Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anime Corner di Los Angeles Kodansha House, pencipta manga Witch Hat Atelier, yaitu Kamome Shirahama, membahas secara mendalam mengenai proses kreatif di balik karyanya. Ia mengupas tuntas dasar-dasar cerita, jajaran karakter, hingga sistem sihir yang unik. Shirahama juga memberikan informasi terbaru mengenai sejauh mana perkembangan alur cerita manga tersebut hingga wawancara ini berlangsung pada 5 Juli 2026.
Shirahama menjelaskan bahwa manga buatannya kini telah melewati fase pengenalan dan pembangunan dunia. Berjalan di bawah majalah Morning Two terbitan Kodansha sejak Juli 2016, Witch Hat Atelier telah merilis total 98 bab penuh—atau mencapai 164 bab jika menghitung bab-bab parsial secara terpisah.
Mengenai progres keseluruhan cerita, Shirahama memperkirakan bahwa perjalanan manga ini baru menginjak sekitar sepertiganya. Ia menyebutkan bahwa alur cerita telah mencapai titik balik yang signifikan melalui arc Silver Eve. Meskipun kerangka besar cerita sudah dirancang sejak awal, detail-detail kecil mengenai perkembangan plot dibiarkan mengalir secara organik seiring proses pembuatan, tanpa rencana yang kaku.
Selain alur cerita, Shirahama juga membagikan wawasan tentang pembentukan latar belakang karakter. Menurutnya, sekitar separuh dari asal-usul karakter telah dipikirkan sejak awal, sementara separuhnya lagi berkembang secara alami seiring berjalannya narasi.
Sementara itu, adaptasi anime dari seri ini juga terus bergulir. Musim kedua dari anime Witch Hat Atelier telah diumumkan pada bulan Juni lalu beserta perilisan sebuah video teaser. Dalam wawancara terpisah dengan produser Hirotsugu Ogo, sutradara Ayumu Watanabe, dan pengisi suara Coco yaitu Rena Motomura, terungkap bahwa cerita dalam anime ini akan mengambil arah yang lebih gelap di masa mendatang, yang menjadi alasan mengapa musim pertamanya banyak menampilkan elemen yang lebih cerah.
©Kamome Shirahama / Kodansha








