Home / Game / Onimusha: Way of the Sword Lakukan Hal yang Seharusnya Ditiru oleh Lebih Banyak Franchise Revival

Onimusha: Way of the Sword Lakukan Hal yang Seharusnya Ditiru oleh Lebih Banyak Franchise Revival

onimusha way of the sword game rant

Kehadiran Onimusha: Way of the Sword pada tanggal 4 September lalu disambut dengan antusiasme tinggi, menandai kembalinya waralaba klasik Capcom yang sempat lama mati suri. Meskipun demikian, kembalinya game ini berhasil mencuri perhatian komunitas game secara luas dan membuktikan bahwa kebangkitan sebuah seri dapat berjalan sangat sukses apabila dikerjakan secara sungguh-sungguh.

Pada era PlayStation 2, Capcom sangat produktif merilis berbagai judul Onimusha yang memadukan elemen aksi dan horor, termasuk sejumlah judul sempalan. Perusahaan terus menggarap game pertarungan pedang tersebut hingga akhirnya menghentikan seluruh aktivitas pengembangan francais ini sekitar tahun 2013 pasca peluncuran Onimusha Soul untuk lebih memfokuskan sumber daya pada seri Resident Evil. Kini, setelah game tersebut bangkit kembali, saatnya melihat bagaimana karya ini mampu bertahan dan berhasil di tengah industri game yang terus mengalami perubahan.

Sebuah Perpaduan Unik Antara Survival Horror dan Aksi Petualangan

Dikenal sebagai game aksi tebas-tebasan yang berfokus pada pertarungan pedang, Onimusha: Way of the Sword tetap setia pada identitas inti serangannya di tengah maraknya tren pergeseran genre saat ini. Hal tersebut tentu bukan perkara mudah. Game ini bukanlah game bertema Soulslike dan tidak mengusung konsep dunia terbuka, dua elemen yang belakangan ini mendominasi industri permainan video. Sebaliknya, karya Capcom ini justru mempertahankan karakter tersendiri di tengah masifnya pergeseran tren sejak seri terakhirnya meluncur hampir satu dekade lalu.

Alih-alih mengikuti selera pasar yang lebih luas demi menarik banyak pemain, Capcom bersama para pengembangnya tetap teguh pada pendirian mereka. Mereka berfokus menyempurnakan game klasik tersebut dengan sentuhan modern yang disukai oleh para penggemar lama maupun pemain baru. Tidak ada kompromi ataupun perombakan format secara besar-besaran, melainkan pengalaman otentik khas Onimusha.

Mekanik serangan balik dan tangkisan berbasis waktu melalui Issen masih dipertahankan, namun kini tampil jauh lebih cair dan memukau berkat adanya petunjuk visual yang jelas. Semuanya berpusat pada ketepatan waktu serta strategi dalam merencanakan serangan. Serupa dengan versi aslinya, Onimusha: Way of the Sword juga menghadirkan fitur penyerapan jiwa menggunakan Oni Gauntlet yang ikonik. Alat ini berguna untuk menyedot energi spiritual melayang yang ditinggalkan oleh para Genma setelah dikalahkan. Jiwa-jiwa tertentu memberikan efek pemulihan, sementara yang lainnya dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kemampuan serta pengisian daya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *