai tantangan dalam menghadapi teknologi AI, Purini menegaskan bahwa hal tersebut tidaklah rumit karena batasan perusahaan sudah sangat jelas. Keaslian visi kreator merupakan prioritas utama bagi mereka. Perusahaan ingin memastikan para pembuat konten dapat menyampaikan cerita sesuai keinginan mereka dengan memanfaatkan teknologi apa pun yang mereka pilih.

Meskipun demikian, Purini mengonfirmasi bahwa teknologi AI tetap dieksplorasi untuk kebutuhan lain, seperti sistem rekomendasi dan personalisasi bagi para pengguna platform.

Sikap Crunchyroll yang Kian Berkembang Terkait AI

solo leveling's jinwoo holding a dagger with another hand in his pocket is positioned in the middle of a serious looking luffy and sobbing tanjiro
©Eiichiro Oda / Shueisha, Toei Animation ©Koyoharu Gotoge / SHUEISHA / Aniplex / ufotable © Solo Leveling Animation Partners

Pernyataan ini memberikan kejelasan paling tegas dibandingkan komentar-komentar sebelumnya yang sempat memicu interpretasi berbeda. Dalam wawancara-wawancara sebelumnya, arah kebijakan perusahaan terkait penggunaan AI sempat mengalami pergeseran, mulai dari eksplorasi awal untuk mempercepat proses penerjemahan bahasa hingga penegasan komitmen terhadap keaslian karya tanpa campur tangan AI dalam proses sulih suara.

Meski Crunchyroll menyatakan tidak menggunakan AI untuk subtitel dan sulih suara buatan sendiri, perusahaan ini juga tidak melarang atau menentang penggunaan AI dalam tahap produksi animasi yang dikerjakan oleh para studio dan kreator. Perusahaan membebaskan para pembuat konten untuk menentukan teknologi yang ingin digunakan.

Di sisi lain, beberapa perusahaan rekanan di bawah naungan Sony Group, seperti Aniplex, A-1 Pictures, dan CloverWorks, diketahui mulai mengembangkan perangkat AI secara terbuka untuk membantu proses produksi anime.

Necronomico and the Cosmic Horror Show ai subtitles
© 2025 Megalox Co., PR Dep.

Kendati menyatakan sikap menentang penggunaan AI dalam subtitel internal mereka, Crunchyroll sempat menghadapi insiden ketika menayangkan serial Necronomico and the Cosmic Horror Show pada musim semi 2025. Serial tersebut kedapatan menggunakan subtitel hasil buatan AI dari vendor pihak ketiga, yang bahkan memuat teks kesalahan sistem seperti kalimat dari ChatGPT.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak Crunchyroll menyatakan bahwa penggunaan AI oleh vendor melanggar perjanjian kerja sama yang berlaku. Perusahaan mengeklaim bahwa pengawasan kualitas merupakan tanggung jawab pihak vendor dan investigasi internal langsung dilakukan, meski hasil akhir dari penyelidikan tersebut tidak diungkapkan kepada publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *