Serial anime televisi SEKIRO: NO DEFEAT dijadwalkan tayang perdana pada Januari 2027 dengan total delapan episode, disertai dengan perilisan sebuah visual kunci terbaru.
Versi serial televisi ini akan disusun ulang berdasarkan cerita yang telah ditampilkan dalam film SEKIRO: NO DEFEAT yang sebelumnya sempat diputar di bioskop. Selain itu, versi serial ini akan menghadirkan berbagai adegan, potongan gambar, serta episode baru yang tidak dimasukkan ke dalam versi layar lebar. Sebelumnya, edisi teatrikal film tersebut telah ditayangkan secara terbatas selama tiga minggu di Jepang.
Menurut tim produksi, proyek ini sebenarnya direncanakan sejak awal sebagai serial televisi delapan episode. Namun, di tengah proses produksi, pihak staf memutuskan agar para penonton dapat merasakan langsung keunggulan visual dan tata suara anime ini di layar lebar terlebih dahulu, yang kemudian memicu peluncuran versi suntingan teatrikal secara lebih awal.
Pihak ARCH merilis pernyataan resmi mengenai hal tersebut:
Baik Anda sudah menyaksikan filmnya maupun baru akan menikmati karya ini melalui serial televisi, kami sangat berharap Anda menantikannya.
Film SEKIRO: NO DEFEAT telah melampaui jadwal penayangan terbatas tiga minggu yang direncanakan semula, dan berkat dukungan luar biasa dari berbagai pihak, diputuskan untuk memperluas rilis di bioskop. Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua orang yang telah meluangkan waktu datang ke bioskop.
Proyek ini awalnya bermula sebagai serial TV delapan episode. Akan tetapi, seiring berjalannya produksi, keinginan kami semakin kuat agar penonton dapat merasakan visual dan suara yang luar biasa dari karya ini di layar lebar terlebih dahulu, sehingga kami memutuskan untuk merilis versi film yang telah diedit sebelumnya.
Kami memohon maaf karena sebelumnya tidak menginformasikan bahwa film yang sedang tayang di bioskop merupakan versi suntingan, ataupun mengenai keberadaan serial televisi ini.
Serial televisi ini telah disusun ulang dengan memasukkan adegan dan potongan gambar yang tidak ada di dalam film, serta akan dirilis secara berkala sebagai sebuah karya yang mengikuti alur cerita film tersebut namun menawarkan pengalaman serta daya tariknya tersendiri.
Anime ini dikerjakan oleh studio Qzil.la, yang dikenal sering menggunakan berbagai teknologi dan proyek berbasis kecerdasan buatan. Hal tersebut sempat membuat sebagian penonton menduga bahwa adaptasi anime ini akan memanfaatkan teknologi generative AI, yang akhirnya memicu komite produksi untuk mengeluarkan pernyataan resmi guna mengonfirmasi bahwa tidak ada penggunaan AI generatif dalam pembuatannya.
Berikut adalah jajaran staf utama yang terlibat dalam produksi anime ini:
- Director: Kenichi Kutsuna
- Screenwriter: Takuya Satou
- Character Designer: Takahiro Kishida
- Deputy Director: Shunsuke Fukui
- Chief Animation Director: Kaito Moki
- Action Animation Director: Takashi Mukoda
- Art Director: Yuji Kaneko
- Color Designer: Azusa Sasaki
- Cinematographer: Keisuke Nozawa
- Editor: Yoshinori Murakami
- Sound Director: Yasushi Nagura
- Composer: Shuta Hasunuma
- Animation Production: Qzil.la
- Produced by: ARCH
Sementara itu, jajaran pengisi suara yang telah diumumkan sebelumnya meliputi:
- Daisuke Namikawa sebagai Wolf
- Miyuki Satou sebagai Kuro / The Divine Heir
- Kenjiro Tsuda sebagai Genichiro Ashina
- Jin Urayama sebagai The Sculptor
- Shizuka Ito sebagai Emma
- Akimitsu Takase sebagai Hanbei
- Takaya Hashi sebagai Owl
- Tetsuo Kanao sebagai Isshin Ashina
Visual utama untuk penayangan versi teatrikal juga telah diperlihatkan sebelumnya.
Situs web resmi mendeskripsikan latar cerita sebagai berikut:
Latar waktu berada di era Sengoku. Jepang terpecah menjadi berbagai negara independen yang terlibat dalam perang tiada henti. Di pusat konflik tersebut terdapat Ashina, sebuah tanah suci dengan misteri kuno. Dua dekade setelah Sword Saint Isshin Ashina merebut kembali wilayah itu melalui kudeta berdarah, sebuah ancaman baru muncul dari dalam, yaitu The Interior Ministry. Demi melindungi tanah airnya, cucu Isshin yang bernama Genichiro beralih pada kekuatan terlarang. Satu-satunya harapan terletak pada seorang anak laki-laki yang diculik—Divine Heir—serta pelindung setianya: seorang shinobi bisu yang dikenal sebagai Sekiro. Ini adalah kisah tentang seorang penguasa dan pengawalnya, serta misi mereka untuk mengembalikan keseimbangan di negeri yang berada di ambang kehancuran.








