Sebuah film horor yang dirilis lebih dari sepuluh tahun yang lalu kini kembali merangkak naik di tangga layanan streaming, meskipun dulunya sempat mendapatkan tanggapan yang beragam dari penonton dan kritikus. Insidious: Chapter 2 yang diluncurkan pada tahun 2013 berhasil melompat tujuh peringkat dan kini menduduki posisi ketiga dalam daftar 10 Film Teratas di AMC di Amerika Serikat.
Disutradarai oleh James Wan serta dibintangi oleh jajaran pemeran utama seperti Patrick Wilson, Rose Byrne, Lin Shaye, dan Ty Simpkins, sekuel ini melanjutkan kisah keluarga Lambert. Mereka mencoba untuk menata kembali hidup setelah mengalami teror paranormal yang mengerikan dalam film pertamanya. Namun, seperti ciri khas waralaba Insidious, keluarga Lambert tidak butuh waktu lama untuk menyadari bahwa ancaman mengerikan tersebut belum sepenuhnya hilang.
Insidious: Chapter 2 Mendapat Skor Kritikus 38% di Rotten Tomatoes
Waralaba Insidious memang sering kali memicu berbagai reaksi yang berbeda. Sebagian besar kritikus sepakat bahwa film pertamanya adalah yang terbaik, sementara sekuel seperti Chapter 2 dianggap sebagai angsuran yang lebih lemah. Saat ini, film tersebut memegang skor kritikus sebesar 38% di situs Rotten Tomatoes. Para ulasan menyoroti ketergantungan sekuel ini pada formula kejut yang sudah familiar dan dinilai gagal menghadirkan atmosfer mencekam seperti film pendahulunya.
Meskipun demikian, skor penonton sebesar 57% menunjukkan sudut pandang yang sedikit berbeda. Film ini ternyata masih memiliki banyak penggemar setia yang menikmati unsur horor supranatural dan kembalinya para aktor lama. Lonjakan popularitas Insidious: Chapter 2 di platform AMC+ saat ini juga didorong oleh kehadiran film terbarunya, Insidious: Out of the Further, serta unsur nostalgia para penonton.
Insidious: Chapter 2 Telah Berkembang Menjadi Film Kultus
Seiring berjalannya waktu, Insidious: Chapter 2 perlahan-lahan membangun basis penggemar setianya sendiri. Sekuel tahun 2013 ini mengusung gaya film horor era 2010-an yang khas, memadukan elemen rumah hantu, makhluk mengerikan, melodrama, serta mitologi supranatural yang semakin unik. Film ini juga tetap berfokus pada keluarga Lambert, menggali lebih dalam hubungan Josh dengan dimensi The Further, latar belakang Parker Crane, serta aturan mengenai proyeksi astral.
Keputusan kreatif yang dulunya sempat dikritik kini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar beratnya. Penggunaan dimensi The Further sebagai ruang lintas waktu memungkinkan Josh untuk kembali meninjau peristiwa dari film pertama dan memberikan konteks ulang pada alur cerita sebelumnya. Pendekatan ini membuat kedua film tersebut terjalin dalam narasi yang lebih besar.
Dengan hadirnya berbagai sekuel lanjutan dan prekuel dalam waralaba ini, Insidious: Chapter 2 kini tidak lagi dipandang sebagai sekuel yang mengecewakan, melainkan sebuah film horor era awal 2010-an yang menghibur. Status kultus yang baru ini, ditambah dengan perilisan film terbarunya, berhasil menarik minat para pengguna layanan streaming untuk kembali menyaksikan kengerian yang dialami keluarga Lambert.








