Home / Game / Rekomendasi Film Thriller Terbaik untuk Ditonton Jika Anda Menyukai Furious di Hulu, Diurutkan

Rekomendasi Film Thriller Terbaik untuk Ditonton Jika Anda Menyukai Furious di Hulu, Diurutkan

untitled design 1

Meskipun musim pertama Furious baru saja berakhir, para penonton yang mencari tayangan thriller penuh ketegangan dengan kombinasi misteri, kompleksitas karakter, dan unsur balas dendam tidak perlu khawatir kehabisan pilihan. Serial garapan Hulu ini mengikuti kisah Agen FBI Alice Black yang diperankan oleh Emmy Rossum saat ia memburu seorang pembunuh berantai wanita bernama Catherine. Dibantu oleh Agen FBI Nora Washington dan petugas NYPD Danny Kelly, penyelidikan tersebut menguak rahasia kelam serta masa lalu yang traumatis, sekaligus mengaburkan batas antara pahlawan dan penjahat.

Furious tidak menuntut penonton untuk langsung menentukan siapa yang benar atau salah, melainkan mengajak mereka memahami latar belakang yang membentuk kepribadian para karakternya. Setelah penayangan finale yang memacu adrenalin pada tanggal 31 Agustus lalu, terdapat beberapa film thriller luar biasa yang mengeksplorasi tema serupa. Dari kisah kucing-kucingan yang mencekam hingga penggambaran kompleksitas moral yang mengusik, daftar film ini layak ditonton bagi para penggemar genre tersebut.

5

Black Widow (1987) Menginspirasi Elizabeth Meriwether untuk Menulis Furious

Theresa Russell with one of her male victims in Black Widow

Sebelum muncul Furious, terlebih dahulu ada Black Widow. Film neo-noir thriller tahun 1987 ini dibintangi oleh Theresa Russell sebagai “Catherine,” seorang wanita yang menikahi pria-pria kaya yang lebih tua, meracuni mereka, lalu mewarisi seluruh harta kekayaannya. Di sisi lain, Analis Departemen Kehakiman bernama Alexandra Barnes yang diperankan oleh Debra Winger menyadari adanya pola mencurigakan dan mulai menyelidiki Catherine. Black Widow berkembang menjadi permainan kucing-kucingan yang menegangkan saat kedua wanita tersebut mulai terobsesi satu sama lain.

Hubungannya dengan Furious terbilang sangat erat, mengingat Black Widow menjadi inspirasi utama bagi karya Elizabeth Meriwether. Kendati demikian, Furious mengubah premis asli film tersebut dengan meninggalkan alur cerita pria kaya dan harta warisan, lalu beralih fokus pada isu trauma, pelecehan, dan balas dendam. Meriwether menjelaskan bahwa ia terinspirasi oleh interaksi singkat antara kedua pemeran utama wanita tersebut, alih-alih sekadar berniat melakukan pembuatan ulang film secara keseluruhan.

Ini adalah sebuah film, bukan serial televisi. Ceritanya tidak terlalu mendalami karakter karena keterbatasan waktu dan ruang, serta tidak tampak begitu tertarik mengeksplorasi psikologi karakter dengan cara yang mendalam. Namun, film ini memiliki satu adegan yang tidak biasa menjelang akhir, di mana sang pembunuh berantai dan agen FBI menghabiskan waktu bersama di pantai. Saya merasa sangat tertarik dengan adegan semacam itu.

Bagi siapa saja yang menikmati ketertarikan aneh Alice terhadap Catherine serta cara kedua tokoh utama tersebut saling memahami sebagai korban, film klasik ini menawarkan dinamika awal yang menarik meskipun intinya terasa serupa.

4

Dinamika Pemeran Utama dalam Silence of the Lambs Sangat Memikat

The Silence of the Lambs mengikuti perjalanan trainee FBI Clarice Sterling saat mencoba menangkap seorang pembunuh berantai yang dikenal sebagai “Buffalo Bill.” Karena aksi pembunuhannya membuat pihak FBI kewalahan, Clarice meminta bantuan narapidana pembunuh lainnya untuk memahami cara berpikir kriminal tersebut. Permainan psikologis antara Clarice dan Hannibal Lecter merupakan salah satu dinamika paling ikonik dalam sejarah perfilman, memadukan unsur horor, misteri, dan drama psikologis.

Baik Furious maupun The Silence of the Lambs menampilkan penyelidik wanita yang berhadapan dengan pembunuh berbahaya, namun kesamaan tersebut menjadi semakin menarik ketika melihat kedalaman karakternya. Furious memperumit formula klasik detektif versus kriminal dengan menghadirkan ikatan psikologis yang kuat antara Catherine dan Alice, mirip seperti hubungan Clarice dengan Hannibal Lecter. Bagi penonton yang menyukai ketegangan investigasi dalam Furious, film ini adalah tontonan wajib berikutnya.

3

Tema Balas Dendam dalam Furious Terlihat Jelas di Gone Girl

Ben Affleck as Nicholas Dunne in Gone Girl Netflix Tudum

Film karya David Fincher, Gone Girl, bermula ketika Amy Dunne yang diperankan oleh Rosamund Pike menghilang secara misterius. Akibatnya, suaminya yaitu Nick menjadi pusat kecurigaan publik di tengah sorotan media. Semakin banyak kejanggalan dalam cerita Nick, semakin besar pula rasa penasaran penonton mengenai nasib Amy sebenarnya. Perlahan-lahan, cerita film ini bergeser menjadi telaah mendalam tentang manipulasi, pernikahan, balas dendam, dan pencitraan identitas.

Ketidakpastian moral dalam Gone Girl menjadikannya pilihan tepat bagi penggemar Furious. Furious sengaja mempermainkan loyalitas penonton antara Alice dan Catherine agar mereka mempertanyakan pihak mana yang sebenarnya mereka dukung. Gone Girl melakukan hal serupa dengan memaksa penonton untuk terus menilai ulang siapa korban yang sebenarnya dan siapa pihak yang harus disalahkan.

2

The Girl With the Dragon Tattoo Adalah Eksplorasi Trauma Wanita yang Menyayat Hati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *