Home / Game / Boruto Secara Resmi Menghancurkan Hokage Ketujuh Selamanya

Boruto Secara Resmi Menghancurkan Hokage Ketujuh Selamanya

boruto ruins the seventh hokage

Naruto Uzumaki pertama kali mengumumkan ambisinya untuk menjadi Hokage kepada para penggemar pada 21 September 1999 dalam serial Naruto. Perjalanan panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika ia resmi dilantik sebagai Hokage Ketujuh pada 24 November 2014, melalui Weekly Shonen Jump terbitan Shueisha. Sejak saat itu, ia memimpin sebuah era perdamaian yang sayangnya jarang diperlihatkan secara mendalam dalam cerita.

Kendati serial Boruto sempat memperlihatkan beberapa momen Naruto saat menjalankan tugasnya sebagai pemimpin desa, alur cerita tersebut justru dinilai mencoreng warisannya. Tidak hanya mengalami pelemahan kekuatan yang drastis, Naruto kini bahkan harus kehilangan posisinya sebagai Hokage untuk selamanya. Konoha yang kini tidak memiliki pemimpin resmi bersiap untuk memilih Hokage permanen yang baru dan menyingkirkan sang Hokage Ketujuh. Melalui babak lanjutan dalam Boruto: Two Blue Vortex, posisi Naruto semakin terpinggirkan dan berdampak besar pada perkembangan karakternya.

Akhir Masa Kepemimpinan Hokage Ketujuh yang Singkat

Boruto Two Blue Vortex Replaced Naruto Uzumaki Hokage
Naruto the Hokage makes a serious face near a forest.
Image via studio Pierrot.

Ketika Naruto diangkat menjadi Hokage, sebagian besar penggemar berharap bisa melihat lebih banyak aksi dan kebijakan kepemimpinannya. Sebagai pemimpin, ia memiliki kesempatan besar untuk merevolusi dunia shinobi maupun sistem di desanya sendiri. Namun, peralihan fokus protagonis utama ke arah Boruto membuat keberadaan Naruto justru terabaikan.

Situasi semakin memburuk ketika kekuatan Naruto dibatasi setelah pertarungannya melawan Momoshiki dan Jigen agar generasi muda memiliki ruang untuk bersinar. Puncaknya terjadi ketika ia kehilangan kekuatan Kurama dalam babak cerita Boruto, yang membuat kapasitas bertarungnya semakin melemah.

“Biasanya, ketika Bijuu milik seorang Jinchuriki diekstrak, mereka akan mati. Tapi itu tidak berlaku untukmu. Chakra Bijuu itu hanya sekadar lenyap… Harga yang harus dibayar untuk Baryon Mode adalah nyawaku, bukan nyawamu. Kau tidak akan memiliki kekuatan manusia super lagi.” — Kurama, Boruto Chapter #55

sarada Surpass Previous Hokage Konoha
Naruto Uzumaki wears the Hokage hat.
Image via studio Pierrot.

Tak lama setelah itu, nasib buruk kembali menimpa Naruto ketika ia disegel oleh Kawaki ke dalam dimensi Daikokuten. Sejak saat itu, Naruto menghilang dari cerita utama. Konoha bahkan sempat mengumumkan kematian sang Hokage Ketujuh, dan setelah berlalu selama tiga tahun, peluang Naruto untuk kembali menduduki kursi kepemimpinan tertutup sudah. Melalui jalan cerita Boruto: Two Blue Vortex, penglihatan Prescience milik Kashin Koji memperlihatkan bahwa Konohamaru Sarutobi dipersiapkan untuk mengambil alih posisi sebagai Hokage yang baru.

“Melindungi seorang pengkhianat adalah kejahatan besar… Sebagai pemimpin, Hokage harus segera dimintai pertanggungjawaban. Aku sudah menyerahkan laporan kepada Tuan Daimyo.” — Persiapan pergantian Hokage di Konoha, Boruto: Two Blue Vortex

Sebelumnya, Shikamaru Nara sempat memegang kendali kepemimpinan atas dasar asumsi bahwa Naruto masih hidup. Namun, dengan dicopotnya Shikamaru akibat dianggap berkolaborasi dengan Boruto, Konoha harus segera memilih pemimpin definitif, dan Konohamaru Sarutobi kini menjadi kandidat kuat sebagai Hokage Kedelapan.

Mengapa Penanganan Peran Naruto sebagai Hokage Dinilai Kurang Optimal

Naruto Uzumaki Lost Kurama Power Boruto
Naruto Uzumaki smiles in his Kurama form.
Image via studio Pierrot.

Perjalanan Naruto sebagai Hokage Ketujuh sebenarnya menyimpan potensi cerita yang sangat menarik, namun porsi penampilannya terlampau sedikit. Selain pertarungan melawan Momoshiki dan Jigen, ia nyaris tidak memperlihatkan gebrakan berarti dalam mengubah sistem desa yang sempat mendiskriminasinya di masa lalu. Ia pun tidak diberikan kesempatan penuh untuk mewujudkan ramalan Jiraiya sebagai sosok pembawa kedamaian yang seutuhnya.

“Ini adalah desaku! Semua orang di sini adalah keluargaku, Boruto.” — Naruto menjelaskan perannya sebagai Hokage, Chapter #1

Keputusan penulis untuk menyegel Naruto, merenggut kekuatannya, hingga mengakhiri masa jabatannya secara mendadak dinilai memberikan dampak negatif bagi perkembangan karakternya. Kendati demikian, serial ini perlahan mulai mempersiapkan jalan bagi kepulangan sang karakter utama ke panggung utama.

Peluang Baru Lewat Kembalinya Naruto ke Alur Cerita

Naruto Uzumaki Character Rival Code boruto

Meskipun masa kepemimpinannya sebagai Hokage telah usai, hal ini bisa menjadi titik balik yang positif. Selama menjabat, Naruto sering kali tertahan di ruang kerjanya agar tidak mendominasi konflik, yang justru memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang. Kini, para karakter generasi penerus telah tumbuh menjadi sosok yang tangguh dan melampaui kekuatan era sebelumnya. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan untuk terus meminggirkan Naruto dan Sasuke dari plot utama.

Kembalinya Naruto—terutama di tengah status Sasuke yang kini dianggap sebagai buronan desa—diharapkan mampu menyegarkan kembali jalan cerita. Tanpa terikat beban birokrasi sebagai pemimpin desa, Naruto memiliki kebebasan untuk kembali bertarung di garis depan, mendapatkan relevansi naratif, serta memikat kembali hati para pembaca setianya.

Babak terbaru dari serial Boruto: Two Blue Vortex karya Mikio Ikemoto dengan pengawasan Masashi Kishimoto dapat dibaca secara resmi melalui platform Manga Plus dan Viz Media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *