Bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke Jepang, pemandangan orang-orang mengenakan masker bedah di tempat umum mungkin terasa membingungkan. Apakah mereka adalah germaphobes yang sangat takut pada kuman? Apakah mereka menderita alergi parah? Atau jangan-jangan ada wabah penyakit berbahaya yang mengharuskan penggunaan masker? Sontak, kekhawatiran kecil pun muncul di benak pendatang, apakah mereka juga harus ikut memakainya.
Bagi yang belum terbiasa dengan budaya Jepang, fenomena penggunaan masker di ruang publik memang tampak tidak biasa. Lantas, apa sebenarnya alasan di balik kebiasaan ini?
Mereka Sedang Sakit

Alasan paling utama dan paling sering ditemui mengapa orang-orang di Jepang memakai masker adalah karena kondisi kesehatan mereka sedang tidak prima. Tentu saja, ini bukan berarti mereka menderita penyakit mematikan. Mereka mengenakan masker sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama untuk mencegah penyebaran kuman. Bayangkan berapa banyak orang yang batuk atau bersin ke tangan mereka, lalu memegang fasilitas umum seperti gagang pintu, pegangan tangga, atau tiang di dalam kereta bawah tanah.
Masker bedah terbukti efektif menahan kuman dan mencegah penularan penyakit serta flu. Di sana, orang-orang tidak akan menjauhi Anda secara berlebihan hanya karena Anda memakai masker. Sebaliknya, mereka justru lebih memilih menjaga jarak dari orang sakit yang batuk-batuk tanpa mengenakan masker. Secara umum, Anda akan diperlakukan sama seperti orang lain yang tidak bermasker.

Saat berkunjung ke Jepang, seorang rekan dalam perjalanan sempat jatuh sakit, namun tetap ikut beraktivitas dan pergi ke kampus lokal. Teman-teman perempuan asal Jepang menyarankannya untuk mengenakan masker saat bersosialisasi. Meskipun awalnya ia merasa keberatan dan menganggapnya merepotkan, ekspresi kekecewaan tampak jelas dari rekan-rekan Jepangnya ketika ia melepas masker tersebut karena mereka menganggapnya sebagai tindakan yang kurang pertimbangan.
Oleh karena itu, jika Anda sedang terserang flu atau batuk saat berada di Jepang, jangan heran jika teman-teman lokal meminta Anda mengenakan masker, dan Anda tidak perlu ragu untuk menurutinya.
Orang di Sekitar Mereka Sedang Sakit

Alasan lain di balik penggunaan masker di ruang publik adalah kekhawatiran tertular penyakit yang sedang menyebar. Memasuki musim flu, misalnya, sebagian orang memilih memakai masker untuk melindungi diri karena merasa penggunaan cairan pembersih tangan saja belum cukup.
Hal ini tentu masuk akal. Banyak orang rentan jatuh sakit pada periode pergantian musim. Mengenakan masker di masa-masa rawan tersebut dapat membantu seseorang meminimalisir risiko tertular penyakit dari lingkungan sekitar.
Mereka Memiliki Alergi
Meskipun tidak seumum ketika sedang sakit, mengenakan masker karena alergi juga sering terlihat, terutama saat musim serbuk sari atau hay fever di Jepang. Pada periode tersebut, masyarakat kerap memanfaatkan berbagai produk pelindung, dan jumlah pengguna masker di jalanan akan meningkat secara signifikan.
Mereka adalah Anggota Geng Motor Bosozoku

Jika Anda berpapasan dengan anggota geng motor atau bosozoku di Jepang, masker bedah tentu bukan satu-satunya hal yang mencirikan kelompok mereka. Kendati demikian, bukan hal aneh jika seorang anggota bosozoku mengenakan masker semata-mata untuk menyembunyikan wajah mereka, bukan karena alergi atau pencegahan kuman.
Mereka Malu Menunjukkan Wajah di YouTube

Situasi ini memang tidak terjadi secara langsung di jalanan umum, namun sering ditemukan di platform seperti YouTube atau Nico Nico Douga. Fenomena ini umumnya dilakukan oleh para wanita yang mengunggah video tarian koreografi atau permainan alat musik. Sebagian dari mereka merasa pemalu dan memilih mengenakan masker untuk menyembunyikan identitas wajah.
Tanpa menanyakan langsung, alasan di balik tindakan ini bisa beragam—mulai dari rasa malu, kurang percaya diri dengan penampilan, hingga keinginan agar kemampuan menari atau bermusik mereka dinilai secara objektif tanpa terpengaruh oleh penampilan fisik.
Demikianlah berbagai alasan di balik kebiasaan masyarakat di Jepang mengenakan masker bedah. Tindakan tersebut bukanlah sesuatu yang aneh, melainkan bentuk kepedulian terhadap kesehatan bersama atau upaya melindungi diri dari penyakit musiman dan alergi.







