Domain Expansion pertama kali diperkenalkan dalam manga Jujutsu Kaisen Chapter 8 pada 22 April 2018 melalui terbitan Weekly Shonen Jump. Teknik ini terbukti sebagai teknik penghalang tingkat lanjut yang memungkinkan penggunanya memadukan Cursed Technique bawaan mereka ke dalam domain mereka sendiri, yang secara drastis meningkatkan seluruh statistik pengguna sekaligus memberikan serangan yang pasti mengenai sasaran (guaranteed hit).
Sepanjang perjalanan cerita Jujutsu Kaisen, pembaca telah diperkenalkan dengan berbagai Domain Expansion yang kuat. Namun, tidak ada yang menandingi kehebatan Malevolent Shrine milik Ryomen Sukuna dan Unlimited Void milik Gojo Satoru. Kedua teknik luar biasa ini saling beradu sebanyak lima kali dalam pertarungan di Shinjuku, yang sekaligus memperlihatkan mana domain yang lebih unggul. Gege Akutami selaku pencipta seri ini menampilkan Gojo Satoru, penyihir era modern terkuat, berhasil mengalahkan Sukuna dalam benturan domain terakhir mereka. Faktor tersebut, ditambah kekuatan serangannya yang lebih besar, menjadikan Unlimited Void sebagai domain ofensif terkuat di dunia Jujutsu Kaisen, meskipun Malevolent Shrine tetap memiliki keunggulannya tersendiri.
Malevolent Shrine Milik Ryomen Sukuna Adalah Puncak Domain Expansion dengan Sistem Penghalang Terbuka
Dalam hal Domain Expansion, Unlimited Void dan Malevolent Shrine berada di level yang setara namun dengan alasan yang berbeda. Dalam benturan domain standar, Malevolent Shrine kemungkinan besar akan keluar sebagai pemenang, dan alasan utamanya adalah karena teknik ini menggunakan penghalang terbuka (open-barrier). Meskipun tetap memiliki batasan area, penghalang tersebut terbuka dan terukir langsung di udara bebas tanpa cangkang eksterior. Hal ini memberi keuntungan bagi Sukuna untuk menyerang cangkang luar domain lawan, menghancurnya, dan melancarkan serangan fatal kepada musuh. Keunggulan taktis ini terlihat jelas dalam Jujutsu Kaisen Chapter 224.
“Ah, aku senang. Kalau dipikir-pikir, Unlimited Void milikku jauh lebih unggul [dari Malevolent Shrine].” — Gojo mengonfirmasi bahwa domainnya lebih kuat, JJK Chapter #226
Dalam chapter tersebut, pertarungan antara Gojo dan Sukuna berlanjut hingga memicu benturan domain. Malevolent Shrine terbukti lebih unggul pada tahap awal. Dari total lima benturan domain yang terjadi, benturan pertama dimenangkan oleh Sukuna karena domain penghalang terbukanya berhasil merobek cangkang luar domain Gojo dari arah luar.
“Jangkauan efektif domain Sukuna melampaui penghalang domain Gojo. Penghalang sebuah Domain sangat rentan terhadap serangan dari luar.” — Narator mengonfirmasi kekalahan domain pertama Gojo, JJK Chapter #225
Setelah Gojo memulihkan Cursed Technique-nya yang sempat padam, mereka kembali beradu domain untuk kedua kalinya. Kali ini, Gojo mengubah kondisi di dalam dan di luar domainnya. Sebagai balasan, Sukuna menggunakan Binding Vow yang kuat untuk menonaktifkan efek pasti mengenai sasaran (sure-hit) dari domainnya. Sebagai gantinya, Sukuna memperkuat serangan yang menargetkan cangkang luar Unlimited Void, sehingga ia kembali berhasil menghancurkan domain Gojo dan mendaratkan serangan telak.
Pada benturan domain ketiga, Unlimited Void akhirnya mampu menyeimbangi Malevolent Shrine setelah Gojo memperkecil ukuran cangkang eksterior domainnya. Langkah ini memperkuat ketahanan domain Gojo secara signifikan, meskipun Sukuna pada akhirnya tetap berhasil merusak cangkang tersebut untuk ketiga kalinya. Kendati demikian, Gojo sukses memberikan kerusakan parah dari dalam yang membuat domain Sukuna runtuh secara bersamaan, menghasilkan skor imbang.
