Dalam sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, White House meluncurkan beberapa permainan peramban bergenre arcade yang mendukung kebijakan Presiden Trump. Meski demikian, beberapa di antaranya kini justru menghadapi kritik tajam dari warganet karena berbagai alasan. Politisi di Amerika Serikat memang kerap memanfaatkan video game sebagai sarana promosi kampanye sebelum pemilu, seperti yang pernah dilakukan Barack Obama melalui iklan di dalam game pada pemilihan umum tahun 2008. Namun, apa yang dilakukan oleh pemerintahan Trump melalui arcade games merupakan sebuah terobosan baru dalam sejarah AS.
Pada tanggal 4 September, akun resmi White House di Twitter mulai mempromosikan “Trump Arcade,” sebuah ekstensi baru dari situs web WhiteHouse.gov yang menampilkan lima permainan peramban gratis. Kendati demikian, dua di antaranya yang berjudul Build the Wall dan Rio Run langsung memicu perdebatan sengit di dunia maya.
Kontroversi Humor Provokatif di Trump Arcade




Dalam Build the Wall, yang pada dasarnya merupakan replika dari Tetris, pemain bertugas untuk menghalangi jalur “zombie” yang mencoba melintasi perbatasan selatan demi memasuki wilayah Amerika Serikat. Di sisi lain, Rio Run adalah permainan yang menyerupai Snake, di mana pemain harus berpatroli di sepanjang garis sungai dan menangkap setiap pelintas untuk dideportasi. Kedua game tersebut dikecam karena dianggap mengubah isu sensitif seperti imigrasi ilegal menjadi sekadar permainan yang meremehkan masalah. Namun, Build the Wall khususnya juga berpotensi menghadapi masalah pelanggaran hak cipta.
Tanggapan Terkait Build the Wall
Menanggapi gelombang kritik terhadap Trump Arcade, akun resmi Tetris di Twitter mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa tim pengembang mereka sama sekali tidak terlibat dalam pembuatan Build the Wall. “Di Tetris, kami percaya pada kekuatan koneksi dan menyatukan orang-orang, bukan memecah belah mereka,” bunyi pernyataan tersebut. Respons dari pihak Tetris juga menyertakan catatan bahwa mereka menanggapi pelanggaran hak cipta dengan sangat serius, yang mengisyaratkan bahwa gugatan hukum atau permintaan penghapusan DMCA mungkin sedang menanti kampanye kehumasan terbaru dari White House.
Tetris bukan satu-satunya game yang ditiru dalam jajaran permainan arcade gratis terbaru dari White House. Program yang didukung pemerintah ini juga menampilkan game berjudul Flappy Bill, yang jelas-jelas merupakan jiplakan sederhana dari game seperti Flappy Bird. Selain itu, terdapat pula logo “MAGA” yang muncul dalam beberapa materi promosi dan tampak sangat mirip dengan merek dagang ikonik milik SEGA. Kendati demikian, perusahaan asal Jepang tersebut belum memberikan komentar apa pun hingga berita ini ditulis. Mengingat situasi yang dialami pengembang Flappy Bird di masa lalu, kreator tersebut juga dinilai kecil kemungkinan akan merespons tindakan plagiat oleh White House ini.
Meskipun Trump Arcade mungkin menjadi kumpulan video game pertama yang diterbitkan secara langsung di situs resmi pemerintah AS, proyek ini bukanlah inisiatif video game pertama yang didukung oleh negara. Contoh serupa dapat dilihat pada francais America’s Army, yaitu seri penembak sudut pandang orang pertama yang dikembangkan dan diterbitkan langsung oleh Angkatan Darat AS. Ini juga bukan kali pertama Donald Trump terlibat dalam proyek video game. Pada awal tahun 2000-an, rupa dan suara Trump pernah digunakan dalam game simulasi pembangunan kota mirip SimCity berjudul Donald Trump’s Real Estate Tycoon, yang saat itu mendapatkan ulasan beragam dari para pemain.

Image via White House
Image via White House
Image via White House
Image via White House










