Film Demon Slayer: Infinity Castle Part 1 — Akaza’s Return resmi dirilis di platform _streaming_ pada 28 Juli 2026. Penayangan ini membawa para pemburu iblis terjun langsung ke dalam Infinity Castle untuk menjalani pertarungan penghabisan demi menumbangkan Raja Iblis Muzan beserta para anak buah terkuatnya.
Dalam film pembuka Infinity Castle tersebut, penonton disuguhkan tiga pertempuran besar, dengan duel utama antara Akaza melawan Tanjiro dan Giyu. Pertarungan lainnya mempertemukan Shinobu dengan Doma, serta konfrontasi Zenitsu melawan mantan rekan seperguruan nya, Kaigaku, yang kini telah berubah menjadi Upper Rank 6. Pertarungan ini sekaligus menandai kemunculan perdana teknik pernapasan yang digunakan oleh seorang iblis melalui Thunder Breathing milik Kaigaku. Gaya pernapasan iblis ini memiliki keunikan tersendiri berkat kombinasi Blood Demon Art. Seiring berjalannya cerita Infinity Castle, penonton akan diperkenalkan dengan lebih banyak pengguna teknik pernapasan dari kalangan iblis yang jauh lebih tangguh daripada Kaigaku.
Demon Slayer: Infinity Castle Ungkap Gaya Pernapasan Iblis Kaigaku: Thunder Breathing
Demon Slayer: Infinity Castle Part 1 – Akaza’s Return pertama kali tayang di bioskop Jepang pada Juli 2025 sebelum akhirnya dirilis secara global. Setelah penantian panjang selama setahun, film ini resmi tersedia di layanan streaming seperti Crunchyroll mulai 28 Juli 2026. Melalui penayangan rumahan ini, para penggemar menyadari bahwa film tersebut menampilkan momen pertama di mana seekor iblis mampu menggunakan kekuatan Gaya Pernapasan, sebuah kemampuan yang sebelumnya diyakini hanya dimiliki oleh para Pemburu Iblis.
Hal ini terungkap melalui kembalinya Kaigaku, yang kini berstatus sebagai iblis pemegang gelar Upper Rank 6. Sebagai catatan, Kaigaku dulunya adalah murid dari mantan Thunder Hashira dan berlatih bersama Zenitsu. Hubungan serta pertarungan mereka dikupas tuntas di sepanjang alur cerita Infinity Castle. Dilatih oleh guru yang sama, keduanya mempelajari teknik pernapasan dengan gaya masing-masing. Jika Zenitsu sepanjang cerita umumnya hanya mampu menguasai jurus pertama Thunder Breathing yaitu First Form: Thunderclap and Flash, Kaigaku justru menguasai seluruh jurus kecuali jurus pertama tersebut.
Dalam pertarungan di Infinity Castle, teknik Thunder Breathing milik Kaigaku terlihat sangat mencolok jika dibandingkan dengan Zenitsu. Berkat kekuatan iblisnya, sambaran petir Kaigaku memancarkan warna biru dan hitam yang didukung oleh pemanfaatan Blood Demon Art dari darah Muzan. Dengan kemampuan ini, Kaigaku mampu menghasilkan petir sungguhan yang dapat merusak dan merobek daging lawannya—sesuatu yang tidak pernah terjadi pada penggunaan Thunder Breathing versi Zenitsu.
Kendati demikian, Kaigaku belum mencapai potensi tertingginya saat gugur di Infinity Castle Part 1 karena ia baru saja berubah menjadi iblis dan belum sepenuhnya menguasai kekuatan tersebut. Meskipun sempat memakan beberapa manusia, ia sebenarnya bisa menjadi jauh lebih kuat seandainya memiliki lebih banyak waktu. Oleh karena itu, meski berstatus sebagai Upper Rank 6 yang baru, kekuatannya belum sebanding dengan pendahulunya seperti Daki dan Gyutaro.
Mengapa Thunder Breathing Milik Kaigaku Begitu Istimewa?
