Ulasan Episode 4 Serial Lanterns: Pendekatan Baru terhadap Karakter Klasik
Serial Lanterns sempat menuai kritik di internet karena menampilkan interpretasi ulang yang cukup berani terhadap mitologi Green Lantern. Selama 15 tahun terakhir, sebagian besar penggemar DC justru mengharapkan adaptasi layar kaca yang setia pada sumber aslinya. Kendati demikian, keputusan kreator untuk memilih jalur yang lebih kelam dan membumi dapat dipahami. Kegagalan film layar lebar adaptasi aslinya pada masa lalu membuat waralaba ini harus menghindari pendekatan yang sama persis.
Film Green Lantern tahun 2011 kini mungkin dikenang dengan sedikit rasa nostalgia, tetapi selama bertahun-tahun film tersebut kerap dianggap sebagai contoh bagaimana tidak membuat sebuah film blockbuster buku komik. Bahkan, aktor utama Ryan Reynolds sering menjadikan film itu sebagai bahan lelucon dalam seri Deadpool miliknya. Melalui corak yang lebih gelap, penggunaan CGI yang minim, serta latar di Bumi, Lanterns tampil sangat kontras dengan pendahulunya. Walaupun seolah ingin menghapus bayang-bayang film tersebut, episode keempat Lanterns justru menghadirkan pendekatan baru yang tak terduga terhadap salah satu karakter paling unik dari film lampau.
Penampilan Berbeda Hector Hammond dalam Episode 4
Dalam episode keempat Lanterns yang berjudul “The Weenie,” Hal Jordan dan John Stewart akhirnya mendulang kemajuan dalam memburu Manhunter alien yang bersembunyi di Rushville, Nebraska. Usai berseteru dengan pemimpin milisi lokal Will Macon, John kembali terlibat dalam pertemuan romantis dengan istri Macon yang penuh rahasia, Zoe. Pertemuan tersebut berujung tragis ketika Zoe meninggalkan kamar motel John dan tewas akibat ledakan senjata luar angkasa.
Dibantu oleh Sheriff Kerry Kane, para anggota Lantern menemukan bahwa satelit yang melancarkan serangan itu dikendalikan oleh Hector Hammond, seorang pengusaha rumah potong hewan yang memiliki teknologi canggih untuk pengawasan. John dan Hal melacak keberadaan Hammond ke salah satu fasilitasnya yang memanfaatkan teknologi luar angkasa. Di sana, Hammond mengakui semua perbuatannya dan mengeklaim bahwa dirinyalah sosok Manhunter yang mereka cari.
Hammond bahkan sempat melontarkan ancaman untuk menghabisi orang tua John jika para Lantern tidak mundur. Namun, keberanian dan tekad kuat Hal berhasil meredam situasi hingga membuat Hammond mengurungkan niatnya. Di bawah tekanan Jordan, Hammond mengaku bahwa nama aslinya adalah Hector Gutierrez dan teknologi canggih tersebut diberikan oleh Manhunter yang sesungguhnya. Menjelang akhir episode, para Lantern sepakat bahwa dalang sebenarnya adalah Zoe, yang diduga sengaja memalsukan kematiannya.
Karakter Lain dari Masa Lalu yang Berpotensi Muncul
Bagi para pembaca komik, Hector Hammond tentu bukan nama asing karena ia merupakan salah satu musuh tertua Hal Jordan. Muncul pertama kali pada tahun 1961, Hammond digambarkan sebagai seorang jenius jahat dengan ukuran kepala yang besar. Versi film tahun 2011 mengadaptasi penampilan tersebut secara langsung dengan menampilkan Peter Sarsgaard mengenakan prostetik sebagai antagonis utamanya.
Kendati demikian, muncul pertanyaan apakah karakter dalam Lanterns ini benar-benar Hector Hammond, mengingat ia mengakui bahwa itu bukan nama aslinya dan ia tidak memiliki bentuk kepala yang membesar. Walau begitu, reaksi Hal yang biasa saja saat mendengar nama tersebut mengindikasikan bahwa ia belum pernah menemui seseorang dengan nama itu sebelumnya. Ini berarti versi ini memang diakui sebagai Hector Hammond dalam kontinuitas DC Universe. Pendekatan adaptasi lepas ini sebelumnya juga terlihat pada karakter Antaan di episode kedua yang terinspirasi dari Red Lantern Atrocitus.
Kehadiran Hammond dan Sinestro membuka peluang bagi karakter lain dari film 2011 untuk turut ambil bagian dalam serial Lanterns. Kilowog dan Tomar-Re menjadi kandidat kuat mengingat serial ini sering menyinggung keberadaan para alien Lantern tanpa pernah memperlihatkan wujud mereka secara langsung. Kilas balik mengenai bagaimana Abin Sur mewariskan cincinnya kepada Hal juga dipastikan akan disambut antusias oleh para penggemar.
Selain itu, dinamika hubungan antara Hal Jordan dan Carol Ferris masih menjadi hal yang dinantikan. Dalam episode keempat, Hal menyarankan agar John menghindari jalinan asmara, yang menyiratkan bahwa ia pun mengambil keputusan serupa dalam hidupnya. Hal ini bisa menjadi celah untuk menceritakan transformasi Ferris menjadi penjahat Star Sapphire. Paruh kedua musim ini masih menyisakan banyak cerita, dan Lanterns terus membuktikan kesiapannya untuk menggali keunikan dari mitologi Green Lantern lebih dalam lagi.








