Pengembang Grand Theft Auto 6, Rockstar Games, tentu tidak asing dengan kontroversi seputar serial game kriminal open-world ini. Rupanya, para pejabat kepolisian di Miami-Dade County—yang menjadi inspirasi fiktif bagi latar tempat Vice City—tidak ingin game tersebut terlalu dikaitkan dengan wilayah nyata mereka. Meskipun belum ada pejabat resmi di Miami yang melontarkan pernyataan merendahkan secara khusus terhadap GTA 6, asosiasi dengan game tersebut dinilai tidak sepadan dengan dampaknya bagi kota.
Baru-baru ini, staf yang bekerja di bawah kepemimpinan Wali Kota Daniella Levine Cava sempat membahas potensi kerja sama pemasaran untuk menyambut perilisan Grand Theft Auto 6. Langkah ini awalnya dilirik sebagai upaya mendongkrak pariwisata dan menarik para penggemar game tersebut untuk berkunjung langsung ke “Vice City” di dunia nyata, terutama setelah kesuksesan besar dari penayangan promo Netflix. Kendati demikian, belum ada kesepakatan resmi yang terjalin, dan laporan mengenai siapa pihak yang pertama kali memulai inisiatif tersebut masih simpang siur. Terlepas dari potensi keuntungan tersebut, karena Grand Theft Auto 6 pada intinya mengangkat tema kriminalitas, pihak kepolisian secara tegas menentang gagasan kerja sama pemasaran ini.
Sikap Kepolisian Miami-Dade Terhadap GTA 6
Sheriff Miami-Dade, Rosie Cordero-Stutz, secara terbuka memberikan tanggapan mewakili pihak county. Ia berpendapat bahwa gambaran kriminalitas di Vice City sama sekali tidak mencerminkan kondisi nyata Kota Miami. Menurut sang sheriff, menggunakan game bertema kriminal untuk mempromosikan kota justru bertentangan dengan kerja keras jajaran kepolisian dalam menekan angka kejahatan dan kekerasan selama beberapa tahun terakhir, mengingat game tersebut menampilkan berbagai tindakan melanggar hukum yang setiap hari diperangi oleh departemennya.
Rencana kampanye tersebut sebelumnya sempat memuat wacana untuk menyulap beberapa sudut wilayah county menjadi tribut dunia nyata bagi GTA 6. Ide yang sempat mengemuka mencakup pemasangan pesan penyambutan “Welcome to Vice City” di Bandara Internasional Miami, penggunaan logo bertema Vice City pada penutup lubang utilitas publik, hingga membalut badan kereta Metromover dengan atribut khusus. Menanggapi hal ini, Cordero-Stutz bersama komisaris Juan Carlos Bermudez merilis pernyataan resmi bersama:
“Grand Theft Auto adalah franchise video game yang dibangun di atas aktivitas kriminal. Dunia fiktifnya mencakup pembunuhan, perampokan, perdagangan narkoba, pembajakan mobil, kekerasan terhadap penegak hukum, dan berbagai perilaku lain yang setiap hari dicegah oleh para anggota Kantor Sheriff Miami-Dade… Selama puluhan tahun, Miami-Dade County telah membangun reputasi sebagai destinasi kelas dunia untuk pariwisata, bisnis, investasi, serta peluang. Kita seharusnya mempromosikan Miami-Dade yang telah kita bangun dengan susah payah ini, bukan versi fiktif dari komunitas kita yang diidentikkan dengan kejahatan dan kekerasan.”




Cordero-Stutz bukan satu-satunya pejabat Miami-Dade yang menyuarakan keberatan. Bermudez turut mendukung pandangan bahwa wilayah tersebut seharusnya menonjolkan reputasi aslinya di dunia nyata. Selain itu, ketua hakim dan panitera pengadilan Miami-Dade juga meminta agar area gedung pengadilan dikecualikan dari segala bentuk kampanye potensial tersebut, meskipun para pejabat peradilan itu tetap mengakui bahwa kerja sama dengan Rockstar berpotensi mendatangkan manfaat ekonomi yang signifikan bagi daerah.
Di sisi lain, para para penikmat game telah lama menantikan berbagai bentuk promosi untuk GTA 6 sejak musim panas lalu. Dokumentasi dari promosi semacam itu dipastikan akan menyebar luas di internet dan berpotensi memberikan keuntungan timbal balik. Kendati demikian, seiring dengan semakin banyaknya informasi mengenai fitur, gameplay, dan detail lain yang bermunculan di dunia maya, persepsi publik terhadap kaitan erat game ini dengan elemen kriminalitas tampaknya tidak akan terhindarkan.









