Meskipun anime bergenre shonen dikenal luas dengan petualangan yang seru dan penuh aksi, cerita di dalamnya terkadang mengambil arah yang sangat kelam. Kejadian-kejadian suram ini sering kali digunakan sebagai batu loncatan bagi para karakter utama untuk berkembang, baik dengan memaksa mereka menjadi lebih kuat maupun sebagai motivasi utama dalam perjalanan mereka.
Di sisi lain, tragedi yang menimpa karakter pendukung juga kerap membuat penonton merasa simpatik dan terikat secara emosional. Sayangnya, hal ini membuat banyak karakter wanita dalam anime shonen harus melewati pengalaman traumatis yang terkadang terasa sangat brutal dan berlebihan.
Nico Robin Harus Menyaksikan Kehancuran Ohara
Bukan rahasia lagi bahwa sebagian besar latar belakang anggota Bajak Laut Jerami di dalam One Piece sangatlah tragis. Di antara mereka, kisah Nico Robin menjadi salah satu yang paling kejam karena ia adalah satu dari sedikit orang yang selamat dari pemusnahan Ohara. Kerajaan yang terkenal di seluruh dunia sebagai pusat para sarjana terhebat ini menjadi target Pemerintah Dunia akibat penelitian mereka terhadap Abad Kekosongan.
Nico Robin, yang saat itu masih anak-anak, melihat secara langsung kekejaman Angkatan Laut ketika teman-teman serta perpustakaan besar di negeri tersebut dibakar hingga rata dengan tanah. Ia hanya bisa bertahan hidup berkat pengorbanan Saul yang melindunginya agar bisa melarikan diri. Peristiwa kelam ini meninggalkan luka mendalam di jiwa Robin, memicu kebencian mendalam terhadap Pemerintah Dunia, dan mendorongnya untuk mengungkap misteri yang gagal diselesaikan oleh para cendekiawan Ohara.
Seluruh Hidup Maki Dipenuhi Penderitaan
Keluarga Zenin dalam Jujutsu Kaisen tidak hanya terkenal di kalangan penyihir karena korupsi dan kekejaman mereka, tetapi juga tradisi mereka yang tidak manusiawi. Anggota dari keluarga kuat ini memandang perempuan sebagai makhluk kelas dua yang hanya ada untuk melayani laki-laki. Bagi Maki, hidup terasa jauh lebih berat dibandingkan anggota perempuan lainnya karena ia terlahir dengan Pembatasan Surgawi yang membuatnya sama sekali tidak memiliki Energi Kutukan.
Sejak kecil, Maki dianggap sebagai kegagalan dan aib keluarga, sehingga ia sering menerima penyiksaan fisik maupun mental dari anggota klannya, terutama Naoya. Ia tumbuh dewasa dengan menanggung siksaan yang seharusnya sudah mematahkan mental orang lain. Namun, alih-alih membiarkan rasa sakit tersebut menghancurkan masa depannya, Maki bangkit dan justru mengakhiri rantai kebencian keluarganya, menjadikannya salah satu petarung paling tangguh dalam sejarah.
Anko Hanya Dijadikan Kelinci Percobaan yang Bisa Dibuang oleh Orochimaru











