Industri manga mengalami lonjakan popularitas yang sangat drastis dalam beberapa dekade terakhir. Semakin banyak orang terpikat oleh kisah-kisah unik yang disajikan oleh para mangaka. Ada banyak sekali manga yang dianggap sebagai mahakarya, mulai dari cara bertutur cerita, kedalaman karakter yang membuat setiap panel terasa hidup, hingga pembangunan dunia yang misterius sekaligus memikat.
Biasanya, popularitas sebuah manga akan semakin meroket ketika mendapatkan adaptasi anime. Namun, hal ini tidak selalu berjalan mulus. Terkadang, adaptasi anime justru gagal memenuhi ekspektasi dalam berbagai aspek. Di sisi lain, ada pula manga legendaris yang bahkan tidak pernah mendapatkan adaptasi sama sekali. Berikut adalah beberapa manga legendaris yang harus menghadapi berbagai masalah tersebut.
6
Berserk Hasn’t Had A Good Anime Since 1997
Berserk merupakan manga dengan rating tertinggi di MyAnimeList. Karya ini menawarkan cerita yang sangat memukau dan menggugah, menyoroti berbagai aspek kehidupan serta perjuangan gigih seorang manusia melawan takdir yang kelam. Meskipun terkadang terasa suram, ada momen-momen tertentu yang menunjukkan bahwa selalu ada harapan di penghujung keterpurukan.
Sayangnya, serialisasi anime Berserk yang dirilis belakangan justru berantakan akibat penggunaan CGI yang buruk, sehingga merusak reputasi serangkaian kisahnya. Hingga saat ini, satu-satunya adaptasi anime Berserk yang dianggap berhasil dan berkualitas tinggi hanyalah versi tahun 1997. Sungguh disayangkan karya sebesar ini belum mendapatkan perlakuan adaptasi yang layak di era modern.
5
The Promised Neverland Anime Played With The Feelings Of The Fans
The Promised Neverland menjadi salah satu contoh penyesalan terbesar dalam sejarah manga. Saat pertama kali terbit, manga ini langsung melonjak popularitasnya berkat konsep dunia dan misteri cerita yang kuat. Musim pertama animenya pun mendapatkan sambutan luar biasa positif dari para penonton karena penyampaian cerita dan karakternya yang sangat solid.
Namun, semua antusiasme itu runtuh seketika ketika musim kedua dirilis. Alur cerita manga yang panjang dipangkas secara drastis dan diselesaikan dalam kurang dari 15 episode. Banyak karakter penting yang dihilangkan serta berbagai arc yang dibiarkan terbengkalai, menghasilkan tayangan yang membingungkan. Keputusan memadatkan lebih dari 100 chapter manga ke dalam satu musim pendek ini kontan memicu kemarahan besar dari para penggemar.
4
One Punch Man Fell Off Hard After Its Second Season Premiered
One-Punch Man mengangkat kisah tentang karakter utama yang terlalu kuat (overpowered) di tengah genre yang sudah cukup padat. Fokus cerita mengikuti Saitama, sesosok pahlawan super yang mencari lawan sepadan agar ia bisa kembali merasakan keseruan dalam bertarung. Versi manganya sendiri digambar dengan gaya seni yang luar biasa, menampilkan adegan pertarungan yang sangat memukau.
Musim pertama animenya sukses besar dan mendongkrak popularitas manga secara masif berkat kualitas visual yang memuaskan. Kendati demikian, musim keduanya justru membuat penggemar kecewa berat. Kualitas animasi mengalami penurunan drastis dan kehilangan fluiditas yang menjadi ciri khas musim pertamanya, bahkan berlanjut pada kritik tajam untuk musim-musim berikutnya.
3
The Climber Is A Phenomenal Manga With No Anime Adaptation In Sight
Berbeda dari kebanyakan manga populer yang berlatar dunia fantasi, The Climber mengambil pendekatan yang sangat membumi. Manga seinen ini mengikuti perjalanan hidup seorang pria bernama Buntaro Mori yang menemukan ketenangan jiwa melalui aktivitas mendaki gunung. Ceritanya berfokus pada tema isolasi diri, ketangguhan mental dalam menghadapi masa-masa sulit, serta tekad untuk tidak pernah menyerah.
Karya ini berhasil menggambarkan pergolakan batin seseorang saat berhadapan langsung dengan alam liar yang tak dikenal, membuatnya sangat relevan bagi para pembaca. Ditambah dengan panel-panel visual yang termasuk salah satu yang terbaik dalam sejarah industri manga, muncul pertanyaan besar: mengapa karya sehebat ini belum pernah diadaptasi menjadi anime?
2
20th Century Boys Is A Legendary Manga That Is Still Praised
Naoki Urasawa dikenal sebagai pencipta berbagai judul manga berkualitas tinggi seperti Monster, Pluto, dan 20th Century Boys. Dari berbagai karya tersebut, 20th Century Boys menyuguhkan salah satu misteri paling menarik. Ceritanya berpusat pada sekelompok orang yang berusaha mengungkap identitas sosok misterius berjuluk “Friend”, seorang pemimpin kultus yang berambisi menguasai dunia.
Penyampaian cerita 20th Century Boys sangat memukau melalui berbagai alur paralel, pendalaman karakter, dan adegan penuh emosi. Perjalanan ceritanya penuh dengan kejutan tak terduga yang menguji adrenalin pembaca. Sangat disayangkan bahwa manga legendaris ini sama sekali belum memiliki adaptasi anime hingga detik ini.
1
Vagabond Is Unfinished But Still Deserves An Anime
Vagabond mengikuti kisah hidup pendekar legendaris Miyamoto Musashi dalam tekadnya untuk menjadi yang terkuat di bawah kolong langit. Kekuatan utama manga ini terletak pada kualitas visual dan narasi mendalam yang digarap secara luar biasa oleh sang mangaka. Karakter utamanya yang menarik serta jajaran pendukung yang kuat membuat pengalaman membaca Vagabond begitu memuaskan.
Setiap adegan pertarungan digambar dengan detail sempurna dan memiliki bobot emosional tersendiri. Saat ini, manga tersebut sedang berada dalam masa hiatus yang cukup panjang, meninggalkan para penggemar dalam ketidakpastian. Sayangnya, belum ada kejelasan mengenai kelanjutan manganya maupun kemungkinan adaptasi animenya di masa depan.









