Mengenal Lebih Dekat Perjalanan Musik dan Kreativitas YOASOBI
Duo musik asal Jepang, YOASOBI, yang terdiri dari komposer Ayase dan vokalis ikura, dikenal luas melalui slogan unik mereka, yaitu “novel into music” atau mengubah novel menjadi musik. Konsep ini melibatkan penciptaan lagu berdasarkan berbagai media cerita, mulai dari cerita pendek, buku, drama, hingga unggahan di media sosial. Popularitas mereka meroket sekitar enam tahun lalu lewat singel debut “Yoru ni Kakeru” yang sukses memuncaki tangga lagu Billboard Japan Hot 100. Sementara itu, di kancah anime, nama YOASOBI semakin berkibar secaraglobal berkat lagu “Idol” yang menjadi pembuka serial Oshi no Ko dan tercatat sebagai salah satu lagu terlaris di dunia pada tahun 2023.
[[MEDIA_0]]
Menyusul peluncuran album keempat dalam seri “THE BOOK” yang bertajuk The Book For,, YOASOBI menyempatkan diri untuk berbincang mengenai proses kreatif mereka, album baru tersebut, serta alasan di balik antusiasme para penggemar terhadap dunia musik yang mereka bangun. Berikut adalah rangkapan perbincangan tersebut.
Menutup Babak Melalui Album “THE BOOK for,”
Album “THE BOOK for,” menandai penutup dari seri album “THE BOOK” yang telah berjalan sejak awal pembentukan grup. Menurut ikura, album ini merangkum perjalanan YOASOBI selama kurang lebih dua setengah tahun terakhir. Pemilihan kata “for,” yang homofon dengan angka empat, juga dimaksudkan sebagai persembahan khusus untuk para pendengar. Walaupun format seri ini berakhir, dedikasi YOASOBI dalam menerjemahkan cerita dan novel ke dalam bentuk suara akan terus berlanjut.
Kolaborasi Bersama Overwatch Lewat Lagu “Orion”
Proses di balik pembuatan lagu orisinal terbaru berjudul “Orion” berawal dari kerja sama dengan game Overwatch, yang saat itu merilis peta baru dengan latar kota Tokyo. Pihak pengembang mengajak YOASOBI sebagai artis asal Jepang untuk berkolaborasi. Ayase menjelaskan bahwa lagu ini diciptakan dengan penuh kecintaan agar pengalaman para pemain game menjadi semakin menarik, sekaligus memperkenalkan Overwatch kepada khalayak yang lebih luas melalui musik mereka.
Menjaga Ritme dalam Adaptasi Lagu Berbahasa Inggris
Dalam menerjemahkan lagu-lagu mereka ke dalam bahasa Inggris, YOASOBI sangat mengandalkan Konnie Aoki sebagai penerjemah. Ayase menegaskan bahwa elemen yang paling krusial dan tidak boleh hilang adalah ritme. Bagi Ayase, perubahan ritme sama artinya dengan mengubah melodi lagu itu sendiri. Sementara itu, ikura selalu mendengarkan versi asli berbahasa Jepang di headphone-nya saat rekaman untuk memastikan nuansa, teknik pernapasan, dan frasa vokal tetap tersampaikan secara akurat dalam versi bahasa Inggris.
Pendekatan Visual dan Pengalaman Konser Langsung
Terkait pertunjukan langsung, tata panggung dan visual LED memegang peranan penting dalam membangun alur cerita konser yang dinamis. Ayase mengungkapkan bahwa penggunaan visual diatur sedemikian rupa—terkadang dibuat sangat megah, namun di saat lain sengaja dibuat minim pencahayaan atau hanya menyoroti ikura dengan lampu sorot—untuk menciptakan dinamika emosional yang kuat bagi penonton.
Mengenai perbedaan skala tempat konser, mulai dari aula berukuran kecil hingga stadion arena yang besar di Amerika Utara, ikura selalu menanamkan pola pikir bahwa interaksi di atas panggung tetaplah hubungan personal secara satu-lawan-satu dengan setiap penonton yang hadir. Dengan kepercayaan diri yang tinggi terhadap karya J-pop mereka, YOASOBI siap terus menantang diri dan menghadirkan kejutan-kejutan baru di masa depan.








