Banyak pembelajar bahasa sering kali tergoda untuk menggunakan penerjemah otomatis saat ingin menulis email, komentar, atau entri blog dalam bahasa Jepang. Meskipun terlihat seperti jalan pintas yang sangat praktis, pada kenyataannya Anda jauh lebih diuntungkan jika mencoba menulisnya sendiri dengan kemampuan terbaik Anda.
Ada beberapa alasan utama mengapa penggunaan alat penerjemah daring untuk bahasa Jepang sebaiknya dihindari:
Alat Terjemahan Tidak Berfungsi dengan Baik
Penerjemah otomatis umumnya gagal menerjemahkan teks dengan akurat dan justru membuat hasil tulisan Anda terdengar seperti robot atau bahkan tidak masuk akal. Tanpa pemahaman bahasa Jepang yang memadai, mustahil bagi Anda untuk memverifikasi apakah hasil terjemahan tersebut sudah benar atau justru keliru.
Sebagai contoh, ambil penggalan cerita rakyat Jepang Momotarō 桃太郎:
成長した桃太郎は、鬼ヶ島の鬼が人々を苦しめていることを知り、鬼退治を決意する。両親から黍団子を餞別に貰い、道中にそれを分け与えてイヌ、サル、キジ を家来に従える。鬼ヶ島で鬼と戦い、見事に勝利を収め、鬼が方々から奪っていった財宝を持ち帰り、お爺さん・お婆さんの元に返り、幸せに暮らしたとさ。
Jika dimasukkan ke dalam mesin penerjemah populer, hasilnya sering kali berubah menjadi kalimat acak yang sulit dipahami dan sama sekali tidak natural. Mengandalkan alat ini hanya akan membuat pembaca, teman pena, atau guru Anda kebingungan.
Membuat Anda Menjadi Malas
Bahkan jika mesin penerjemah bekerja dengan sempurna, terlalu sering mengandalkannya tetap akan menghambat proses belajar Anda dalam jangka panjang. Mempelajari bahasa secara mandiri, betapapun sulit dan memakan waktu, jauh lebih berharga daripada kepuasan instan dari hasil kerja mesin.
Kurang Etis
Menyajikan teks terjemahan mesin kepada orang lain tanpa usaha yang tulus juga berarti menyampaikan informasi yang kurang jujur mengenai tingkat kemampuan berbahasa Anda yang sebenarnya.
Alternatif yang Lebih Baik
Jika Anda membutuhkan tulisan dalam bahasa Jepang tetapi belum sepenuhnya menguasai tata bahasanya, cobalah beberapa langkah alternatif berikut:
Pertama, buatlah draf sendiri sebaik mungkin. Gunakan kosakata bahasa Inggris untuk bagian yang belum Anda ketahui, lalu cari padanannya menggunakan kamus atau sumber belajar bahasa Jepang. Usahakan untuk tetap menggunakan pola kalimat yang sudah Anda kuasai agar proses belajar lebih efektif.
Kedua, jika memungkinkan, mintalah bantuan orang lain untuk memeriksa tulisan Anda, seperti guru atau teman penutur asli. Namun, jika situasinya tidak memungkinkan—misalnya untuk komentar singkat di blog atau pesan instan—tidak apa-apa untuk mengirimkannya apa adanya. Membuat sedikit kesalahan adalah bagian normal dari proses belajar.

Catatan Tambahan
Jangan berharap bisa langsung mahir menulis dalam bahasa Jepang sejak pertama kali belajar. Kemampuan ini membutuhkan waktu dan latihan yang konsisten. Teruslah belajar, dan seiring berjalannya waktu, kemampuan menulis Anda akan berkembang dengan sendirinya.