“Sukuna menghancurkan domain Gojo dari luar, sementara Gojo memberikan cukup kerusakan pada Sukuna dari dalam hingga ia tidak bisa mempertahankan domainnya lagi. Hasilnya imbang.” — Narator, Jujutsu Kaisen Chapter #228
Benturan domain keempat berjalan serupa dengan yang ketiga dan kembali berakhir dengan hasil imbang. Hal ini membuktikan bahwa meskipun Malevolent Shrine memiliki keunggulan penghalang terbuka, Unlimited Void milik Gojo tetap mampu mengimbangi kekuatannya. Perbedaan paling mendasar di antara keduanya terletak pada tingkat daya serang, di mana Unlimited Void jelas lebih unggul.
Unlimited Void Milik Gojo Satoru Jauh Lebih Kuat Daripada Malevolent Shrine
Benturan Domain kelima dan terakhir dimenangkan oleh Gojo Satoru. Pertarungan domain ini berlangsung selama dua menit empat puluh detik, di mana Gojo memiliki keunggulan besar karena ia mampu memulihkan Cursed Technique yang padam lebih cepat daripada sang Raja Kutukan. Hal ini memungkinkannya untuk mengaktifkan domain sedikit lebih awal, menghancurkan domain Sukuna, dan mendaratkan efek penuh Unlimited Void.
“2 menit 40 detik setelah mereka memperluas domain mereka, Malevolent Shrine runtuh, dan Unlimited Void milik Gojo Satoru berhasil mendarat.” — Gojo mengalahkan domain Sukuna, Jujutsu Kaisen Chapter #229
Sejak awal benturan domain di Chapter 226, Gojo secara tegas menyatakan bahwa dari segi teknik, Unlimited Void miliknya jauh lebih kuat daripada Malevolent Shrine. Gojo terbukti mampu menahan gempuran Malevolent Shrine berkali-kali dengan mengerahkan Reverse Cursed Technique secara maksimal. Sebaliknya, Sukuna tidak akan mampu bertahan jika berada di posisi yang sama. Paparan Unlimited Void selama lebih dari lima detik saja sudah cukup untuk menghabisi nyawa Sukuna seketika, yang menunjukkan bahwa dari segi kekuatan mentah, Unlimited Void memang jauh lebih superior. Keunggulan utama Sukuna terletak pada kemampuan penghalang terbuka miliknya, namun setelah Gojo menemukan cara untuk memperkecil domain dan memperkuat cangkang luarnya, keunggulan tersebut berhasil dinetralkan.
Mengapa Unlimited Void Milik Gojo Unggul Atas Malevolent Shrine
Pada akhirnya, Malevolent Shrine dan Unlimited Void tetaplah dua teknik terkuat yang pernah ada dalam semesta Jujutsu Kaisen. Kedua domain ini memiliki kekuatan yang luar biasa dan seimbang, alasan utama mengapa dua dari lima benturan domain antara Gojo dan Sukuna berakhir imbang. Malevolent Shrine unggul dalam jangkauan dan kemampuan merusak cangkang luar, sementara Gojo berhasil memenangkan duel terakhir setelah memahami cara mengatasi sistem penghalang terbuka milik lawannya.
Jika berbicara mengenai kekuatan serang murni, Unlimited Void adalah domain terkuat di dunia Jujutsu Kaisen. Dari segi jangkauan dan pertarungan domain standar, Malevolent Shrine memang lebih unggul dan berpeluang menang lebih sering. Kendati demikian, efek pasti mengenai sasaran dari domain Gojo jauh lebih mematikan. Di tangan penyihir seperti Gojo, Unlimited Void pada dasarnya adalah teknik yang lebih kuat, seperti yang terlihat dalam Arc Shinjuku Showdown. Meskipun demikian, sebuah pertarungan tidak hanya ditentukan oleh domain saja, dan itulah alasan mengapa Sukuna pada akhirnya keluar sebagai pemenang meski Malevolent Shrine miliknya hancur total.












