Tangkapan layar baru yang diduga berasal dari proyek Splinter Cell remake besutan Ubisoft mendadak muncul di internet. Bocoran ini memberikan gambaran awal mengenai lingkungan dalam game ketika Sam Fisher kelak kembali beraksi. Meski telah diumumkan sejak sekitar lima tahun lalu, informasi resmi terkait pengembangan ulang game ini tergolong sangat minim.
Pertama kali diumumkan pada tahun 2021, Ubisoft Toronto sedang membangun ulang game orisinal Splinter Cell keluaran 2002 dari awal menggunakan Snowdrop engine. Pihak pengembang sebelumnya sempat berjanji untuk mempertahankan struktur stealth linear khas game tersebut alih-alih mengubahnya menjadi dunia terbuka atau open-world. Ubisoft juga berdiskusi untuk memodernisasi elemen-elemen seperti kecerdasan buatan musuh, sistem pencahayaan, animasi, serta tata suara tanpa merusak identitas inti aslinya. Hal ini membuat materi lingkungan yang belum selesai sekalipun terasa sangat menarik bagi para penggemar.
Bocoran Lingkungan di Tbilisi
Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh MP1st, gambar-gambar tersebut bocor melalui portofolio seorang pengembang yang sempat bekerja dalam proyek ini. Tangkapan layar itu diperkirakan berasal dari tahun 2024 dan memperlihatkan rekonstruksi wilayah Tbilisi, Georgia. Kota ini merupakan salah satu lokasi penting dalam game aslinya, tempat Sam dikirim untuk menyelidiki hilangnya dua agen CIA.
Materi yang bocor menampilkan pelataran kota, toko-toko, grafiti, poster politik, serta detail latar tempat yang sangat mirip dengan nuansa cerita rilisan tahun 2002. Kendati demikian, beberapa tangkapan layar tampak memiliki pencahayaan yang terlalu terang untuk sebuah misi penyusupan malam hari. Hal tersebut wajar mengingat gambar-gambar ini kemungkinan besar hanya dipakai untuk memamerkan aset lingkungan, bukan merepresentasikan hasil akhir permainannya.
Detail Cerita yang Dipertahankan
Selain latar tempat, bocoran ini juga mengindikasikan bahwa Ubisoft tetap setia pada narasi aslinya. Brosur-brosur robek yang tersebar di lingkungan game memperlihatkan tahun 2004, yang sesuai dengan lini masa asli Splinter Cell. Poster-poster kampanye politik juga menampilkan Kombayn Nikoladze, presiden Georgia yang menjadi antagonis utama dalam cerita.
Kesetiaan terhadap materi sumber ini tentu menjadi angin segar bagi para penggemar fanatik seri Splinter Cell. Alih-alih merombak total elemen yang sudah dikenal ikonis, pengembang tampak memilih untuk memperkaya detail visual dari fondasi yang telah ada. Ubisoft sendiri berulang kali menegaskan bahwa versi remake ini akan tetap berfokus pada pentingnya elemen stealth, kegelapan, pemanfaatan gawai, serta perencanaan yang matang.
Meskipun demikian, para penggemar tetap perlu mengingat bahwa tangkapan layar ini berasal dari build pengembangan yang cukup lampau. Mengingat Ubisoft belum mengumumkan tanggal rilis resmi hingga saat ini, kualitas visual, tata cahaya, serta model karakter masih bisa mengalami banyak perubahan sebelum gamenya benar-benar diluncurkan ke publik.