Seperti yang telah dibahas, Thunder Breathing milik Kaigaku yang dipadukan dengan Blood Demon Art mampu menghasilkan petir yang nyata. Sang pencipta Demon Slayer, Koyoharu Gotouge, pernah mengungkapkan dalam Volume 17 bahwa Gaya Pernapasan sebenarnya tidak menciptakan elemen sungguhan, melainkan hanya meniru efek visualnya. Sebagai contoh, saat Giyu menggunakan Water Breathing, ia tidak benar-benar menciptakan aliran air, melainkan mengayunkan pedangnya sedemikian rupa sehingga lawan melihat ilusi air. Aturan visual ini berlaku bagi semua Pemburu Iblis, namun hal tersebut tidak berlaku bagi iblis.
“Kerabat Murata-san dibunuh oleh iblis, sehingga ia bergabung dengan pasukan pemburu iblis karena sudah tidak memiliki keluarga yang tersisa.
Ia menggunakan Breath of Water, tetapi aliran airnya sangat samar hingga tidak terlihat.
Catatan: Para pendekar pedang sebenarnya tidak benar-benar mengeluarkan serangan air. Orang yang melihatnya hanya merasa melihat dan merasakannya.” — Koyoharu Gotouge dalam Volume 17 Demon Slayer
Berbeda dengan Zenitsu, Thunder Breathing yang dikuasai Kaigaku bersifat nyata. Luka fisik yang diakibatkan oleh sambaran petirnya hanya mungkin terjadi jika elemen tersebut benar-benar termanifestasi. Fakta ini membuat kemenangan Zenitsu terasa semakin luar biasa, sekaligus mengukuhkan Kaigaku sebagai pengguna Gaya Pernapasan dari golongan iblis pertama yang beraksi penuh, meski ia bukan yang terakhir.
Bagaimana Iblis Mempelajari Gaya Pernapasan untuk Meningkatkan Kekuatan Tempur
Iblis yang mampu menggunakan Gaya Pernapasan adalah pemandangan yang sangat langka dalam serial Demon Slayer. Sebelum film Infinity Castle dirilis, fenomena ini belum pernah terlihat sama sekali. Hal ini memunculkan pertanyaan besar mengenai bagaimana seorang iblis bisa membuka kemampuan jurus pernapasan.
Gotouge tidak pernah menjelaskan secara rinci hal ini, namun berdasarkan kasus yang ada, kemampuan tersebut tampaknya bergantung pada apakah sang iblis telah mempelajari teknik pernapasan sebelum diubah menjadi iblis oleh Muzan. Dalam kasus Kaigaku, ia menghabiskan masa hidup manusianya sebagai murid Thunder Hashira untuk menguasai ilmu tersebut. Darah Muzan dan Blood Demon Art miliknya kemudian hanya bertindak sebagai penguat dari kemampuan yang sudah ia miliki sebelumnya.
Kemungkinan lain adalah para iblis sebenarnya tetap mampu mempelajari jurus pernapasan setelah mereka berubah, namun mereka memilih untuk tidak melakukannya. Secara sederhana, karena kekuatan besar yang bisa diperoleh secara instan melalui darah Muzan dan Blood Demon Art, iblis tidak memerlukan Gaya Pernapasan. Mereka dapat menjadi jauh lebih kuat hanya dengan memakan lebih banyak manusia, sehingga mempelajari pernapasan dianggap tidak perlu dan buang-buang waktu.
Seiring berlanjutnya cerita Demon Slayer melalui bagian kedua dan ketiga dari trilogi Infinity Castle, penonton dipastikan akan kembali menyaksikan pengguna jurus pernapasan dari jajaran iblis terkuat. Film Demon Slayer: Infinity Castle Part 2 sendiri diperkirakan akan dirilis pada tahun 2027, meskipun pihak Studio Ufotable belum memberikan pengumuman tanggal resmi.
Demon Slayer: Infinity Castle Part 1 dapat disaksikan melalui Crunchyroll.








